Arsip Harian: 19 Juni 2009

Jangankan Mur dan Baut, Bangkai Kapal Induk Bisa Hilang Tak Berbekas

Janganlah menganggap, asalkan tidak menyangkut diri sendiri dan keluarga lantas berpedoman, “Emangnya gue pikirin.” Sikap semacam ini jelas tidak bertanggungjawab. Lantaran hanya mementingkan diri sendiri dan keluarga, namun tidak ada sema sekali kepedulian pada orang lain dan lingkungan sosialnya.

Dari mana kesadaran dan nilai-nilai akan peduli orang lain dan lingkungan itu bermula? Pada mulanya dari diri sendiri. Selanjutnya kesadaran dan nilai itu ditanamkan pada anggota keluarga. Dan pada gilirannya ditularkan ke lingkungan sosial yang lebih luas. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Petak Ide | Tag , , , | 29 Komentar

Mengindonesiakan Kosa Kata “Courtesy” pada Tayangan Televisi

Kata “courtesy” dimunculkan sebagai pengejawantahan sopan santun dan penghargaan pada stasiun televisi lain, karena si stasiun televisi tersebut tidak memiliki sendiri rekaman gambar yang berkaitan dengan program yang tengah ditayangkan. Contohnya, setiap Minggu malam, program “Zona 80-an” stasiun Metro TV acapkali meng-courtesy stasiun TVRI tatkala menayangkan rekaman-rekaman lama momen di tahun 1980-an. Pun bila pembaca sedang memposting tulisan di situs atau blog dengan mencomot gambar yang bukan hasil jepretan sendiri, jua dapat menuliskan “courtesy”-nya. Misalnya, ditulis “gambar courtesy CNN.”

Kita tentu mahfum bahwasannya bahasa menunjukkan bangsa. Karenanya, pertanyaan yang patut dikemukakan, adakah padanan kata untuk mengganti kosa kata (bahasa Inggris) “courtesy” tersebut ke dalam bahasa Indonesia? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Petak Ide | Tag , , , | 1 Komentar