Budayakan Membaca


budayakan membaca

budayakan membaca

Tahun 1990-an, saya menjadi Koordinator Kelompok Studi Mangkubumen (KSM) Solo selama 3 tahun. Anggotanya dari berbagai kelompok mahasiswa, mulai dari HMI, GMNI, GMKI, dan PMKRI. Kelompok Studi ini kala itu termasuk sebuah kelompok studi elite dan punya nama di kota Solo Jawa Tengah.

Sekretariat dan kegiatannya diselenggarakan di Jl. Teratai VI/12 Mangkubumen Wetan Solo. Tak lain dan tak bukan, adalah kediaman Budayawan Solo M.T. Arifin.

Rutin menggelar diskusi setiap tanggal 15 dan 30, fokus utamanya kajian dalam berbagai aspek. Baik teoritik maupun kontekstual. Mulai dari membahas teori-teori Karl Marx, Paulo Freire, Antonio Gramsci hingga persoalan lokal seperti Kraton Surakarta, Lokalisasi ‘Silir’ dan sebagainya.

Yang membedakan dengan kelompok studi mahasiswa era tahun 1990-an lainnya, kurang lebih 1/3 anggotanya adalah penerima beasiswa Van Deventer Mass Indonesia (VDMI). Sebuah program beasiswa untuk kalangan mahasiswa dari yayasan yang diketuai oleh Ibu Johanna Sunarti Nasution (istri Almarhum Jenderal A.H. Nasution).

Istri saya saat itu, di samping mendapatkan beasiswa VDMI pada saat yang hampir bersamaan juga mendapat beasiswa dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Alumni-alumni KSM Solo saat ini tersebar dalam pelbagai profesi: LSM, Media Massa, Perguruan Tinggi, Lembaga Pemerintah dan swasta. Diantaranya: Wahyu Susilo (LSM buruh migran), Hening Purwati (LSM), Joni Nur Ashari (pejabat Perum Bulog), Yanuar Ahmad (pejabat Perum Bulog), Mohammad Yulianto (Dosen Fisip UNDIP Semarang), Susanto Kartubij (Dosen Fisip UNS Solo), Benny Ridwan (Dosen STAIN Salatiga), Nuruddin Tiardi (Dosen Fisip Universitas Muhammadiyah Malang), Tri Hastuti Nur (Dosen Fisip Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Budiyono (Redaktur Metro TV), Abdul Kohar (Redaktur Media Indonesia), Waskito Widi Wardoyo (Dosen Fakultas Sastra UNS Solo), Syipaul Arifin (Wartawan Solopos), Tatang Badrutamam (Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Stablitas) dan sebagainya.

Hampir setiap diskusi yang diadakan, hasil-hasilnya acap terekpose oleh media massa lokal. Hal ini dikarenakan jalinan dan hubungan baik yang dibina dengan para wartawan di kota Solo saat itu. Lagi pula setiap selesai diskusi atau kajian, pengurus sudah siap dengan ringkasan diskusi dalam bentuk press release yang siap disampaikan kepada kantor-kantor biro media massa di kota Solo.

KSM juga acap mengelar diskusi buku, dan kala itu yang masih belum umum yakni membedah skripsi anggota yang layak untuk diketahui publik. Hingga saya meninggalkan kota Solo, lebih dari 100 kali kegiatan diskusi telah diselenggarakan. Rutin diadakan tanggal 15 dan 30 setiap bulannya.

Dalam gambar di atas, kami publikasikan sebuah spanduk kenangan ‘iklan layanan masyarakat’ berbunyi, “Budayakan Membaca Sebagai Bagian Dari Gaya Hidup Anda.”

Masih relevan dengan kondisi saat ini, bukan?

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Budayakan Membaca

  1. Dengan membaca, kita akan tambah ilmu, akan tambah wawasan, dan akan bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.. 🙂

    jadikan membaca sbg gaya hidup..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s