Gagasan Cerdas, Lucu dan Aneh Sekitar Wacana FaceBook Haram


Mark Zuckerberg Pendiri Facebook (www.dailymail.co.uk)

Mark Zuckerberg Pendiri Facebook (www.dailymail.co.uk)

Apabila pembaca tengah menjelajahi blog ini di malam hari, silakan mematikan dulu lampu penerangan ruangan yang tidak dipakai. Dan jangan lupa untuk mengecek pintu pagar, pintu rumah dan pintu kendaraan yang diparkir, apakah sudah terkunci dengan baik dan aman atau belum. Kekhawatiran saya, pembaca sedang asyik berselancar di dunia maya; kendaraan yang sedang diparkir di dunia nyata raib entah ke mana tanpa pembaca menyadarinya! Sedangkan bila pembaca punya anak kecil dan terbangun sembari menangis, tinggalkan blog ini dan tenangkan si anak dulu, buatkan susu anaknya, perkaya wawasanya dengan bercerita hingga ia dapat tidur nyenyak kembali. Setelah beres, silakan pembaca berselancar kembali.

Oya, siapkan juice buah menyegarkan dan camilan renyah secukupnya di samping komputer atau notebook agar pikiran pembaca ikut segar sebelum membaca detail postingan di blog ini selengkapnya. Mari kita mulai.

Dari 3 (tiga) mailing list yang saya ikuti, masing-masing MediaCare, Forum Pembaca Kompas dan Kahmi Pro Netework, komentar-komentar yang berkaitan dengan wacana haram situs jejaring sosial FaceBook saya rasa perlu dibagi (share) di blog ini. Gagasan-gagasan yang muncul atas wacana tersebut sangat menyegarkan.

Nama-nama penggagas di milis ada yang saya tulis lengkap dan ada pula yang ditulis inisialnya saja. Terlepas dari sebetapa kontroversialnya gagasan yang muncul, anggap saja postingan ini sebagai katalis (pelepasan) kepenatan di akhir pekan.

Komentar terbanyak diduduki oleh milis MediaCare. Disusul Kahmi Pro Network, dan terakhir Forum Pembaca Kompas.

Di milis Kahmi Pro Network, saudara Marhum Mochtar menulis dengan mengutip tulisan kawannya Prof Nadirsya Husein. Prof Nadirsya menulis, “Sebagai pecinta fiqh, saya berhasil menemukan 10 alasan FaceBook diharamkan.” Selanjutnya dikatakan, FaceBook itu:

1.   Produk Yahudi.. Inga…inga founder FaceBook itu keturunan Yahudi.
2.   Tidak mencantumkan kolom isteri lebih dari satu, poligami jadi haram.
3.   Membuat para santri mem-poke kiai ketimbang mencium tangan kiai
4.   Mengganti kitab kuning menjadi kitab wajah (FaceBook).
5.   Menampilkan foto atau gambar makhluk hidup padahal foto itu dilarang agama.
6.   Mengganti senyum yang bernilai sedekah dan mengandung pahala hanya dengan tanda :).
7.   Menjadikan FaceBook sarana kampanye padahal agama melarang untuk memilih orang yang menyodorkan dirinya untuk dipilih.
8.   Membuat kantong kering karena maksa beli Blackberry biar bisa meng-update status saat belanja di pasar.
9.   Memamerkan kemesraan suami-isteri di FaceBook karena makin banyak pasutri yang mengirim puisi untuk pasangannya.
10. Mengucapkan selamat ultah padahal agama tidak pernah mengajarkan merayakan ulang tahun.

Saudara Marhum mengakhiri postingannya dengan sedikit berkelakar, “Bid’ah la yauw. Gitu aja kok repot. Hahahaha. Bagimu agamamu; bagiku FaceBookku.”

MediaCare, sebuah mailing list dengan anggota lebih dari 10.000 orang dan didirikan pada 23 Mai 2001, lontaran gagasan yang muncul dari anggotanya cukup banyak. Beragam pula pemikiran yang muncul. Milis ini diperuntukkan sebagai ajang komunikasi untuk masyarakat pengelola dan pemerhati media massa, penerbit, praktisi periklanan dan komunikasi pemasaran, praktisi kehumasan (PR), pengamat dan peminat lainnya. Bila pembaca ingin bergabung ke milis tersebut, silakan kunjungi dan mendaftar serta klik tautan ini MediaCare Yahoo Groups.

Posting pertama diawali oleh HH. Ujarnya, “Siang ini saya lihat berita di TV; para ulama di Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram penggunaan Facebook, karena berpotensi mengundang perzinahan! Alhamdulillah… mungkin saya lebih baik berzina melalui FaceBook (walaupun saya belum tau caranya), daripada berpoligami (tapi nggak dapet-dapet!). Atau, mungkin saya harus belajar dari para ulama; gimana caranya berzinah melalui FaceBook? Mohon petunjuk….” Posting HH itu ditimpali anggota lainnya seperti RA, K46, WE, LL, NS, Y, DM dimana tidak saya kutip komentarnya lantaran “agak keras” dan mungkin menyinggung kalangan ekstern.

Sedangkan MS dengan nada bertanya berujar, “He he he … dunia ini makin aneh saja ya. Kalau mau berzina kok di FaceBook? Bagaimana dengan handphone? Alat komunikasi ini lebih praktis menggundang orang ke arah perzinahan … Sms atau telepon, lalu janji dimana … Kok tidak pernah ada yang mengharamkan pakai HP?” Sementara IR juga dengan nada gemas bertanya, “Mungkin mereka (para ulama) perlu sign up di  FeceBook supaya tahu apa sebenarnya aktifitas kita.”

