Mengenal Sedikit Sosok Ichwan Kalimasada Si “JKism” Kompasiana


Menurut saya sosok Ichwan Kalimasada Si “JKism” di situs KompasianaCom  orangnya kocak. Beda jauh dengan tatkala dia menulis di Kompasiana yang nampak serius dan meletup-letup. Apalagi bila sudah menyangkut nama Jusuf Kalla. Boleh dikata dia salah satu “komandan” garda depan pembela panji-panji  capres-cawapres Jusuf Kala Wiranto. Uniknya lagi, sekalipun sekilas dia merupakan “komandan” JKism, berdasarkan penuturan pada saya, dia bukan anggota Tim Sukses JK-Wiranto. Juga tidak ada order khusus dari mana-mana untuk menulis mengenai JK tersebut.

Terkadang kita menilai sosok seseorang dari tampilan-tampilan harafiah atau cover muka (buku)  yang bisa kita lihat, baca atau rasakan. Hal semacam itu suatu penilaian yang mengandung bias.  Sama hal, misalnya, kita hanya mendengar vocal orang tanpa kita melihat sosok dan berinteraksi langsung dengannya. Pembaca barangkali pernah terkecoh dengan suara renyah seorang penyiar di radio atau suara bariton dan mantap seorang narator di televisi. Tanpa pembaca pernah melihat orangnya secara langsung, diangan-angan pasti sudah dapat membayangkan seperti apa gerangan si sosok itu. Bayangan si sosok itu bisa jadi benar. Namun acapkali terjadi lebih banyak melencengnya.

Vokal suara bariton George Irvan sebagai narator di saluran Metro-TV sudah dikenal orang. Suaranya yang berkumandang  telah akrab di telinga para pemirsanya. Bayangan fisik dari pemirsa dengan  mendengar vocal suaranya saja, sudah tertancap di pikiran bahwa dia secara fisik pastilah sosok yang tinggi besar. Kenyataannya? Ternyata fisik dia kecil dan nampak culun!

Mungkin idem tito dengan penyiar radio yang pembaca kagumi selama ini, namun belum pernah melihat wajah atau fisik aslinya. Membayangkan hanya dengan suara bahwa si penyiar masih muda dan cantik, bisa benar. Atau sebaliknya bayangan pembaca itu salah besar.

Di salah satu blognya, ternyata Ichwan Kalimasada ini juga berbakat menjadi penyair. Coba kita simak postingan berjudul “Mari Kita Bersyukur” berikut ini:

BERSYUKUR
(Tabah, Tekun, dan Ulet Berjuang Paling Bermanfaat Bagi Sesama)

Engkau Maha Bersyukur !
Semua Kauciptakan serba terukur
Teratur

Sekejap saja Engkau tertidur
Semesta raya hancur
Lebur

Mana mungkin Kau siksa hamba yang iman dan syukur ?
Syukur mengharuskan hamba-Mu tafakur
Terhadap karunia-Mu hamba tadzakur
Turut serta menjadikan bumi makmur !

Berbincang-bincang beberapa saat dengan Ichwan Kalimasada tatkala acara Temu Blogger Kompasiana di Balai Sidang Jakarta (14/6), saya sudah bisa menilai bahwa ia orang yang terbuka, cerdas, kocak, rendah hati dan penuh persahabatan. Yang lebih penting lagi, dia bukan orang pelit. Buktinya? Baru kenal sejenak saja dia sudah mentraktir minum di luar gedung JCC Jakarta.

Lebih dari sekedar penilaian di atas, sebagai penulis dia memiliki idealisme menggebu. Ichwan Kalimasada punya cita-cita tentang negeri ini. Ia berharap pemimpin yang akan menahkodai Indonesia ini dari kalangan muda. Menurut dia, momentumnya pada tahun 2019. Alasan yang dikemukakan, periode 2009-2014 Indonesia masih dipimpin oleh presiden dari kalangan “tua”. Pun periode sesudahnya pada 2014-2019. “Orang-orang muda seperti … (dia sebut beberapa nama dan maaf tidak saya ungkapnya di sini), pada Pilpres 2019 mendatang sudah matang dan teruji integritasnya dalam berpolitik. Saatnya mereka-mereka itu tampil memimpin Indonesia menjadi bangsa yang disegani dalam percaturan politik internasional,”  ujar dia yakin.

Membaca tulisan-tulisan Ichwan Kalimasada tentang pilpres 2009, khususnya argumen-argumen yang dikemukakan tentang sosok Jusuf Kalla dan kiprahnya, barangkali tidak berlebihan apabila saya menyebutnya sebagai “JKism”. Pembaca yang ingin melihat tulisannya lengkap, silakan kunjungi blognya bertitel “Perjalanan Pulang” (klik sini). Sedangkan foto-foto dan tulisan  non politik  dirinya silakan jelajahi blognya yang lain (klik sini).

Apabila di Kompasiana ini, pembaca menikmati dia pandai merangkai kata dan lihai dalam memotret fenomena sosial, latar belakangnya sebagai alumnus Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), hemat saya termasuk ikut andil besar di dalamnya. Maju terus dengan idealisme yang membubung tinggi Bung!

*****

DWIKI SETIYAWAN, salah seorang pengagum diam-diam Ichwan Kalimasada. Anggota Komunitas Blogger Kompasiana.

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mengenal Sedikit Sosok Ichwan Kalimasada Si “JKism” Kompasiana

  1. ichwankalimasada berkata:

    saya pengagum terang-terangan mas dwiki ..he..he..

    bisa a…………ja kamu brur………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s