Kekuatan Doa untuk Calon Legislator


Praying Hands credit foto:www.allposters.com

Praying Hands credit foto:www.allposters.com

KITA sebagai makhluk lemah ciptaan-Nya harus mempercayai, bahwa setelah segenap daya upaya dikerahkan dari hulu hingga hilir untuk mencapai sesuatu, muara dari usaha itu kita kembalikan ke haribaan-Nya. Allah SWT sebagai satu-satunya asa disandarkan dan keinginan ditambatkan. Jika Dia berkenan, segala harapan dan keinginan tersebut akan dikabulkan.

Dalam keyakinan agama yang saya yakini, Sang Maha Mengatur alam semesta ini menjamin bahwa jikalau makhluknya meminta sesuatu melalui doa pasti akan dikabulkan. Seketika atau tidaknya doa kita dikabulkan, sudah di luar wewenang dan kekuasaan kita. Orang beriman niscaya mempercayai akan suatu kekuatan doa.

Seseorang yang mengaku ateis sekalipun dalam situasi darurat, gawat dan mencekam serta mengancam hidup dan kehidupannya di dasar jiwanya yang terdalam tetap ada panggilan untuk mempercayai kehadiran dan pertolongan-Nya. Satu contoh, sebuah bahtera sarat penumpang yang diterpa badai dan tengah diombang-ambingkan ombak samudera di mana peluang untuk mempertahankan hidupnya sangat tipis, seorang ateis tetap berkomat-kamit mulutnya meminta pertolongan-Nya.

***

Pada Pemilu Legislatif 2009 ini, semua caleg jauh-jauh hari telah mempersiapkan grand strategy beserta penjabaran pedoman taktis guna memenangkan kursi legislator. Usaha taktis itu bukan semata-mata didasarkan oleh kekuatan besarnya dana atau besarnya peluang dukungan konstituen yang dimiliki si caleg. Atau bahkan besarnya promosi yang telah dilakukan. Lebih esensi dari sekedar dana, peluang dukungan dan besarnya promosi yakni penyiapan pengorganisasian yang baik.

Pengorganisasian yang baik juga bukan didasarkan oleh banyaknya orang-orang yang tergabung. Sedikit orang dalam suatu pengorganisasian namun cakap, tepat, trampil dan menguasai medan beserta pencapaian-pencapaian konkrit dan terukur yang telah diraih sudah cukup menentukan keberhasilan, ketimbang pengoganisasian cukup massif namun sporadis pencapaian dan hasilnya.

Setelah seluruh kemampuan dan upaya melalui pengorganisasian yang baik itu telah dikerahkan untuk memenangkan pertempuran mendapatkan kursi, hanya ada satu faktor yang akan menentukan berhasil atau tidaknya upaya itu, yakni mengharap ridho-Nya melalui doa-doa yang dipanjatkan. Doa dari dirinya sendiri, sanak keluarga, handai taulan maupun teman-teman baik yang dikenalnya. Sebagaimana saya kemukakan di atas, jika Yang Maha Menjadikan berkenan maka jadilah. Di sinilah, arti penting dari kekuatan doa.

Mempercayai akan kehadiran, pertolongan dan perkenan-Nya juga akan menghindarkan seseorang caleg untuk mengalami depresi, stres apalagi menjadi penghuni rumah sakit jiwa bila tidak jadi legislator pasca hari pemungutan suara. Lantaran ia sudah menyerahkan upaya dan usaha yang dilakukan pada Yang Maha Mengatur kesemua itu. Suatu penyerahan diri dan kepasrahan total pada Sang Pencipta.

Bila seorang caleg menang dan terpilih, karena juga ada “faktor x” dari Yang Maha Menang; dan bila caleg tidak terpilih atau kalah juga lantaran Yang Maha Tak Terkalahkan sudah menggariskan tangan bahwa momen pemilu kali ini belum saatnya. Keyakinan teguh semacam itu akan senantiasa memotivasi dan menginspirasi si caleg, untuk tetap berjuang dan mendedikasikan baktinya pada negeri baik tatkala ia terpilih atau belum saatnya terpilih.

Berkenaan dengan itu, karena tidak dapat membantu tenaga apalagi dana, hari ini saya telah mengirim short message service (sms) ke beberapa kolega yang tengah berjuang untuk mendapat tiket legislator. Baik itu di tingkat DPR, DPD maupun DPRD.

Disamping via sms, saya juga mengirim pesan melalui fitur wall (dinding) atau inbox pesan di situs pertemanan Facebook. Selain itu, tak lupa saya memposting pesan senada-seirama dan segendang-sepenarian melalui mailing list yang saya ikuti –dimana beberapa teman juga tercatat sebagai caleg.

Bunyi sms-nya antara lain, “Bapak/Abang/Ibu/Yunda … yang baik. Kami sekeluarga hanya bisa mengantar doa, semoga dalam Pemilu Legislatif di daerah pemilihan (dapil) tak ada halangan & terpilih sebagai legislator.”

Hampir semua teman yang kami kirimi pesan itu membalas. Dari yang mulai balasan pendek hingga panjang sekali. Pesan-pesan yang saya sampaikan itu dilandasi niat bersih dan suci, tidak ada suatu pamrih apapun. Setidaknya dengan pesan-pesan tersebut, saya tetap berkomitmen untuk mendukung usaha teman-teman menjadi legislator. Dukungan paling minimal melalui perantaraan doa.

Di atas segalanya, saya tetap yakin bahwa sebaris doa yang kita panjatkan untuk orang-orang yang selama ini kita kenal akan memiliki kekuatan. Di luar yang kita perkirakan. Semoga demikian adanya.

Ketimbang kita sebagai teman ikut-ikutan mencaci maki?

*****

Tulisan ini pernah dimuat di blog Kompasiana Rabu 8 April 2009.

DWIKI SETIYAWAN, seorang buruh di DPR-RI dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Pemilu 2009 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kekuatan Doa untuk Calon Legislator

  1. seribumasadepan berkata:

    apa kabar mas dwiki? moga baik ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s