Facebook: Ajang Gaul yang sedang Naik Daun


Cover Buku Berkawan via Facebook

Cover Buku Berkawan via Facebook

Yuliandi Kusuma

Berkawan via Facebook

Penyunting: Julianto

Perwajahan: Rega Alchalabi

Cetakan 1 – Jakarta: PT Prima Infosarana, 2009

96 halaman 13,5 x 20 cm Rp 25.000

Kemunculan Facebook sebagai situs jejaring pertemanan harus diakui sebagai sesuatu yang fenomenal. Sejak dapat diakses untuk pengguna di luar jaringan kampus dan di luar Amerika Serikat tahun 2006, diperkirakan tahun 2009 ini tercatat 150 juta pengguna aktif. Ia merupakan ajang gaul para netter di seluruh dunia yang sedang naik daun.

Buku ini membicarakan hal ikhwal situs Facebook dari A hingga Z. Sekalipun hemat saya diperuntukkan bagi netter pendatang baru atau para calon anggota, namun anggota yang telah tergabung dan terhubung dalam jejaring pertemanan atau social networking Facebook sangat layak untuk membaca buku ini. Lantaran dengan membaca tuntas buku ini, para pengguna Facebook dapat mengoptimalkan fitur-fitur yang ada dan memanfaatkan secara maksimal aplikasi tambahan yang telah disertakan oleh pengembang situs.

Disajikan penulisnya dengan bahasa yang mudah dicerna dan enak dibaca, halaman-halaman awal buku ini dimulai dengan pengenalan sekilas fenomena situs jejaring pertemanan yang kini semakin booming di dunia maya. Jejaring pertemanan di dunia maya telah menciptakan cara-cara baru untuk berkomunikasi dan berbagi informasi antar manusia, khususnya pengguna internet.

Sebuah layanan jejaring pertemanan bertujuan membangun komunikasi online dari orang dari berbagai minat dan kalangan, atau yang tertarik dalam mengekplorasi kepentingan dan kegiatan lain.

Sebagaimana dikatakan penulis dalam buku ini, memiliki akun di jejaring pertemanan laksana tanda pengenal (ID) akan eksistensi netter di dunia maya. “Ada semacam rumus tak tercatat dan diakui, jika ingin disebut anak gaul, beken dan popular, akun di Friendster, MySpace, atau Facebook wajib dimiliki” (halaman 8).

Dikatakan pula, pada umumnya layanan jejaring pertemanan memiliki pendekatan dan sistem yang tipikal, seperti cara untuk berinteraksi –via pesan langsung dan instant messaging– hingga fasilitas untuk membuat data profil diri. Pengguna harus mengkonfirmasi bahwa mereka dan temannya bersahabat, sebelum mereka dihubungkan atau saling mengunjungi profil. Setiap pengguna pun memiliki privasi untuk memilih siapa yang dapat melihat profil mereka atau menghubungi mereka, dan sebagainya.

Salah satu kelebihan Facebook dibanding jejaring pertemanan dunia maya lainnya, adalah fasilitas peng-upload foto. Facebook tidak sekedar menyediakan fitur untuk meng-upload foto, tetapi juga menawarkan fitur tag atau menandai orang-orang yang ada di foto itu.

Orang yang ditandai akan dikirimi pemberitahuan bahwa ada yang memuat foto berisi dirinya di Facebook. Bahkan mereka yang belum mempunyai akun di situs ini pun bisa dikirimi pemberitahuan lewat email. Kelebihan fasilitas men-tag foto inilah yang paling memancing orang-orang yang belum memiliki akun di Facebook segera tergabung dalam jejaring pertemanan ini.

Salah satu dukungan untuk foto adalah kemampuan Facebok untuk menyimpan 14 juta foto setiap hari. Kemampuan ini mengalahkan Flickr atau Photobucket yang hanya mampu menyimpan 8 juta foto setiap hari.

Menelusuri halaman demi halaman buku ini, pembaca akan diajak untuk memaksimalkan fitur-fitur dan aplikasi yang tersedia di Facebook. Dengan mengetahui cara penggunaan fitur dan aplikasi yang ada, diharapkan situs jejaring pertemanan ini tidak sekedar sebagai sarana bersosialisasi dan hiburan belaka melainkan memiliki nilai tambah bagi para penggunanya.

Nilai tambah tersebut dapat berupa pengayaan intelektual bahkan keuntungan ekonomis para pengguna. Misalnya, penggunaan aplikasi untuk menayangkan salah satu siaran berita televisi di profil akun dan aplikasi untuk berbisnis. Tinggal melihat halaman “Application Directory”, puluhan aplikasi dimaksud telah tersedia dan silakan pilih yang sesuai dengan selera.

Meskipun memudahkan bagi siapa saja untuk berteman dan membentuk masyarakat virtual, layanan jejaring pertemanan semacam Facebook tak lepas pula dari ancaman pengguna iseng dan para penjahat cyber. Oleh karena itu, pesan saya kepada para pengguna Facebook bersikaplah hati-hati dan berpikir jauh ke depan sebelum bertindak di Facebok.

Salah satu agar para pengguna tidak tergelincir oleh pengguna iseng dan para penjahat cyber, maka hemat saya membaca buku ini dari A sampai Z hukumnya sunah alias sangat dianjurkan.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Tinjauan Buku dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Facebook: Ajang Gaul yang sedang Naik Daun

  1. bursabukusolo berkata:

    Numpang Iklan
    Mau Nikah….
    Binggung cari souvenir pernikahan yang berkesan….
    Temukan cara cerdas mengajak kebaikan di : http://www.bursabukusolo.wordpress.com

    • Dwiki Setiyawan berkata:

      Silakan Bung/Mbak. Sepanjang masih bersesuaian dengan postingan, kami izinkan numpang iklannya.

      Namun kalau misal postingan soal buku, mau numpang izin iklan pakaian bayi ya tidak saya izinkan. Ha..ha..ha….

  2. Yuliandi berkata:

    Halo Mas Dwiki, matur nuwun atassanget ulasan bukunya. Maaf telat merespon (maklum habis berlibur bersama perawat-perawat 🙂 ). Salam kenal Mas

    • Dwiki Setiyawan berkata:

      Sama-sama Dik Yuliandi. Saya senang membaca buku adik tentang Facebook itu. Lebih senang lagi ternyata penulisnya adik angkatan di Komunikasi Massa Fisip UNS Solo. Kapan-kapan kalau ada “reuni” alumni Fisip UNS di Jakarta dan saya undang, datang ya. Oya kalau ada lagi buku baru yang akan diterbitkan mohon diberi informasi lebih awal.

  3. afifharsono berkata:

    makasih bang ilmunya .. ditunggu terus postingannya

  4. Slamet Mardiyono berkata:

    Salam kenal. Mohon info. Saya lagi mencari teman lama saya bernama Mulyono, alumni FISIP UNS jurusan Komunikasi Massa angkatan 82. Denger-denger sekarang kerjanya di Jakarta (redaktur sebuah Majalah). Barangkali Pak Dwiki pernah kenal atau ketemu. Terima kasih sebelumnya.

    • Dwiki Setiyawan berkata:

      Pak Slamet. Mohon maaf saya tidak banyak mengenal alumni Fisip Angkatan 1982. Bapak tinggal di mana? Ada rencana lama yang belum terealisir, alumni Fisip UNS di Jabotabek akan dihimpun dalam suatu oragnisasi/paguyuban. Namun entah mengapa hingga kini progres-nya tertatih-tatih. Terima kasih atas tanggapannya Pak Slamet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s