‘Jangan Pilih Saya’, Spanduk Pesan Moral Young Happy


PadangKini.Com

credit photo: PadangKini.Com

Berita berikut kami kutip dari Situs PadangKini.Com| Selasa, 10/2/2009

BUKITTINGGI–Young Happy, 47 tahun, warga Kota Bukittinggi, Sumatera Barat punya cara unik mengingatkan pemilih di kota itu, agar memilih calon legislatif (caleg) yang tepat pada Pemilu 2009 yang akan berlangsung 9 April nanti.

Pengusaha pemilik showroom sepeda motor yang juga aktivis Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Bukittinggi itu, membuat beberapa spanduk mirip spanduk caleg dan menempelkannya di beberapa tempat yang bisa dilihat orang.

Hanya saja isi spanduk Young Happy (ini nama asli), bertolak belakang dengan spanduk sejumlah caleg minta dipilih yang bertebaran di kota itu. Spanduk Young berisi ajakan supaya ia tidak dipilih.

“Jangan Pilih Saya”, demikian judul spanduk itu. “Karena saya: bukan caleg, suka nipu rakyat, tidak pernah berbuat untuk masyarakat, suka obral janji, hobby korupsi, sangat menghormati koruptor.”

Kemudian di bawah fotonya yang terpampang, “Jangan contreng No. Urut 007, Young Happy, Dapil Minangkabau”. Tentu saja tidak ada Dapil (Daerah Pemilihan Minangkabau) di Sumatera Barat atau Bukittinggi, sebab Minangkabau adalah wilayah adat, bukan geografis. Sedangkan nomor urut 007 mengingatkan orang pada kode tokoh film James Bond.

Empat poster berukuran 2 X 3 meter dan 3 X 4 meter ini dipasang di depan empat toko pinggir jalan utama di Kota Bukittinggi, seperti di Jalan Sudirman, Pasar Banto, dan Pasar Atas.

“Saya melakukan ini karena saya lihat 70 persen caleg di Bukittinggi dan Sumatra Barat tidak layak, contohnya ada kepala daerah yang dari hasil audit BPK korupsi Rp10 miliar, tetapi masih dijadikan caleg oleh partainya, ini kan menyedihkan sekali, makanya saya buat poster untuk mengingatkan masyarakat dan partai agar jangan memilih caleg seperti saya,” kata Young, Senin (9/2).

Spanduk itu, kata Young, pesan moral kepada masyarakat agar Pemilu 2009 tidak menghasilkan wakil rakyat yang tidak diharapkan.

“Saya korbankan diri saya untuk dijelek-jelekkan, karena tidak ingin menyinggung orang lain,” ujar Young.

Menurut Young, spanduk hasil kreasinya jauh lebih efektif dibanding jika berisi “Jangan Pilih Politisi Busuk”. Ia mengaku dengan pesan yang unik itu belum ada yang marah, sebaliknya banyak yang memberikan dukungan melalui telepon.

“KPU dan Panwaslu Bukittinggi memberikan dukungan, masyarakat juga senang membacanya,” katanya.

Asraferi Sabri, pengurus bidang Pendidikan Pemilih Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kota Bukittinggi menilai, kampanye yang dilakukan Young Happy cukup efektif meng-counter spanduk-spanduk caleg yang hanya memberikan sisi positif tentang dirinya.

“Spanduk Young cukup memberi warning kepada masyarakat pemilih agar lebih selektif memilih caleg, tindakan pemberdayaan terhadap masyarakat pemilih ini mestinya dilakukan pihak indepenen lain seperti NGO dan mahasiswa agar ruang publik tak hanya penuh oleh kampanye dari caleg dan parpol yang hanya menyebutkan dirinya bagus yang bisa membuat pemilih membeli kucing dalam karung,” katanya. (yanti/syof)

Berita di atas, disusul kemudian dengan info susulan:

Spanduk Young Happy Laris, Satpol PP Menyuruh Copot

PADANG–Spanduk unik Young Happy yang mengajak orang untuk tidak memilih dirinya di Bukittinggi, ternyata laris dan mulai dipesan disejumlah pihak.

Seorang caleg di Kota Payakumbuh, misalnya, meminta agar Young mengiriminya spanduk itu untuk dipasang di sana. Selain itu kelompok pemuda Baso, Kabupaten Agam juga memesan untuk dipasang di kampung mereka.

“Ya, akhirnya saya terpaksa cetak 5 spanduk lagi seperti itu untuk diserahkan kepada pemesan,” kata Young kepada PadangKini.com via telepon, Senin (8/2).

Spanduk Young Happy dua ukuran. Ada yang 2 X 3 meter dan 3 X 4 meter. Harga per spanduk Rp300 ribu dan Rp350 ribu. Kelima spanduk baru ini dan empat helai spanduk sebelumnya yang dipasang di Bukittinggi dibiayai Young sendiri.

Alasan pihak yang ingin memasang spanduknya, kata Young, karena spanduk tersebut cukup efektif menyadarkan masyarakat untuk selektif memilih calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2009. Agar yang terpilih bukan ‘politisi busuk’ yang tidak diharapkan.

Meski spanduk ala Young Happy dipesan orang dari daerah tetangga, ternyata di Bukittinggi sendiri spanduknya mulai membuat gerah Pemko Bukittinggi.

“Pemilik toko di Jalan Sudirman Bukittinggi yang memajang spanduk saya sudah diimbau Satpol PP agar menurunkan spanduk itu dengan alasan tidak ada izin,” kata Young, Senin (9/2).

Tak hanya itu, kata Young, pemilik toko yang kebetulan juga pegawai negeri dipanggil Sekda Pemko Bukittinggi. (yanti/syof)


Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Pemilu 2009 dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke ‘Jangan Pilih Saya’, Spanduk Pesan Moral Young Happy

  1. abR berkata:

    hehehe, cara yang bagus buat ngingetin rakyat milih caleg. ijin post di blog saya bang

  2. Sapto berkata:

    Orang pintar, gk milih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s