Tiga Bulan Usia Blogku: Pencapaian dan Pengharapan


Kemarin, 28 Januari 2009 genap tiga bulan usia blog ini. Memasuki bulan keempat, teringat kata-kata Sastrawan Angkatan 45  Sitor Situmorang dari sebuah buku yang saya baca beberapa tahun silam. Untaian kata lyris yang juga pernah saya kutip pada sepucuk ‘surat cinta’ untuk sang kekasih –yang kini telah menjadi ibu dari tiga anakku. Dalam sajaknya berjudul ‘Jangan Bertanya’, Sitor menggoreskan pena: “…Manusia mengucap nama kita, Dengan air mata kerinduan, Ingin kita kembali dari seberang sana, Atau akankah kita hanya selintas kenangan?  Sepotong nama bisu di atas secarik kertas, Di sudut tercampak dan dilupakan? Bilamana hendak ke mana dan apa? … Tangan ini hanya mencatat luka, Cerita tentang bintang dan bulan purnama.”

“Bilamana hendak ke mana dan apa?”, tandas Sitor Sitomorang. Demikian pula pertanyaan serupa untuk blog yang saya geluti dan gumuli ini.

Coba perhatikan posting pertama saya di blog ini tertanggal 28 Oktober 2008, bertepatan dengan 80 tahun Peringatan Hari Sumpah Pemuda. “Blog ini hanyalah percikan di langit pikiran. Mottonya, “Pencerah Langit Pikiran”. Karena sifatnya yang hanya percikan permenungan, blog ini jauh dari idealitas pengelolanya. Dimaksudkan sebagai ajang tukar gagasan, informasi, dan kerja-kerja kreatif pikiran lainnya. Walau demikian, ke depan kami juga akan menyajikan data, dokumentasi atau apapun yang diharapkan bermanfaat bagi pembaca budiman. Sembari perlahan mempersiapkan ke arah blog yang bermanfaat bagi banyak orang itu, kami mengharap kritik dan saran yang bermanfaat pula. Salam dari kesayupan… & yakin usaha sampai.”

Sebuah posting singkat –tidak pernah dan sengaja tidak disunting kembali– namun hakekatnya berisi visi dan misi mengenai blog ini.  Salah satu kalimat di postingan tersebut, bahwa saya akan menyajikan data, dokumentasi atau apapun ‘yang diharapkan bermanfaat bagi pembaca budiman.’  Semoga kata-kata itu tetap menjadi azimat, didalam melanjutkan keberlangsungan blog ini.Sebuah idealitas dari admin blog ini.

Lebih dari pada itu, bagi saya tidaklah penting bahwa blog ini akan masuk atau tidak dalam jajaran Top 100 di Blog of the Day (botd) WordPress, baik dalam hal Top Blogs, Top Posts maupun Growing Blogs (klik http://botd.wordpress.com/?lang=id). Sekalipun dengan tiada terduga blog ini dalam dua bulan terakhir juga masuk botd WordPress. Yang jauh lebih penting, postingan-postingan di blog ini –sekalipun hanya dibaca beberapa orang saja– ia dapat meningkatkan kualitas harkat dan martabat kemanusiaan kita. Sebuah pengharapan yang absurd? Namun kita semua dapat melakukan itu dengan cara, metode dan formula yang berbeda-beda pula.

Postingan-postingan terakhir dan esok di blog ini ingin didedikasikan agar pribadi-pribadi yang membacanya juga meningkatkan kegemaran membacanya. Karena hanya dengan kehausan akan membaca, kita dapat meneguk  saripati dan madu ilmu pengetahuan. Sebagai pengobat dan penyejuk jiwa, yang pada beberapa orang di kehidupan yang kompleks ini mengalami ketandusan dan kegersangan.

Di samping itu, postingan di blog ini juga diharapkan agar para pembacanya terpacu meningkatkan ketrampilan menulis. Ketrampilan itu tidak akan sekonyong-konyong mudah diperoleh dan didapat. Ia mesti dilatih dalam pacuan berkuda dengan tulisan atau blog lain, dan senantiasa diasah dalam tungku perapian juga dengan tulisan serupa atau blog lain. Bersumberkan bahan-bahan bakar membaca…  dan membaca!

Bila lulus dalam teknik menulis dalam pacuan berkuda di atas, hanya dalam hitungan menit saja anda dapat menulis sesuatu dengan runtut dan enak penyajian. Sedangkan pedang tulisan yang diasah dan ditempa dalam tungku perapian itu, akan membuat lawan (maksud saya pembaca tulisan anda) akan berdecak kagum oleh kecemerlangan dan ketajaman pedang tulisan anda tersebut.

Kesatrianya anda sendiri. Menunggang kuda dengan tempo dan irama yang dapat anda atur sendiri, bersenjatakan pedang mengkilat diterpa sinar dan siap menghunus… berupa tulisan anda nan cemerlang dan tajam tak terperikan.

Antara tulisan dan pedang ada kait-kaitannya pula. Kaisar dan Jenderal Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa, “Tulisan bisa lebih tajam daripada sebilah pedang”. Mungkin benar juga ya.

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s