Kenangan HMI Cabang Solo 1: MN Si Maniak HMI


Goresan kenangan masa silam tatkala saya aktif di HMI Cabang Solo yang satu ini, merupakan ‘catatan khusus’ yang tidak boleh diulang kembali oleh kader HMI manapun. Mulai dari tingkatan pengurus Komisariat, Cabang, Badko hingga PB HMI. Karena kisah sungguh-sungguh terjadi yang akan saya kemukakan dalam postingan ini, ‘bukan pada tempatnya’ dipraktekkan.

Secuil kenangan ini sebenarnya pernah saya tulis di milis alumni HMI Cabang Solo beberapa tahun lalu. Namun karena pembaca di milis tersebut terbatas, juga karena esensi kisah ini hakekatnya menyangkut ‘etika organisasi’ HMI secara keseluruhan, maka ada baiknya juga di-share (bagikan) untuk yang lainnya.

Nama-nama orang yang terkait erat dengan kisah ini sengaja disamarkan. Ditulis inisialnya saja guna menjaga privacy, terutama pada individu yang menjadi ‘aktor utama’ kisah ini. Namun bila ada pembaca blog  mengetahui dan kenal nama lengkap dari inisial dari nama-nama yang saya tulis, bolehlah apabila dimaksudkan hanya untuk sekedar mencek akan kebenaran kisah yang saya kemukaan ini.

Alkisah, sudah menjadi semacam konvensi di HMI Cabang Solo bahwa pengurus inti (setingkat presidium) pada periode jabatan yang diemban  sunah hukumnya tinggal dan menetap di kantor sekretariat. Alasannya sangat logis, agar pengurus komisariat, anggota maupun tamu yang bertandang ke kantor sekretariat cabang dengan keperluan tertentu dapat ditemui dan dilayani keperluannya.

Pada masa kepengurusan AZ sebagai Ketua Umum HMI Cabang Solo di tahun 1993-1994, beberapa pengurus inti juga tinggal dan menetap di kantor sekretariat. Sebagaimana lazimnya sekumpulan individu menetap bersama, kadang hal-hal kecil dan sepele yang menyangkut keperluan pribadi bisa mencuat menjadi sesuatu yang besar. Dari mulai penggunaan pasta gigi, sabun colek untuk mencuci, shampo sachet untuk keramas, makan sehari-hari dan lain-lain.

Coba pembaca bayangkan! Betapa kesalnya bila kita baru saja membeli sabun colek untuk mencuci dan tidak segera memakai, tiba-tiba habis lantaran dipakai penghuni lainnya, tanpa si pemakai untuk babibu tanya, “sabun colek milik siapakah ini?”

Selain sabun colek, yang kerap jadi masalah soal pasta gigi milik seseorang penghuni yang cepat habis karena dipakai berjamaah. Soal ‘kavling’ tempat tidur yang nyaman atau pilihan saluran TV yang tiap orang berbeda-beda minatnya akan suatu program, kadang juga bisa menimbulkan masalah.

Contoh-contoh di atas itu belum seberapa. Barang sangat pribadi seperti kaos dalam dan celana dalam pun, yang baru saja kering dijemur  kadang raib entah dipakai siapa? Soal satu ini, memang  tidak ada seorangpun yang patut disalahkan. Masalahnya merk dan ukuran kaos dan celana dalam itu hampir semuanya seragam. Masak hanya untuk membuktikan siapa memakai barang siapa, masing-masing penghuni harus diinterogasi dengan cara melepas baju dan celananya! Beda dengan kemeja, t-shirt dan celana panjang milik seseorang yang berbeda satu sama lainnya karena merk, corak, warna dan ukuran.

Nah. Mungkin untuk pembeda antara barang pribadi yang nyaris seragam seperti saya sebutkan di atas, seorang penghuni yang juga pengurus HMI Cabang Solo berinisial MN, memiliki cara unik yang lain. Ia mencap dengan stempel pengurus HMI Cabang Solo bagian tertentu dari celana dalamnya!

Tak pelak lagi, perbuatan itu menimbulkan kegaduhan dan kegemparan di antara sesama penghuni. Lantaran penggunaan stempel itu di luar kelaziman dan bukan pada tempatnya!

Sampai-sampai Si MN  ‘diadili’ secara’ informal oleh hampir semua penghuni kantor HMI Cabang Solo yang beralamat di Jalan Yosodipuro Nomor 81 Solo tersebut. Namun melihat keseharian MN dalam cara berjalannya yang gontai bak macan lapar, dan raut mukanya teduh penuh iba bak orang lugu, akhirnya tidak ada seorangpun yang bersikap keras. Satu-satunya lontaran yang saya dengar, seorang penghuni dengan nada berseloroh berucap agar MN ini diberi hukuman dengan cara menstempel dahi atau jidatnya….

Sejak kejadian ‘stempel celana dalam’ itu, selama beberapa minggu berselang, para penghuni kantor sekretariat HMI Cabang Solo menjuluki MN sebagai Si Maniak HMI!

***




Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Kenangan HMI Cabang Solo 1: MN Si Maniak HMI

  1. cantique berkata:

    hahahaha lucu temenan kang dwiki…

  2. ressay berkata:

    hahahaha…cerdas tenan.

  3. mulyanto utomo berkata:

    Wah lha kuwi arep ditulis nang rubrik opo Wik? Opini dudu, berita yo wis ra aktual… dadi Jon Koplo wae kali ya…

  4. gus sholah berkata:

    AZ = adib zuhairi, MN = eng ing eng… (disunting admin)

  5. wawankardiyanto berkata:

    ra beres hahahahaha… 33x

  6. eka nada berkata:

    senyum ajah…. =)

  7. bagus berkata:

    ra nggenah blas……MOT batrane sopo iku……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s