Hikmah Tersembunyi Menjadi Perantara Perjodohan atau Mak Comblang


PEMBACA yang budiman. Pernahkah dalam hidup anda yang hanya sekali di dunia nan fana ini menjadi perantara perjodohan atau mak comblang antar sesama teman? Jika jawabannya pernah, saya yakin bahwa dalam hidup anda ada sesuatu yang beda dibandingkan dengan yang belum pernah mengalami dan menjadi mak comblang. Lantas, seberapa pentingkah arti di saat anda menjadi mak comblang tersebut? Dan terakhir, hikmah tersembunyi apa yang didapatkan kemudian dengan menjadi mak comblang dimaksud?

Tulisan ini tidak bermaksud agar pembaca blog ini berlomba-lomba untuk menjadi mak comblang. Karena menjadi mak comblang bukan sesuatu yang mudah bagaikan membalik telapak tangan. Diperlukan prasarat-prasarat dan kualifikasi tertentu pada diri seseorang agar ia sukses menjadi mak comblang.

Prasarat dan kualifikasi menjadi mak comblang itu, antara lain: niat yang baik (sebagai ibadah),  mengenal pribadi- karakter -dapur yang mau dijodohkan, kemampuan komunikasi personal yang baik atau istilah keren anak jaman sekarang adalah gaul,  kejujuran, keikhlasan, kesabaran, wawasan luas, jam terbang tinggi dan yang hakiki adalah pribadi yang bisa dipercaya. Poin-poin yang saya rentangkan itu tidak perlu dijabarkan lebih lanjut.

Beberapa kali saya sitir di postingan ini bahwa dalam hidup seorang anak cucu Adam, yang namanya kelahiran, perkawinan atau perjodohan dan kematian adalah sesuatu yang misteri. Dikarenakan perkawinan atau perjodohohan individu itu sesuatu yang misteri, dalam pergaulan kita sehari-hari ini seseorang yang memiliki kualifikasi mak comblang tersebut harus mampu menyibak dan menembus  tabir misteri itu.  Bisa jadi, mungkin kita lah penyibak misteri itu. Dalam kerangka mempertautkan dua hati yang telah ada magnet ketertarikan dan sinyal kecocokan di dalam pergaulan keseharian  ini.

Rasa ketertarikan pada lawan jenis sejatinya merupakan sesuatu yang insting, natural, genetik, dan (dalam keyakinan agama saya) Sunatullah (sudah digariskan Tuhan). Apabila anda, misalnya,  sampai pada taraf tidak menyukai lawan jenis, saya tidak akan mengecap atau menuding anda sebagai pribadi yang aneh dan memiliki kelainan. Melainkan saya lebih cenderung mengatakan hal tersebut hanya sebagai variasi belaka. Yang boleh jadi perasaan tertarik pada sesama jenis itu disebabkan oleh sesuatu hal yang luar biasa menimpa dalam perjalanan hidup anda. Tidak mungkin, sekonyong-konyong ketika anda lahir sudah dibekali oleh Tuhan  ‘perasaan tertarik sesama jenis’ itu.

Sebab, hakikatnya (sekali lagi berdasar pemahaman religi yang saya yakini ) Tuhan menciptakan sesuatu secara berpasang-pasangan. Dalam hal Tuhan mencipta laki-laki dan perempuan sebagai pasangan antara satu dengan lainnya, sebagaimana diungkap Kitab Suci, adalah agar ia bisa menegakkan peradaban yang telah dirintis manusia sejak berabad-abad lampau, dan menjadi khalifah-Nya di muka bumi. Coba anda bayangkan jika semua laki-laki di muka bumi ini sudah tidak tertarik lagi pada lawan jenisnya?  Atau sebaliknya? Lambat-laun manusia menjadi punah, dan peradaban itu juga ikut punah.

Dalam pergaulan sehari-hari dimanapun anda beraktivitas saat ini, pasti akan melibatkan orang-orang lain. Seberapa banyak orang-orang yang terlibat dalam pergaulan itu tergantung habitat, ruang lingkup dan lingkungannya masing-masing. Di luar lingkungan beraktivitas, anda tentu juga punya lingkungan lain, juga teman-teman lain yang berbeda dan tidak terhubung satu dengan lainnya. Orang-orang yang sering kita jumpa dalam lingkungan keseharian, beberapa sudah dikenal dan saling mengenal lantaran satu unit pergaulan. Namun selebihnya barangkali hanya tahu wajah dan ciri-ciri fisik saja. Kenal selintas  namun tidak mengenal mendalam.

Tentu saja hubungan dalam pergaulan sosial (termasuk di dunia maya) yang melibatkan laki-laki dan perempuan tersebut akan melahirkan rasa ketertarikan satu sama lainnya. Tidak semua orang mampu mengungkapkan perasaan tertarik itu secara langsung. Banyak faktor yang melatarbelakangi ketidakmampuan cara dan trik pengungkapan rasa tertarik tersebut. Perasaan malu, dari awal sudah merasa takut ditolak, gengsi, ego tinggi hingga memang belum kenal satu sama lainnya.

