Anas Urbaningrum: Politisi Santun Partai Demokrat


Anas Urbaningrum (tengah) di Acara Studi Nasional Mahasiswa Indonesia April 1998 (dok pribadi)

Anas Urbaningrum (tengah) di Acara Studi Nasional Mahasiswa Indonesia April 1998 (dok pribadi)

PASCA pemilihan umum legislatif 9 April 2009 ini, wajah Ketua Bidang Politik DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum acap terpampang di layar televisi. Pernyataan dan komentar-komentarnya pun setiap hari menghiasi rubrik politik di media cetak nasional maupun daerah.

Bagi redaktur liputan media cetak atau media elektronika, lonjakan perolehan suara Partai Demokrat kurang lebih 300 % pada Pemilu Legislatif dan persiapan partai tersebut menghadapi Pilpres merupakan bahan berita yang tak ada habis-habisnya untuk diulas, dikritisi dan dikomentari dari 8 mata penjuru angin perpolitikan nasional. Pada konteks inilah, Anas Urbaningrum sebagai salah satu ikon Partai Demokrat tak pelak lagi laris manis menjadi sumber beritanya.

Perannya sebagai anggota Tim Lobbying DPP Partai Demokrat dalam kerangka membangun dan memantapkan koalisi antar partai politik guna menghadapi Pilpres 2009 cukup menonjol. Pelibatan dan keterlibatan lelaki asal Srengat Blitar Jawa Timur yang pada bulan Juli mendatang baru menginjak usia 40 tahun ini dalam komunikasi-komunikasi politik dengan partai politik lain tersebut, akan semakin memperkaya kapasitas dan ketajaman naluri politik praktisnya. Dalam beberapa tahun mendatang, niscaya ia akan menjadi politisi matang dan berbobot yang akan disegani kawan maupun lawan politiknya.

Semenjak saya mengenalnya pasca Kongres ke-20 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tahun 1995 di Surabaya, tidak banyak yang berubah dari penampilan Anas Urbaningrum di panggung politik publik. Pembawaan dirinya tenang dan hangat. Malahan ada tetangga saya yang menilai ia kelihatan dingin. Mental panggungnya kuat. Gaya bicaranya sejuk, tidak meletup-letup dan nampak datar-datar saja. Namun demikian, isi pernyataan atau komentarnya bernas dan intelektual. Kesemua itu berjalinkelindan dan setarikan nafas, menjadi ciri khas personal dari seorang Anas Urbaningrum.

Coba pembaca perhatikan setiap kali Anas Urbaningrum tampil dalam siaran langsung (on air) atau siaran tunda (off air) di layar televisi. Vokal suaranya cukup renyah dan enak didengar telinga pelbagai lapisan strata sosial masyarakat. Pilihan kata atau kalimat dan penekanan kata atau kalimat yang keluar berirama, terjaga dan terukur. Langgam tutur kata yang terucap dari bibir tipis Anas mengalir santai dan apa adanya. Di panggung layar kaca, terlepas dari penilaian orang akan kelebihan dan kekurangannya, hemat saya ia tipe politisi santun Partai Demokrat yang cukup menghibur dan mencerahkan.

Trik-triknya dalam menjawab pertanyaan pembawa acara (host) atau serangan opini dari lawan bicara di televisi sangat taktis dan diplomatis. Tidak pernah kelihatan emosi. Kalaupun Anas “menyerang balik” serangan argumentasi lawan bicara, ia tetap menjaga etika bahasanya dan tetap kelihatan santun disertai sunggingan senyum. Si lawan bicara akan terpatahkan argumentasi yang coba dikemukakan tanpa ia merasa direndahkan, disepelekan apalagi dikalahkan. Pilihan kata atau kalimat yang Anas lontarkan ibaratnya pedang tajam terhunus, menohok lawan hingga terpedaya namun tidak sampai mempermalukannya. Cukup menciderai namun tidak mematikan!

Saat memimpin PB HMI Periode 1997-1999 pun, dalam catatan pribadi saya tidak pernah sekalipun terjadi faksi-faksi apalagi muncul konflik intern di kepengurusan yang diam-diam menghancurkan dari dalam. Perbedaan pendapat yang bahkan sangat tajam dalam mensikapi suatu persoaalan ekstern yang saat itu sangat kompleks memang terjadi, tapi tidak pernah memunculkan pengkubuan atau faksi (lihat postingan saya di blog personal Spirit Kekeluargaan PB HMI Era Anas Urbaningrum). Itu bisa terjadi lantaran ia mengelola organisasi dengan pendekatan humanis dan kekeluargaan serta menjaga kesetiakawanan. Tidak pernah saya saksikan ia marah atau memarahi stafnya.

Melihat karakter, kepribadian dan tipologi Anas Urbaningrum dimaksud menurut hemat saya sebaiknya pada Periode DPR-RI 2009-2014, ia tidak perlu didorong-dorong untuk menduduki jabatan eksekutif, misalnya, sebagai menteri. Atau menduduki jabatan pimpinan DPR-RI. Cukup ia berperan sebagai ketua untuk memimpin Fraksi Partai Demokrat DPR-RI sebagai fraksi terbesar di parlemen (sebagai catatan: perolehan suara yang mencontreng Anas Urbaningrum di Dapil VI Jawa Timur yang meliputi Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten/Kota Kediri dan Kabupaten Tulungagung paling tinggi diantara caleg-caleg lain yang berkompetisi di dapil tersebut)

Saya kira politisi-politisi baru Partai Demokrat yang akan duduk di DPR-RI nanti memerlukan sentuhan-sentuhan dingin Anas Urbaningrum untuk lebih meningkatkan kapasitas pribadinya. Sebagai perpanjangan tangan partai politik di parlemen, Fraksi Partai Demokrat memerlukan figur yang dapat menjaga dan menaikkan citra politiknya. Figur Anas Urbaningrum yang sudah cukup matang berpolitik ini nampaknya cocok dan pas untuk memimpin Fraksi Partai Demokrat DPR-RI.

Setelah berpengalaman di parlemen beberapa saat guna menyelami, memahami dan mendalami “hal ihwal dan sepak terjang” DPR-RI, perkara ia mau berkarier lebih jauh dan tinggi lagi di eksekutif tidak menjadi soal. Hal yang terakhir, tinggal menunggu waktu saja.

*****

DWIKI SETIYAWAN, mantan Ketua Umum Bakornas Lembaga Pers PB HMI 1997-1999.

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Pemilu 2009 dan tag , , , , . Tandai permalink.

33 Balasan ke Anas Urbaningrum: Politisi Santun Partai Demokrat

  1. jendelaopini berkata:

    Kebenaran harus tetap disuarakan, sekalipun harus terasing dalam kesendirian, jangan sampai pelaku kebatilan bebas berkeliaran sementara penegak kebenaran justru menjadi kambing hitam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s