(Penghargaan) Penulis Kompasiana Berkaliber


pengantar admin blog:

Pepih Nugraha Penjaga Gawang Rubrik Catur Harian Kompas (Akun Pepih Nugraha di FB)

Pepih Nugraha Penjaga Gawang Rubrik Catur Harian Kompas (Akun Pepih Nugraha di FB)

Hari ini (10-6-2009) saudara Pepih Nugraha selaku pengelola KompasianaCom menulis sebuah postingan. Nama saya disebut-sebut lantaran menulis di Kompasiana tentang Ben Rhodes si Penulis Pidato Obama di Kairo.

Namun bukan itu fokusnya. Melainkan, menurut Kang Pepih postingan itu berhasil terpilih untuk dimasukkan di KompasCom sebagai tulisan utama. Dikatakan pula, bahwa si penulis (Maksudnya saya ini) termasuk penulis yang berkaliber. (Masak sih… padahal si penulis sendiri menganggap masih dalam proses belajar)

Untuk soal diatas, terus terang saya tersanjung. Semoga saja apresiasi dari Kang Pepih itu tidak lantas membuat saya besar kepala. Namun lebih untuk mengasah kembali pedang ketrampilan menulisnya.

Sebagaimana pernah saya tulis (Klik sini untuk melihat artikelnya), saya memang ingin menjadi penulis yang bisa membuat kecenderungan (trendsetter) dan bukan sebagai penulis yang mengikuti kecenderungan (follower). Semoga.

Selanjutnya dibawah ini saya copy-paste tulisan Pepih Nugraha dimaksud. Pada catatan kaki, saya sampaikan komentar di Kompasiana atas tulisan Kang Pepih itu yang isinya bercerita mengenai “proses penulisan sekilas profil Ben Rhodes.”

Selamat membaca.


PEPIH NUGRAHA (http://pepihnugraha.kompasiana.com) : Kalau kebetulan Anda jalan-jalan ke Kompas.com dan menemukan tulisan utama Ben Rhodes, Sang Penulis Pidato Obama, tulisan yang memikat itu adalah karya Kompasianer, Dwiki Setiyawan. Tulisannya ia posting di Kompasiana berjudul Sekilas Profil Ben Rhodes: Penulis Pidato Barack Obama di Kairo Mesir. Sebenarnya ini bukan preseden baru. Beberapa tulisan Kompasianer lainnya seperti Faisal Basri, Jusuf Kalla, dan Chappy Hakim, pernah juga tampil di Kompas.com sebagai tulisan utama.

Ini menandakan bahwa postingan para Kompasianer sangat berkaliber, yang berarti layak ditampilkan kepada publik yang lebih luas. Maklum, kalau Kompasiana yang baru berusia 8 bulan alias masih bayi baru diakses kurang lebih 400.000 orang perbulan, Kompas.com sudah diakses 7-8 juta orang perbulan. Maka, sekali tulisan itu tampil di Kompas.com, memungkinkan menuai pembaca dan komentar yang lebih luas lagi.

Cara yang baik ini, dimana sebuah tulisan dinilai sangat berbobot dan tidak ada media lain atau orang lain yang memilikinya, akan terus dilakukan baik untuk Kompas.com dan kelak Kompasiana Print. Mungkin Anda bertanya, apa itu Kompasiana Print? Tidak lain dari Kompasiana dalam versi lembaran tercetak, entah itu berbentul suplemen atau bagian dari rubrik Kompas Print, maupun free paper yang terpisah dari Kompas print.

Cita-cita yang semula sebatas wacana yang digulirkan Taufik Mihardja itu, bisa jadi akan mewujud dan menjadi kenyataan. Meng-kompas.com-kan postingan yang dinalai baik dari Kompasiana adalah satu batu loncatan semata.

Beberapa postingan di Kompasiana malah sudah lebih dulu di-print-kan oleh Tribun Kaltim, pers daerah yang masih saudara Kompas Gramedia, sebagaimana postingan yang pernah saya tulis Kompasiana Versi Cetak, Bukan Cuma gertak. Selain postingan saya, juga ada postingan Prayitno Ramelan dan Chappy Hakim yang sudah di-print-kan oleh pers daerah.

Untuk itulah saya tidak bosan-bosannya mengimbau (bukan membatasi lho!) agar para penulis Kompasiana selalu menggunakan nama dan identitas asli dengan menampilkan tulisan yang asli (genuine) pemikiran sendiri. Selain berlatih dan selalu mempertajam gagasan, menulis menggunakan bahasa Indonesia yang benar dan sopan harus menjadi kebutuhan primer. Konten (gagasan) memang is the king dan bahasa tetap dianggap is the queen. Meski demikian, bahasa yang sopan dan santun tetap harus diperhatikan.