Dalam konteks pergaulan dimana ada yang sudah kenal mendalam, kenal selintas bahkan tidak kenal sama sekali itulah arti penting perantara perjodohan atau mak comblang. Tugasnya adalah memperkenalkan. Namun tidak sekedar memperkenalkan, dan setelah itu tidak menindaklanjutinya. Dalam memperkenalkan seseorang agar dapat saling tertarik dan berjodoh, disamping si mak comblang itu tahu karakter dan kepribadian serta ‘dapur’ masing-masing, ia juga harus menjadi juru pemasaran yang baik. Dalam arti berpromosi tentang jualannya (teman yang mau dijodohkan) bahwa ‘Ia kecap Nomor 1’.

Di dunia maya, situs pertemanan semacam Facebook (FB), Friendster, MySpace dan lain-lainnya, salah satu peran pentingnya adalah sebagai perantara pertemanan. Dari orang-orang yang sudah kenal mendalam, kenal selintas dan tidak kenal sama sekali bisa dipertautkan. Namun demikian perannya hanya sebatas perantara menghubungkan saja, tidak bisa mempertautkan hati  masing-masing laki-laki dan perempuan ke jenjang yang lebih serius, katakanlah menjodohkan. Tetap dibutuhkan seseorang  yang bisa memahami samudera jiwa dan hati dari dua pribadi  berlainan jenis manusia yang sulit terpahami itu.

Sekalipun dalam hidup saya ini baru sekali menjadi mak comblang yang berhasil (karena ada juga yang gagal), dan berdasarkan penuturan beberapa sahabat yang pernah sukses juga menjadi mak comblang, poin-poin berikut merupakan hikmah tersembunyi yang didapatkan:

  • Kepuasan batin. Seseorang yang sukses mempertautkan dua hati lawan jenis hingga ke jenjang pernikahan atau perjodohan akan bersemayam dalam hatinya rasa kepuasan batin. Bahwa dalam hidupnya ia telah mendarmabhaktikan sebagian kehidupannya untuk ‘menolong’ sesamanya. Ia merasa bahwa hidupnya berguna dan berarti bagi sesama.
  • Kebahagiaan hidup. Berkaitan dengan poin satu di atas, seorang mak comblang akan merasakan kebahagiaan apabila sahabatnya bisa berjodoh lewat perantaraannya. Kebahagian itu tidak bisa diukur oleh, misalnya,  gelimang harta yang dimiliki atau ketiadaan materi yang dimiliki. Lantaran ‘prestasi’ menjadi mak comblang itu bersifat imateri. Akan tetapi, ia juga bisa mendatangkan ketidakbahagiaan apabila perjodohan itu kandas di tengah jalan. Namun tetap prosentasenya lebih besar kebahahagiaan yang telah diperoleh.
  • Persahabatan yang semakin erat. Tidak jarang, seseorang yang telah kita ‘jodohkan’ itu akan menjadi sahabat erat dan malahan seperti saudara sekandung yang kadangkala melebihi anggota keluarga kita yang lain. Seorang teman di  tempat kerja saya mencontohkan, bila ia punya hajatan tidak pernah sekalipun orang yang pernah dijodohkan itu tidak hadir. Ia bahkan bercerita, bahwa tatkala tertimpa musibah justru orang  yang pernah dijodohkan itu yang mengurus segala tetek bengeknya. Di hati saya juga teman di atas tidak pernah terlintas di pikiran untuk punya perasaan telah berbagi budi dan mengharap kembali budi baik itu tatkala berperan sebagai mak comblang.
  • Panjang umur. Perasaan-perasaan kepuasan batin, kebahagiaan hidup dan memiliki ‘teman sejati’ pada gilirannya akan membuat diri si mak comblang tersebut merasa bahwa dalam hidupnya ia ‘berguna’. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh sejumlah ahli psikologi mengenai soal ini tak pelak lagi merupakan faktor penting seseorang memiliki panjang umur, lantaran akumulasi kesemuanya itu mampu menenteramkan dan mendamaikan jiwa yang senantiasa gelisah itu. Apalagi bagi kita yang hidup di kota-kota besar dengan beragam persoalan kehidupan yang dialami.

Hal-hal lain yang belum diungkap dalam postingan ini, nanti akan saya teruskan. Mengingat saya sudah beberapa saat hari ini di dunia maya, dan harus realistik kembali ke dunia nyata. Menyelesaikan aktivitas kerja. Bergaul dengan teman dan tetangga, serta bercanda-bersendau gurau kembali dengan keluarga.

*****




Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Hikmah Tersembunyi Menjadi Perantara Perjodohan atau Mak Comblang

  1. M Shodiq Mustika berkata:

    yah, aku sudah membaca artikel mu
    manfaatkan lah, insya Allah ini bisa jadi ladang amal mu, Aamin…

  2. soraya berkata:

    boleh saya share?? terima kasih

  3. Ayya berkata:

    Aq prnh jd mak comblang tp justru yg di mak comblangi malah naksir aq.. Gmn dunk..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s