Sosialisasi Pemilu Legislatif 2009 di Tingkat Rukun Tetangga


Tidak seperti biasanya, Forum Silaturahmi dan Arisan Rukun Tetangga (Rt) 008 Rukun Warga (Rw) 010 Kelurahan Kalisari Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur pada Sabtu 7 Februari 2009 diisi dengan acara Sosialisasi Pemilu 2009. Terpaksa saya sendiri yang menjadi ‘Jursos’ (Juru Sosialisasi) dadakan. Di lingkungan Rt dimaksud, saya menjabat sebagai sekretaris.

Forum Rt di lingkungan tempat tinggal ini sudah berjalan puluhan tahun. Anggotanya bapak-bapak, sedangkan ibu-ibu juga punya forum tersendiri. Acara inti adalah arisan. Setiap bulan –biasanya hari Sabtu minggu pertama atau kedua– setiap anggota membayar iuran Rp 20 ribu. Perinciannya: arisan Rp 10 ribu, dana sosial Rp 5000, konsumsi Rp 1500, kas Rt Rp 2500 dan dana 17 Agustusan Rp 1000.

Dana sosial Rp 5000 itu diperuntukkan apabila ada warga yang meninggal dunia diberi santunan sebesar Rp 500 ribu dan apabila ada warga yang sakit diopname diberi santunan Rp 100 ribu. Dalam banyak hal, adanya dana sosial ini amat membantu warga yang sedang tertimpa musibah. Keberadaannya mirip-mirip dengan asuransi.

Forum Rt yang dihadiri kurang lebih 30 orang tersebut juga efektif untuk mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyangkut soal-soal kemasyarakatan. Misalnya, keamanan lingkungan, kebersihan, bahaya wabah penyakit demam berdarah, hingga informasi adanya pendaftaran mengikuti kursus di Balai Latihan Kerja (BLK) Jakarta Timur dan lain-lain.

Di samping itu, dalan Forum Rt ini menjadi wahana mengutarakan isi hati yang berkaitan dengan ‘gesekan-gesekan’ soal sepele yang menyangkut kehidupan bermasyarakat. Misalnya soal ada pendatang yang tidak melapor dalam waktu 24 jam langsung dibicarakan di forum itu. Malahan pernah berdasar laporan di forum, ada lanjutan aksi ‘menggrebek’ kos-kosan di lingkungan Rt yang ‘memasukkan’ orang sembunyi-sembunyi (kost laki-laki memasukkan perempuan yang bukan muhrimnya). Ada juga kasus sebuah rumah yang tidak mau didatangi ‘jumantik’ (juru pemantau jentik), begitu dibicarakan di forum lantas selesai permasalahannya.

Kembali ke topik bahasan. Pada forum Rt tanggal 7 Februari itu, saya hanya menyampaikan mengenai pembagian daerah pemilihan DKI Jakarta. Saya ungkapkan bahwa DKI Jakarta dibagi menjadi 3 daerah pemilihan. Daerah Pemilihan DKI Jakarta I meliputi Kodya Jakarta Timur dengan jumlah kursi DPR-RI yang diperebutkan sebanyak 6 kursi.

Daerah Pemilihan DKI Jakarta II meliputi Kodya Jakarta Pusat plus Luar Negeri dan Kodya Jakarta Selatan dengan jumlah kursi DPR-RI yang diperebutkan sebanyak 7 kuri. Dan daerah pemilihan DKI Jakarta III meliputi Kodya Jakarta Barat, Kodya Jakarta Selatan, dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan jumlah kursi DPR-RI yang diperebutkan sebanyak 8 kursi. Total kursi DPR-RI untuk DKI Jakarta yang diperebutkan sebanyak 21 kursi.

Saya katakan pula di hadapan bapak-bapak, pada pertemuan awal bulan Maret mendatang akan dibahas soal  jumlah calon legislatif  DPRD Provinsi Dapil DKI Jakarta I dan nama-nama calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Untuk anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), setiap provinsi termasuk DKI Jakarta akan diwakili oleh 4 orang wakil.

