Kegemaran Jeprat-Jepret sebagai Fotografer Amatir


Dokumentasi foto jaman pergerakan mahasiswa dekade akhir dekade 1980-an dan awal dekade 1990-an yang selama ini saya tampilkan di blog pribadi pada Kategori Jejak Langkah ini, merupakan hasil jepretan sendiri. Merupakan buah kegemaran jeprat-jepret selaku fotografer amatir. Kalau pembaca perhatikan sebagian besar mutu foto-foto yang tampil, hasilnya jauh di bawah standar. Kadang buram, kurang fokus, dan  asal-asalan (contohnya klik sini dan klik situ).

Entahlah. Sudah berpuluh-puluh roll film dihabiskan untuk jeprat-jepret, tetap saja mutu hasil jepretan masih seperti-seperti itu juga. Kayaknya saya memang tak punya naluri dan bakat sebagai Mat Kodak. Atau mungkin juga karena kamera yang digunakan juga masih jauh dibawah standar? Pertanyaan ini mah sebagai penghibur diri dan alasan klasik untuk menutupi kelemahan sendiri!

Namun demikian, yang membedakan dengan teman-teman yang lain, saya tetap suka jeprat-jepret sekalipun sudah sadar amatiran dan hasil fotonya ‘kurang bermutu’. Sementara teman-teman seangkatan jarang yang punya kegemaran memfoto kegiatan. Maunya mereka di foto saja dan menjadi modelnya. Ha..ha..ha…

Kegemaran saya aktivitas foto-menfoto dimulai sejak jaman mahasiswa di Solo akhir tahun 80-an dan awal 90 serta di Jakarta sejak 1996 hingga hingga saat ini. Ternyata kegiatan itu setelah tahunan berlalu, ada manfaatnya juga. Menemukan momentumnya tatkala orang-orang yang dulu terhubung satu sama lainnya dalam kedekatan pergaulan saling terpisahkan oleh situasi dan keadaan. Dan merindukan ‘kedekatan kembali’ sekalipun hanya melalui lembaran foto.

Dasarnya, memang naluri manusia untuk mengenang masa silam dan menyegarkan ingatan merupakan sesuatu yang alamiah. Seperti alamiahnya tatkala kita merantau nun jauh di ujung dunia, namun tetap terkenang-kenang dan rindu kampung halamann. Tidak bisa terbendung oleh rintangan apapun jua.

Melalui foto kita yang terpampang di masa lalu, ingatan akan kembali tentang diri kita di masa itu. Masa-masa manis penuh madu maupun kisah pahit bagai empedu. Kesemua berjalin-kelindan menjadi kenangan yang membekas di lubuk kalbu. Itulah mengapa, salah satu alasan orang mengikuti situs pertemanan, seperti Facebook (FB), Friendster, MySpace dan sebagainya disamping terhubung kembali dengan teman lama dan tahu seluk-beluk aktivitasnya, juga tak jarang agar teman lama kita mempublikasi foto-foto kenangan lamanya. Hal dimaksud acapkali menimbulkan ‘kegemparan’ dan ‘kehebohan’ tersendiri di antara teman yang foto dirinya ditampilkan. Dari mulai tampilan foto tentang sosok mantan pacar, keadaan fisik yang jauh berbeda dengan sekarang atau cerita seru dan romantis di balik tampilan foto itu dan sebagainya. Yang tadinya seseorang tidak berminat mendaftar sebagai anggota situs pertemanan menjadi ikut arus utama ini.

Oya, jangan perbandingkan aktivitas memotret saya jaman kamera masih pakai roll film dulu dengan perkembangan dahsyat kamera digital bahkan handphone berkamera dalam beberapa tahun terakhir ini. Perbedaannya bagaikan membandingkan langit dan bumi.

Saat ini, aktivitas potret-memotret sudah biasa dan tidak serepot jaman kamera ber-roll film. Ibaratnya hasil foto tak perlu dicetak pun tak jadi soal. Cukup disimpan di media penyimpanan misal seperti flashdisk, harddisk dan sebagainya sudah beres. Bisa pula dititipkan di situs-situs khusus penyimpan foto di dunia maya, seperti Flickr, Photobucket dan lain-lain atau didokumentasi dengan narasi singkat di blog pribadi seperti yang saya lakukan saat ini. Bisa pula di pajang di album foto di situs pertemanan seperti FB, Friendster, MySpace dan sebagainya. Perkara mau dicetak atau tidak, itu mah urusan nanti….

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kegemaran Jeprat-Jepret sebagai Fotografer Amatir

  1. Ping balik: Dokumentasi Foto Peluncuran Jurnal Madani PB HMI Periode 1997-1999 « Dwiki Setiyawan’s Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s