Arsip Harian: 13 Juni 2009

Bakat Terpendamku (1): Mendongeng dan Saritilawah

Sebelum mencoba melagukan terjemahan Qur’an sebagai saritilawah, saya pernah saat SMA membaca majalah bekas, kalau tidak salah, “Suara Muhammadiyah” yang memuat terjemahan puitisasi Al-Quran oleh “Paus” Sastra Indonesia HB Jasin. Puitisasi terjemahan Qur’an versi HB Jasin itu saya kira suatu maha karya dalam proyek penulisan terjemahan dalam versi lain selama ini. Namun sayangnya, hingga detik ini saya cari-cari versi terjemahan Qur’an puitisasi karya HB Jasin di toko buku, belum pernah saya temukan dan dapatkan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , , , , | 3 Komentar

Menyingkap Bakat Terpendam

Pada diri Fatma Bahalwan, ia sadar bahwa bakat terpendamnya dalam hal cita rasa masakan. Mungkin sedari kecil ia sudah terbiasa dengan urusan meracik bumbu-bumbu dapur bersama ibunya. Pengetahuan praktis yang telah didapatkan sedari kecil itu memang kelihatannya biasa-biasa saja. Tatkala dia telah bekerja cukup mapan, dengan melihat suasana dan peluang maka baginya bisnis katering merupakan bisnis yang selalu dibutuhkan orang dan tidak ada matinya. Pengalaman sebagai sekretaris, hanyalah batu loncatan agar ia paham manajerial, pemasaran dan lain-lainnya.

Sementara itu, pada diri Adib Zuhairi yang sejak jaman mengenyam pendidikan selalu menjadi pimpinan organisasi itu terbentuk karakter manajer dalam pengelolaaan lembaga. Melihat latar belakang pendidikan sebagai alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), pastilah orang tadinya heran dengan aktivitasnya sebagai pimpinan “bank rakyat” yang mestinya kavling untuk sarjana Fakultas Ekonomi (FE).

Saya teringat ucapan mendiang Profesor DR Nurcholish Madjid dan akrab disapa Cak Nur, yang menyatakan bahwa seseorang mengenyam pendidikan hingga setinggi-tingginya akan dinilai apakah ia menjadi manusia terpelajar atau bukan? Ia mencontohkan alumni-alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) yang banyak sukses menjadi wartawan dan bankir. Bukan menjadi ahli-ahli pertanian. Jawaban Cak Nur karena mereka terpelajar.

Seseorang yang terpelajar pada dirinya bersemayam kualitas insan pencipta dan insan pengabdi. Yakni insan yang senantiasa mau beriktiar untuk melakukan inovasi baru bagi lingkungan sosialnya dan insan yang mengabdikan diri sesuai bakat, ketrampilan dan ilmu yang telah diperolehnya bagai kemaslahatan masyarakat. Sekalipun itu di luar sekat disiplin ilmu yang dienyamnya.

Bakat terpendam apa yang pembaca miliki agar menjadi manusia terpelajar? Dari sekelumit yang kami ungkapkan pada kisah di postingan ini, kira-kira pembaca sendirilah yang tahu menyingkapnya! Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Petak Ide | Tag , , , , , | 2 Komentar