Penganugerahan Yudhie Haryono Fellowship


Herdi Syahrasad & Yudhie Haryono

Herdi Syahrasad & Yudhie Haryono

Sabtu siang lalu 31 Januari 2009 saya menghadiri acara Penganugerahan Yudhie Haryono Fellowship di Lantai I Toko Buku Gunung Agung Jalan Kwitang Raya Jakarta Pusat. Undangan saya dapatkan dari posting saudara Yudhie di mailing list Kahmi Pro Network. Di samping penganugerahan juga launching buku, “Perbincangan Psikologi Sufi” karya Lynn Willcox, yang diterjemahkan dengan apik oleh Evie Nurlyta Hafiah. Nama yang saya sebut terakhir, tak lain dan tak bukan istri saudara Yudhie sendiri. Jadilah, sekali mendayung dua acara sepasang suami-istri tersebut terlampaui.

Fellowship itu sendiri merupakan salah satu program dari lembaga Nusantara Centre yang dipimpin saudara Yudhie Haryono. Diselenggarakan setiap tahun sekali, dan penganugerahan kali merupakan yang pertama kalinya. Program-program lain lembaga tersebut, antara lain: riset, publikasi, relasi publik, pelatihan dan kerjasama internasional.

Acaranya betul-betul dimulai ontime pada pukul 14.30 wib. Peserta yang hadir cukup banyak, memenuhi ruangan yang berdampingan dengan ruang display buku-buku tentang Islam di Toko Buku Gunung Agung tersebut . Kebanyakan yang hadir dari kalangan mahasiswa. Saya perhatikan, beberapa orang peserta sebelum dan setelah acara menyempatkan diri melihat-lihat buku-buku  di ruang display dan tak jarang pula membeli buku yang dipajang.

Sekalipun fenomena me-launching buku di toko buku bukan yang kali pertama saya hadiri, namun dari pengamatan sepintas di atas, nampak terlihat adanya kerjasama yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisma) antara toko buku dengan event organizer. Seperti yang dilakukan saudara Yudhie dimaksud.

Yudhie Haryono Fellowship merupakan program beasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi generasi muda Indonesia dengan harapan dapat membangun minat dan bakat melalui tulisan dan pemikiran. Beasiswa ini ditujukan bagi S1, S2 dan S3 melalui penulisan skripsi, tesis dan disertasi. Pemenang anugerah fellowship ini merupakan orang-orang terpilih yang diseleksi secara kompeten dan profesional sebagai bibit-bit unggul bagi kemajuan bangsa.

Untuk penganugerahan Yudhie Haryono Fellowship tahun 2009 ini, sebagai penerimanya hanya ada 2 kategori yakni kategori disertasi dan kategori skripsi. Sedangkan ketegori tesis untuk S2, menurut penuturan Yudhie, dari naskah atau proposal yang masuk ke panitia tidak ada yang memenuhi syarat.

Pemenang kategori disertasi diraih oleh saudara Herdi Sahrasad, dengan judul disertasinya, “Polarisasi Sosial dan Kekerasan Politik: Sebuah Studi Tentang Kesenjangan Antara Pribumi Muslim dan Etnis Tionghoa di Indonesia Era Orde baru 1966-1998.” Saudara Herdi Sahrasad ini, saya kenal sekilas saat di PB HMI tahun 1990-an sebagai wartawan Harian Media Indonesia. Kini setelah merasa capek sebagai wartawan, Herdi Sahrasad berprofesi sebagai peneliti The Media Institute dan Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina Jakarta.

Kategori skripsi diraih saudari Titiek Handayani, dengan riset lebih lanjut dari skripsinya berjudul, “Politik Mitologi China di Balik Bisnis Etnik Tionghoa di Asia Tenggara.” Sebuah skripsi dalam rangka menyelesaikan gelar Sarjana Ilmu Politk di Jurusan Pemerintahan Universitas Gajahmada Yogyakarta. Yang bersangkutan kini merupakan wartawati di Harian Jurnal Nasional Jakarta.

Menurut Yudhie, proposal-proposal yang diharapkan masuk adalah studi atau riset mengenai bidang ilmu sosial. Dalam hal ini yang berkonsentrasi pada riset tentang sosial-politik, budaya, sejarah dan agama. Dia mengharapkan untuk tahun berikutnya akan banyak naskah masuk untuk diseleksi dan dipilih beberapa nominasi dan ditetapkan pemenangnya. Yudhie juga berjanji akan menerbitkan hasil riset pemenang fellowship dalam bentuk buku.

Ada hal lucu tatkala saya menghadiri acara itu. Sebelumnya saya tidak ‘mengenal’ saudara Yudhie. Hanya tahu namanya melalui milis Kahmi Pro Network saja. Begitu bertatap muka, saudara Yudhie menyapa saya, “Terima kasih Mas Dwiki hadir di acara saya.”  Saya juga mengatakan, “Sepertinya dulu saat di HMI pernah ketemu.” Dia lalu bercerita dirinya pernah aktif di HMI Cabang Semarang, dan pernah mengikuti Latihan Kader II (Intermediate Training) di HMI Cabang Solo. Sambil menyebutkan beberapa nama aktivis dari HMI Cabang Solo, antara lain saudara Eko Nugriyanto dan saudara Tatang Badrutamam. Termasuk dia sangat terkesan dengan Bang M.T Arifin, salah seorang pemateri di LK II tersebut.

Rumah Bang M.T Arifin di Jalan Mangkubumen Wetan Solo selama beberapa tahun digunakan sebagai homebase Kelompok Studi Mangkubumen (KSM) Solo, dimana saya pernah jadi Koordinatornya.

Ooo Aaa lah. Ternyata saudara Yudhie Haryono ini salah satu ‘teman lama’ yang hilang, dan kini sukses serta menikmati aktivitas kreatifnya. Selamat berkarya Yud!

catatan tepi:

bagi pembaca yang menginginkan informasi tentang Yudhie Haryono Fellowship, bisa menghubungi Nusantara Centre Jalan Mampang Prapatan IV/80 Jakarta Selatan 12790. Telp/Fak: +62-21-92677714, 7990375. Email: nusantaracom@yahoo.com. Situs: http://www.nusantaracentre.com.

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Penganugerahan Yudhie Haryono Fellowship

  1. Akmal B.Y berkata:

    yakin usaha sampai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s