Tidak lupa saya membawa contoh surat suara dalam keadaan terlipat dan spidol berwarna.  Mula-mula saya katakan bahwa khusus warga DKI Jakarta, nanti pada saat hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tanggal 9 April 2009 akan mendapat 3 buah surat suara saat akan memasuki bilik suara untuk ditandai dan dipilih wakil-wakil rakyat yang diyakininya. Surat suara warna kuning untuk DPR-RI, warna biru untuk DPRD Provinsi dan warna merah untuk surat suara DPD. Mengingat DKI Jakarta tidak memiliki DPRD Kabupaten/Kota, maka surat suara warna hijau tidak disertakan.

Begitu contoh surat suara dalam keadaan terlipat itu saya bentangkan, banyak peserta rapat yang kasak-kusuk dan berkomentar, “besar sekali surat suaranya.”  Saya katakan, bahwa jumlah partai politik yang menjadi peserta pemilu legislatif sebanyak 44 parpol, dengan catatan 6 buah parpol merupakan partai lokal di Nangroe Aceh Darusallam. Sedangkan caleg terpilih didasarkan pada sistem suara terbanyak. Siapa caleg yang mendapat suara terbanyak dan partai politiknya memenuhi BPP (bilangan pembagi pemilih), maka dia yang akan menjadi wakilnya di lembaga legislatif.

Terakhir saya menyampaikan mengenai pemberian tanda pada surat suara. Dengan spidol berwarna yang sudah disiapkan, saya contohkan pemberian tanda contreng () satu kali pada surat suara. Boleh di kotak nomor urut atau nama caleg.

Pada acara tanya jawab, ditanyakan soal pemberian tanda yang lain misalnya silang, coblos atau garis mendatar. Saya katakan, seyogyanya kalau bisa memberi tanda contreng hal itu dihindari. Sekalipun saya katakan pula, bahwa pemberian tanda dimaksud tetap dianggap sah.

Nampaknya peserta pertemuan cukup memahami, mengerti dan puas dengan acara sosialisasi Pemilu 2009 dadakan itu. Kalau menunggu-nunggu sosialisasi dari PPS, nampaknya warga akan ketinggalan kereta. Di akhir acara, malahan saya diminta untuk sosialiasasi serupa di kalangan ibu-ibu warga Rt pada forum yang akan diadakan beberapa waktu mendatang. Nah lho?

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Pemilu 2009. Tandai permalink.

11 Balasan ke Sosialisasi Pemilu Legislatif 2009 di Tingkat Rukun Tetangga

  1. m.arif bs berkata:

    salam kenal dari saya
    mas dwiki, saya salut dengan apa mas tampilkan, bahasane enak dan pas yang dicari orang…
    saya dapat web ini waktu cari contoh surat suara.. kebetulan adik-ku jadi caleg dprd kota kediri ( namane Tri ratanawan Alfajri Caleg PPP)…
    saya baru tergelitik nulis komentar saat baca tulisan diatas, kebetulan saya pengurus rt (2004-2007 sekretaris, 2007 – sekarang Ketua RT)… kalo kegiatan rt, kira-kira sama dengan rt mas Dwiki… Mungkin dalam minggu ini, kami juga mau sosialisasi contrengan (kalo dulu istilahnya coblosan…)
    oh ya mas…. sampaikan salam kami buat bapak Irsyad Sudiro, beliau temen bapak saya (M.Amin Sudiro) dan juga teman mertua saya (H.Hamam/Hj.Lumijati) di kediri….

    M.aRIF bs

  2. Dwiki Setiyawan berkata:

    Sama-sama Pak Arif.
    Sosialisasi Pemilu Legislatif 2009 tak usah menunggu-nunggu PPS baik dari Kecamatan atau Kelurahan Pak. Apalagi menunggu dari KPUD setempat.

    Saya baca di media massa, banyak anggota KPUD yang mengeluh lantaran minimnya dana sosialisasi. Hemat saya, seandainya dana sosialisasi melimpah pun, tetap saja merasa kurang. Namanya saja manusia, selalu merasa kurang.

    Etos kejuangan orang kita memang menurun. Apa-apa diukur oleh ‘dana’. Padahal itu tidak mutlak. Dana memang penting, tapi kalau sudah ada anggarannya sekalipun minim, harusnya tak ada alasan untuk sosialisasi Pemilu 2009.

