Refleksi tentang Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) – Bagian Kedua


Lanjutan Bagian Satu

Refleksi tentang Korps Alumni Himpunana Mahasiswa Islam (KAHMI) -Bagian Kedua

Oleh Nurcholish Madjid

Sejalan dengan banyak penegasan dalam Kitab Suci dan Sunnah Nabi, semua yang tersebut diatas itu merupakan urusan kita masing-masing yang paling pribadi, tanpa kemungkinan orang lain mampu sepenuhnya melongok dan mengetahuinya. Tetapi demi kejujuran kepada Allah dan kepada diri sendiri, kita harus berusaha menyadari tentang diri kita seperti adanya, dengan penuh harapan kepada Allah dan syukur kepada-Nya meneruskan mana-mana yang baik dan dengan penuh tulus-ikhlas berhenti dan menghentikan mana-mana yang tidak baik. Sebagai umat yang berpegang kepada Kitab Suci Al-Qur’an, cobalah kita renungkan sedalam-dalamnya seruan Allah dalam Surat a–Zumar/39 ayat-ayat 53-59 berikut ini:

  • Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesunguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yag Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi.
  • Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadari.
  • Supaya jangan ada yang berkata: Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (ajaran).
  • Atau supaya jangan ada yang berkata: ‘Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertaqwa.’
  • Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab: ‘Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang yang bernuat baik.’
  • Sebaliknya, sungguh telah datang keterangan-ketarangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakan lagi kamu menyombongkan diri, dan kamu termasuk orang-orang yang menentang (kafir).”

Semuanya bahan refleksi diri itu kita amat perlukan, karena dengan masuknya negeri kita ke masa reformasi sekarang ini, masing-masing kita, dalam peranan khususnya sendiri, harus menyertai seluruh bangsa untuk beranjak dan berkiprah mewujudkan cita-cita reformasi. Membangun masyarakat madani, menuju Indonesia baru. Bekal dalam menempuh perjalanan sejarah yang amat sulit itu ialah taqwa, yaitu semangat Ketuhanan, sebagaimana wasiat Allah, “Bekalilah diri kamu semua, maka sesungguhnya sebaik-baik bekal ialah taqwa. Dan bertaqwalah kamu semua kepada-Ku, wahai orang-orang yang berpikiran mendalam” (Q.S. al-Baqarah/2:197).

Tamat

Tentang Penulis: NURCHOLISH MADJID, lahir di Jombang, 17 Maret 1939 (26 Muharram 1358), dari keluarga kalangan pesantren. Pendidikan yang ditempuh: Sekolah Rakyat di Mojoanyar dan Bareng (pagi) dan Madrasah Ibtidaiyah di Mojoanyar (sore); Pesantren Darul ‘Ulum di Rejoso, Jombang; KMI (Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah) Pesantren Darus Salam di Gontor, Ponorogo; IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta (Sarjana Sastra Arab, 1968), dan Universitas Chicago, Illinois, AS (Ph.D., Islamic Thought, 1984). Cendekiawan yang acap disapa Cak Nur ini wafat pada Senin 29 Agustus 2005 Pukul 14.05 di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta. Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Meninggal dunia dalam usia 66 tahun. Pendiri Yayasan Paramadina ini meninggalkan seorang istri, Omi Komaria dan dua anak. Kedua anaknya, Nadia Madjid dan Ahmad Mikail Madjid , selama ini tinggal di Washinton dan Boston, AS.



Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Refleksi tentang Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) – Bagian Kedua

  1. Harmoko Majang berkata:

    Sebuah kebanggaan tersendiri bagi HMI krn mempunyai seorang Kader seperti Cak Nur, seorang Bapak Bangsa. semoga Hmi mampu lg mencetak yang militan seperti Cak Nur.. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s