Lomba Unik: Besarnya Hadiah Menurun Mengikuti Deret Ukur


Judge a book by its back cover. I mean, its barcode, you know.”
(Amrozi, tapi bukan yang dihukum mati)

Cover Novel Seribu Tahun Cahaya (http://seributahuncahaya.multiply.com)

Cover Novel Seribu Tahun Cahaya (http://seributahuncahaya.multiply.com)

Kreativitas dari penerbit yang satu ini dalam mempopulerkan sebuah buku novel yang baru diterbitkan dengan cara lain daripada yang lain di blantika maya, kiranya layak ditiru dan diacungi jempol. Tengoklah dan jelajahi blog seributahuncahaya.multiply.com (klik sini).

Di halaman utama, pembaca langsung disuguhi gambar cover buku seperti yang saya tampilkan di postingan ini. Di atas gambar cover buku, terpampang dua kutipan, salah satunya bertengger di awal tulisan ini, “Judge a book by its back cover, I mean, its barcode, you know.” Maksudnya kurang lebih, menilai sebuah buku itu dari harga di “barcode”-nya.

Namun bukan itu saja yang menarik. Si Penerbit buku dengan cara unik menyelenggarakan lomba menulis guyonan untuk novel Seribu Tahun Cahaya yang dipromosilan itu. Ketentuan-ketentuan tentang lomba tersebut, diantaranya:
1. Lomba terbuka bagi siapa jua, laki-laki ataupun perempuan, anak-anak, orang dewasa, maupun manula.
2. Isi tulisan bebas, tidak dibatasi kriteria tertentu. Tulisan bisa berupa resensi novel, apresiasi, kritik, maupun celaan. (Kapan lagi bisa mencela orang malah dapat uang?)
3. Tulisan bisa berisi, misalnya, tentang apa yang Anda sukai dan tidak Anda sukai dari novel Seribu Tahun Cahaya.
4. Tulisan boleh serius, tapi lebih disukai yang santai dan bergaya guyonan.
5. Tulisan tidak harus mematuhi ejaan yang baku karena tidak ada guru bahasa Indonesia yang dilibatkan menjadi juri.
6. Tulisan boleh dicetak di atas kertas HVS, boleh juga ditulis tangan asalkan bisa dibaca. Tidak ada batasan mengenai jenis dan ukuran huruf, spasi, serta batasan panjang tulisan. Dan seterusnya.

Yang lebih nyentrik lagi tentang hadiah lomba. Sengaja kalimat-kalimat saya tulis apada adanya dari blog si penerbit itu. Mengenai hal ihwal lomba, si penerbit menuliskan sebagai berikut:
1. Tujuh orang pemenang akan mendapatakan hadiah yang besarnya menurun mengikuti deret ukur:
• Juara ke-1 mendapatkan hadiah wang 2.000.000,- rupi’ah.
• Juara ke-2 mendapatkan hadiah wang 1.000.000,- rupi’ah.
• Juara ke-3 mendapatkan hadiah wang 500.000,- rupi’ah.
• Juara ke-4 mendapatkan hadiah wang 250.000,- rupi’ah.
• Juara ke-5 mendapatkan hadiah wang 125.000,- rupi’ah.
• Juara ke-6 mendapatkan hadiah wang 62.500,- rupi’ah.
• Juara ke-7 mendapatkan hadiah wang 31.250,- rupi’ah.

2. Tiga orang juara harapan—mereka yang berharap juara tapi tak bisa diharapkan—masing- masing akan mendapatkan hadiah hiburan kaset lagu Benyamin Sueb.
3. Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat. Juri tidak boleh diganggu, apalagi digugat.

Hal-hal lengkap mengenai lomba guyonan dari blog yang saya kunjungi di atas, silakan saja pembaca telusuri sendiri dengan cara seksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya!

Mau tahu hadiah uangnya bila si penyelenggara lomba mengalokasikan hingga 10 pemenang?  Juara ke-10 akan mendapatkan hadiah uang tiga ribu sembilan ratusan rupiah saja. Jelas tidak cukup sekedar mengganti biaya internet  tatkala menjelajahi situs/blog penyelenggara lomba! He…he… he…

Lebih Cepat dikunjungi akan lebih baik. Dan, Lanjutkan! Smoga kita senantiasa Pro Rakyat.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Lomba Unik: Besarnya Hadiah Menurun Mengikuti Deret Ukur

  1. Rahmat Kedai berkata:

    Hehehehe…
    Ada2 saja pak,,,

    Kedai

  2. wahyu am berkata:

    hehheheheh, mas dwiki gimana nih? mau cela orang dapat duid ga?? 😆

  3. Fanda berkata:

    Unik juga idenya! Memang era sekarang ini, dimana proses penciptaan barang dan jasa menjadi semakin mudah, kompetisi menjadi kurang relevan lagi. Di tengah membanjirnya produk di pasaran, bagaimana kita sebagai pendatang baru akan bisa menonjol dari yang lain?

    Maka tepatlah kalau dikatakan, saat ini dunia dikuasai oleh ide. Produk yang ditawarkan boleh sama, tapi siapa yang punya ide yang lebih menarik dalam pemasarannya, kemungkinan besar ia akan lebih menonjol dari yang lain. Padahal mungkin kualitasnya bukan yang terbaik! Seperti yang dilakukan dengan novel Seribu Tahun Cahaya itu.

    Thanks ya mas Dwiki sudah membagikan ‘oleh-oleh’nya dari hasil blogwalking anda. Sangat membantu buat saya yang tidak punya terlalu banyak waktu untuk benar-benar menikmati JJS (Jalan-Jalan Smart) saya…

    Semoga tetap semangat berbagi!

    PS. Thanks terutama untuk ‘pencerahan’nya kapan hari. Benar-benar memompa semangat saya. Moga-moga saya bisa sedikit demi sedikit mewujudkannya. Sekarang masih sibuk membagi waktu dengan baik…

  4. balgsyh berkata:

    emangnya orang ke astronot pakai tongkat ajaib . di gambar . dan lomba juga unik , tapi aneh banget.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s