    Salam Bapak akan kami sampaikan pada Pak Irsyad Sudiro. Saya mengenalnya cukup dekat.

    Terima kasih Bapak telah berkunjung ke blog ini.

  3. Mirza berkata:

    mas minta contoh surat suara pemilu legislatif untuk Aceh dong…….

    • Dwiki Setiyawan berkata:

      Bung Mirza. Coba Bung hubungi KPUD setempat dengan membawa sebuah surat resmi permohonan.

      Blog ini mohon maaf bukan blog serba tahu. Dalam arti mengenai susunan parpol dan calegnya di seluruh Indonesia saya miliki. Dengan membuat contoh surat suara berdasarkan contoh yang telah kami publikasi, Insya Allah Bung bisa memodifkasi sendiri hal yang dimaui.

      Yang jelas, untuk Nangroe Aceh Darusallam (NAD) surat suaranya tinggal ditambah saja Parpol-parpol lokal yang ada di sana.

  4. arsita berkata:

    dari semua yang ada di atas yang paleng bagus fotonya mas setiawan tiada tara

  5. sutrisno berkata:

    Assalam mualaikum. Salam kenal mas Dwiki S, Saya warga Gresik Jawa Timur akan menanyakan sesuatu tentang ke RT an di wilayah mas. Bagaimana mas, caranya organisasi RT ini membuat blog di internet?. Apakah daftar di instansi tertentu atau kah membuat sendiri di internet ini. Kalau membuat sendiri bagaimana caranya membuat ? kalau daftar di instansi juga bagaimana caranya mendaftar ? dan untuk biaya pasang di internet berapa ? terima kasih jawabanya. Wassalam

    • Dwiki Setiyawan berkata:

      Pak Sutrisno. Bila blog saya ini menyajikan posting soal ke-Rt-an, itu hanya kebetulan kebetulan saja.

      Bila Bapak Sutrisno mau bikin blog tentang ke-RT-an, banyak pilihan tersedia gratis untuk publik. Bapak bisa daftar di situs DetikCom, yang nantinya blog Bapak berdomain …blogdetik.com; bisa lewat WordPress, nantinya blog Bapak seperti blog saya ini dan sebagainya.

      Mudah dan tinggal mengikuti petunjuk-petunjuk teknis yang telah diarahkan oleh penyedia jasa blog gratis tersebut, Pak Sutrisno.

      Saya sendiri, juga nge-blog awalnya secara otodidak, lama kelamaan pengetahuan ngeblognya semakin meningkat. Ada banyak buku tentang cara ngeblog di toko-toko buku. Silakan Bapak cari dan beli yang mana gampang petunjuk praktisnya.

      Selamat ngeblog Pak Trisno!

  6. -k- berkata:

    Salam kenal Oom Dwiki,

    Sukses buat Oom Dwiki dengan jabatan sosialnya (Pak RT; Rugi Terus, hehehehe).

    Tetapi mengenai sosialisasi pileg kemarin seperti cerita Oom diatas, saya jadi heran, Oom Dwiki dapat contoh surat suara dari mana?? Saya sebagai ketua RT (ehem…) dan anggota KPPS, pada tanggal seperti yang disebutkan cerita diatas, belum dapat tuh, contoh surat suara. Bahkan belum juga dipanggil oleh PPS untuk berkoordinasi atau apalah namanya. Jadi, gimana mau sosialisasi…

    Memang kalau ada acara2 seperti ini, Pak RT yang ketiban sampur, hehehehe….warganya gak terdaftar di DPT, di omelin. Gak pernah sosialisasi, di pisuhin…eh, giliran ditagih iuran RT, dilengosin…hahahahaha…

    Btw, kayaknya enak nih, bikin situs jejaring RT… ;;)

    Salam,
    -rZ-

  7. DODIK SAFITRI berkata:

    salam kenal

    Ada banyak permasalahan kecil di sekitar kita bisa menjadi besar apa bila kurangnya perhatian serta keperdulian kita bersama.
    Barangkali ada yang memiliki buku panduan ke RT an bisa minta tolong copynya

    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s