Komentar lain yang segar, lucu dan aneh datang dari RA. Pada 27-5-2009 ia mengungkapkan pendapatnya di MediaCare, “Rekan-rekan milis, saya sangat setuju bila segera dibuat fatwa haram terhadap pengguna facebook. Melalui surat terbuka ini saya juga mengusulkan demi terciptanya kedamaian keluarga dan sebagai umat beragama bahwa segera dikeluarkan fatwa untuk melarang umat beragama memiliki mobil dan motor dan rumah. Karena mobil, motor dan rumah telah terbukti sebagai sarana melakukan perselingkuhan, perkosaan dan perzinahan.  (1). Dengan adanya motor, tentu dengan mudah dan cepat menuju ke tempat perselingkuhan dan melakukan perzinahan. (2). Dengan adanya mobil, memungkinkan melakukan perzinahan di dalam mobil terutama saat-saat memanfaatkan waktu luang. (3). Dengan adanya rumah, ini adalah tempat yang nyaman dan aman untuk melakukan perselingkuhan, perkosaan dan perzinahan.” Tidak lupa RA berharap, “Maka saya berharap para pemuka agama (bersama saudara2, sanak famili, sepupu dan keturunannya) dapat menjadi contoh dan tauladan dengan merintis tidak boleh menggunakan dan memiliki motor, mobil dan rumah, baik atas nama pribadi maupun atas nama orang lain. Dengan demikian kita semua telah mendukung program kehidupan yang lebih baik dan beragama tanpa motor, tanpa mobil dan tanpa rumah.” Ia akhiri komentar panjangnya dengan menandaskan agar, “Usul fatwa ini mohon segera ditandatangani untuk disetujui.” Sementara itu, KP ikut menimpali postingan itu dengan pernyataan singkat, “Heehehheheheh….ono-ono wae donyo iki (catatan admin blog: bahasa Jawa yang artinya ada-ada saja di dunia ini, sambil menyelipkan promosi)……”lanjutkan” kata SBY.” Sedangkan UR tergelitik oleh usulan RA, ia nimbrung berkomentar, “Ahaaaa…! Ini usul yang dikemukakan Bung Roy Agusta sangat hebat. Saya sangat nian setuju banget sekali. Di samping mobil, motor, dan rumah, perlu juga ditambah fatwa haram untuk “pakai celana”. Sebab dengan memakai celana, orang-orang yang berlawanan jenis cenderung suka mengintip karena pingin tahu ada apa di dalamnya, dan bagaimana bentuknya, sehingga merangsang adanya perselingkuhan. Jadi mending lepas saja semua, dan kita kembali ke alam bebas pada zaman paleolitikum atau sebelumnya. Pada zaman itu, tidak ada fatwa haram karena tidak ada perselingkuhan.”

100 % Halal (www.mediamatic.net)

100 % Halal (www.mediamatic.net)

Di samping komentator-komentator diatas, ada YSM yang tampil dengan komentar teduh bak ulama. Kata YSM di MediaCare pada postingan 28-5-2009, “Kalau tidak salah ingat menurut tausyiah yang pernah saya dengar bahwa adanya segala macam mudharot termasuk perzinahan adalah tergantung dari 3 syarat : (1). Niat, (2). Tempat, dan (3). Sa’at. Syarat ke 2 dan ke 3 adalah unsur sarana dan pasif, syarat ke 1 adalah unsur yang aktif. Bila hanya ada unsur 2 dan 3 saja maka tidak akan terjadi sesuatu, tetapi bilamana unsur ke 1 ada maka unsur 2 dan 3 bisa dicari, “betul”? Oleh sebab itu segala sesuatu adalah muncul dari niat, halal dan harampun akarnya adalah dari “Niat”. Kalau niatnya ada maka akan muncul upaya untuk melakukan, upaya untuk mencari saat, upaya untuk mencari tempat untuk melaksanakan niatnya itu, ”betul”? Oleh sebab itu bersihkanlah Niat maka bersihlah iklim sosial dan iklim moral… itulah fungsi hakiki agama, tuan-tuan. Kalau fungsi itu hilang maka iklim sosial dan iklim moral akan lebih baik di kalangan sekuler yang bersih niatnya, atau bahkan di kalangan komunis yang nggak pakai agama sekalipun.”

Akhirnya di milis Forum Pembaca Kompas (silakan daftar dengan mengklik tautannya), saudara Muhammad Andri Budiman pada postingan 29-5-2009 mengutip sumber di situs Banjarmasin Post. Berita di situs harian tersebut  sebagai berikut: Ijtima beberapa pihak soal fatwa haram situs jejaring sosial, FaceBook, dimentahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. MUI menilai, tidak ada alasan mendasar untuk dikeluarkan fatwa haram jika jejaring sosial ini mengandung banyak manfaat bagi umat. “Kalau lebih banyak manfaat untuk orang lain seperti untuk berdakwah, menyambung tali slaturrahmi, kenapa harus diharamkan?” ujar Ketua MUI, Cholil Ridwan.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Petak Ide dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Gagasan Cerdas, Lucu dan Aneh Sekitar Wacana FaceBook Haram

  1. Fanda berkata:

    Salam kenal ya, mas Dwiki!
    Menarik sekali membaca tanggapan banyak org ttg fatwa haram Facebook itu. Tp, akhirnya kan MUI sdh mengklirkan bhw Facebook ga haram kan?
    Aku rasa Facebook yg seblm gonjang-ganjing fatwa haram itu sdh mulai beken, akan menjadi semakin beken setelah kehebohan itu. Org yg sebelumnya blm pake FB mungkin akn segera buka account tuk melihat ‘kenapa sih FB dianggap haram, ada apanya toh?’.

    Semoga masyarakat kita semakin dewasa utk terus mengikuti perubahan jaman sambil tetap menjaga iman…Semoga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s