Bahasa menunjukkan bangsa, demikian pepatah lama mengatakan. Lebih sempit lagi, bahasa menunjukkan siapa diri Anda! Sedangkan konten (gagasan) bisa sepadan dengan pepatah mulutmu harimaumu! Jadi, membiasakan diri berbahasa santun dengan gagasan yang bernas harus menjadi pegangan kita bersama; Anda, saya dan para penulis Kompasiana umumnya.

Pepih Nugraha di Waduk Cirata Purwakarta Jabar (Akun Pepih Nugraha di FB)

Pepih Nugraha di Waduk Cirata Purwakarta Jabar (Akun Pepih Nugraha di FB)

Apalagi, mulai sekarang dan ke depan Kompasianers selalu ditantang dengan lomba demi lomba menulis yang akan menjadi ciri khas Kompasiana. Jangan aneh kalau kelak akan ada lomba serupa dengan nafas sedikit berbeda misalnya lomba foto blog (flog) Kompasiana, lomba video blog (vlog) Kompasiana, dan lomba yang terkait dengan dunia blog seperti lomba desain blog Kompasiana.

*****

catatan kaki admin blog:

Ah saya malu kang Pepih dipuji untuk tulisan itu. Ini membuat saya tersandung … eh tersanjung.

Ini cerita kecil duduk perkara tentang tulisan Ben Rhodes itu. Saya mempersiapkannya sejak mendapat info rilis teks pidato Obama saat mengkliknya di situs resmi Kedubes Amerika Serikat di Jakarta.

Di blog personal saya sebelumnya sudah ada tulisan tentang Jon Favreau si penulis pidato Obama pada pelantikan januari 2009.  Terpikir, mengapa tidak saya lanjutkan untuk mengetahui siapa sih penulis pidato Obama ini?

Lantas saya klik di mesin pencarian Google dan Yahoo kalimat, who is obama’s speech writer?

Hasil Pencarian Google dan Yahoo semuanya situs-situs berbahasa Ingris dan mengarahkan pada nama ben rhodes. Nama itu sebelumnya telah saya lihat di situs Yahoo. Yakni tentang berita sebuah konferensi pers tim Obama di Riyadh Saudi Arabia sehari sebelum Obama berpidato di Kairo Mesir.

Berdasarkan kata kunci “ben rhodes” tersebut lantas saya klik di pencarian Google, kata “ben rhodes penulis pidato obama di kairo”.  Hasilnya, tidak ada satu pun hasil dari pencarian klik kalimat itu di situs atau blog berbahasa Indonesia. Lantas saya perkecil kalimatnya dengan “ben rhodes penulis pidato”. Barulah muncul beberapa situs atau blog dari pencarian kata itu dalam bahasa Indonesia.

Saya klik satu-satu hasil pencarian, namun tidak ada satupun yang bicara kaitan pidato Obama di Kairo. Semuanya dikaitkan dengan pidato  Obama saat pelantikan. Langsung saya bersemangat, “Wah kalau bisa menulis tentang Ben Rhodes ini, pasti akan menjadi tulisan pertama tentang dirinya dalam bahasa Indonesia.”

Jadi butuh waktu kurang lebih tiga hari melakukan riset kecil-kecilan untuk mempersiapkan tulisan itu. Lebih bersemangat lagi, laporan utama majalah Tempo pada Senin pagi yang saya baca di kantor ternyata juga tidak menyinggung tentang si penulis pidato Obama di Kairo.

Dengan demikian, postingan itu benar-benar orisinil dari riset ke sumber-sumber terkait di dunia maya yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan dibantu fitur Google Translate. Penguasaan bahasa Inggris saya masih pas-pasan. Dengan adanya Google Translate saya terbantu, sekalipun hasil teremahannya juga masih kacau balau dan amburadul. Terpaksa saya di rumah membolak-balik kamus bahasa Inggris karangan Echols & Shadily yang diterbitkan Gramedia. Problemnya: saya harus bisa menerjemahkan bebas antara satu paragraf dengan paragraf lainnya masih nyambung tanpa menghilankan substansi bahasan. Dan ternyata menurut saya sendiri berhasil.

Beberapa kata atau kalimat dalam postingan itu tidak saya terjemahkan, karena memang itu tadi: tidak paham artinya dan tidak ada dalam kamus.

Demikian sekilas komentar saya, kang Pepih. Terima kasih atas penghargaannya dalam postingan di atas. Semoga tidak membuat saya besar kepala, namun tetap rendah hati dan seperti saya apa adanya selama ini.

Salam Kompasiana.



Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke (Penghargaan) Penulis Kompasiana Berkaliber

  1. adoven berkata:

    Salam kenal, mas. Kalo ada waktu luang silakan tulisan karya saya diapresiasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s