Arsip Harian: 10 Juni 2009

(Penghargaan) Penulis Kompasiana Berkaliber

Hari ini (10-6-2009) saudara Pepih Nugraha selaku pengelola KompasianaCom menulis sebuah postingan. Nama saya disebut-sebut lantaran menulis di Kompasiana tentang Ben Rhodes si Penulis Pidato Obama di Kairo.

Namun bukan itu fokusnya. Melainkan, menurut Kang Pepih postingan itu berhasil terpilih untuk dimasukkan di KompasCom sebagai tulisan utama. Dikatakan pula, bahwa si penulis (Maksudnya saya ini) termasuk penulis yang berkaliber. (Masak sih… padahal si penulis sendiri menanggap masih dalam proses belajar)

Untuk soal diatas, terus terang saya tersanjung. Semoga saja apresiasi dari Kang Pepih itu tidak lantas membuat saya besar kepala. Namun lebih untuk mengasah kembali pedang ketrampilan menulisnya.

Sebagaimana pernah saya tulis (Klik sini untuk melihat artikelnya), saya memang ingin menjadi penulis yang bisa membuat kecenderungan (trendsetter) dan bukan sebagai penulis yang mengikuti kecenderungan (follower).

Selanjutnya dibawah ini saya copypaste tulisan Pepih Nugraha dimaksud. Pada catatan kaki, saya sampaikan komentar di Kompasiana atas tulisan Kang Pepih itu yang isinya bercerita mengenai “proses penulisan sekilas profil Ben Rhodes.” Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , | 1 Komentar

Liputan Malam: Pengalaman Kunjungan ke Lokalisasi Dolly dan Boker

Hampir satu tahun sudah saya tidak survey kembali ke lokalisasi Boker itu. Pengalaman yang saya ceritakan diatas, suduh cukup bagi saya untuk ikut menyelami denyut nadi kehidupan malam warga kelas pinggiran yang jaraknya tidak jauh dari tempat tinggal. Pelajaran yang dapat dipetik, di satu sisi menumbuhkan simpati mendalam dan iba pada perempuan-perempuan terpinggirkan “di jalan kehidupan sosial” dan mereka dicap sebagai penyakit sosial (yang harus dibasmi) itu. Di sisi lain, terlepas dari nada-nada merendahkan dan penghakiman masyarakat yang kurang proporsional, ada perasaan salut bahwa demi menyambung hidup saja mereka telah mengorbankan kehormatannya.

Dari Jalan Raya Bogor Jakarta Timur yang acap dilalui, kini telah berdiri sebuah gedung olah raga (hampir jadi) yang megah dan nampak kokoh. Di sekelilingnya juga akan didirikan sarana olah raga lainnya. Kelak apabila kompleks olah raga itu selesai dan digunakan, dalam hati bertanya, “Mereka akan tergusur dan digusur. Dimana lagi mereka nanti akan dapat mengkais-kais rejeki buat bertahan hidupnya… di “jalan simpang, berliku dan kejam” yang telah dipilihnya itu? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , , | 35 Komentar