Asal Usul Nama ‘Klatinski’ Anak Ketigaku


Asgar Haidar Klatinski

Asgar Haidar Klatinski

Seorang pembaca di blog, mungkin iseng atau mungkin serius, menanyakan perihal nama anak ketiga saya, Asgar Haidar Klatinski. Sutan Eru, demikian nickname si pengirim komentar di kategori album foto, berjudul, ‘Anakku Asgar Haidar Klatinski’, menulis,”Apa arti dari nama anaknya Om Khumis..? Maksudnya, menanyakan kok ada ‘Klatinski’-nya. Mungkin pula dikira istri saya orang Rusia atau Polandia kali.

Ngledek (tapi tepatnya bercanda lho) si penulis komentar ini. Padahal tidak ada satu pun teman-teman saya yang pernah memanggil sebutan ‘Om Kumis’.

Kalau memanggil ‘koh’ ada, karena mata saya yang memang dari sananya sipit. Kalau kebetulan ke salon untuk creambath, biasanya sich yang sering ditanyakan (sebenarnya bernada rasialis),”Ada keturunan China-nya ya Mas?” Bila saya sedang agak serius, jawabannya standar, “Saya asli Jawa, dan berasal dari Yogyakarta.” Namun kalau santai dalam suasana untuk mencairkan kebekuan komunikasi, lain lagi jawabannya. “Ya Mbak, China Hongkong. Tepatnya dari daerah Yunan tempat asal usul nenek moyang bangsa Indonesia.”🙂

Kepada Bung Sutan Eru, saya menjawab dalam balasan komentar (juga ke email pribadi yang bersangkutan) sebagai berikut, “Bang Sutan Eru yang baik. Penasaran dengan nama anakku ya. Nanti menginjak usianya yang ke-3  pada 1 Juni 2009 saya postingkan khusus di blog tentang asal usul nama itu. Asgar berasal dari bahasa Persia artinya smaller, devoted to God (diterjemahkan sendiri ya). Haidar diambil dari bahasa Arab artinya Pemberani. Klatinski artinya dari Klaten (ayahnya berasal dari kota Klaten Jawa Tengah). Dia lahir 3 hari setelah gempa bumi menguncang Yogyakarta dan Jawa Tengah (terutama Bantul dan Klaten yang parah). Rumah mertua saya di Bantul rata dengan tanah. Sedangkan rumah ayah saya di Klaten retak-retak saja. Pada saat lahir, mertua (nenek) si Asgar Klatinski kebetulan sedang di Jakarta menunggui cucunya yang akan lahir waktu itu. Coba kalau tidak ke Jakarta, dan ada di Bantul. Peluang hidup dan mati, 50 : 50. Sebagai pengingat-ingat gempa bumi di Bantul dan Klaten tersebut, maka nama belakang anakku diberi tambahan Klatinski. Kalau dia berumur 5 tahun, berarti 5 tahun pula gempa itu terjadi dan seterusnya. Ok. Semoga memuaskan. Salam kenal.”

Bukan hanya Bung Sutan Heru di atas, beberapa teman dekat juga penasaran dengan nama belakang anak ketigaku ‘Klatinski’ yang berbau-bau Rusia atau Polandia itu.

Pemberian nama belakang pada anak ketigaku juga ada sejarahnya. Sebelum menikah, saya penggemar cerita bersambung di harian Kompas tahun 1990-an berjudul, ‘Kane and Abel’ karya pengarang novel kenamaan Inggris Jeffrey Archer. Di samping terkenal sebagai novelis, Lord Archer juga seorang politikus kenamaan dari Partai Konservatif. Saat ini pembaca bisa mendapatkan cerita bersambung yang pernah dimuat harian Kompas dalam bentuk novel di toko-toko buku terdekat.

Kalau anda seorang politisi atau pengamat masalah politik beserta intrik-intrik di dalamnya, saya menyarankan untuk membaca novel-novel dan buku karya Jeffrey Howard Archer, sebagai latar belakang memahami peristiwa-peristiwa dan konteks politik yang terjadi. Diantara buku atau novel Archer, antara lain: Not a Penny More, Not a Penny Less (1976), Shall We Tell the President? (1977),  First Among Equals (1984),  As The Crow Flies (1991), The Fourt Estate (1996), The Eleventh Commandment (1998), Sons of Fortune (2002), A Prison Diary (2002-2004) dan sebagainya.

Selain Kane and Abel’, beberapa buku seperti ‘As The Crow Flies‘ dan ‘The Fourt Estate‘ ‘ karya Archer bisa didapatkan di toko buku dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Salah seorang tokoh dalam novel ‘Kane and Abel’ di atas bernama Abel Rosnovsky. Lengkapnya adalah Baron Abel Rosnovsky. Saya kagumi (dalam cerita) karena kegigihannya sebagai seorang imigran Polandia yang terlunta-lunta, kemudian hijrah ke Amerika Serikat dan sukses mewujudkan impian Amerika (American Dream) dengan menjadi Presiden Eksekutif jaringan hotel Baron di berbagai negara. Disamping itu, bumbu-bumbu kisah di novel  seperti asmara, dengan bahasa enak dicerna dinarasikan baik oleh  Archer.

Pada  awal-awal saya ‘kecanduan’ chating beberapa tahun lalu, nama Rosnovsky ini saya pakai sebagai nickname untuk ber-chating ria di internet.

Kalaupun nama anak ketiga sekarang ini Klatinski, kan tidak jauh-jauh amat dengan nama Rosnovsky. Sama-sama ada ski-nya. Dan sama-sama berbau ke-Rusia-rusian atau ke-Polandia-polandian. Sekalipun hakekatnya nama Klatinski itu nama lokal yang diberi kesan label global.

Eh, siapa tahu kalau besar nanti, mencalonkan diri sebagai Bupati Klaten Jawa Tengah setidaknya sudah punya modal dasar nama belakang yang memang asal katanya dari kota tersebut. Kalau berkampenye, kira-kira anakku Klatinski ini akan berkata,”Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Saudara-saudara sekalian. Ingatkah saudara gempa bumi yang mengguncang Klaten puluhan tahun lalu? Saya ini lahir hanya beberapa hari setelah gempa bumi itu terjadi. Makanya nama belakang saya ini Klatinski. Asgar Haidar Klatinski. Si Pemberani dari Klaten … (dan seterusnya).”

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Asal Usul Nama ‘Klatinski’ Anak Ketigaku

  1. ratna berkata:

    saya senyum2 sendiri baca nama KLATINSKI…inspiratif sekali…wah mas,kita sama2 penggemar kane and abel..bedanya mas dwiki bisa memiliki bukunya,dan saya kurang beruntung untuk mendapatkan novel tersebut…mohon infonya di mana sy bisa mendapatkan saat ini mas..karena menurut mas buku nya saat bisa didapatkan di toko buku terdekat..saya domilsili di jogja,dan hampir semua toko buku sudah saya sambangi dan hasilnya nihil…trims ms,salam tuk klatinski…

    • Dwiki Setiyawan berkata:

      Dik Ratna yang baik. Saya sudah dua kali membeli 3 Jilid Novel “Kane and Abel”. Gara-garanya pernah 2 jilid dipinjam teman, dan malah dihilangkan. Akhirnya kebingungan juga saat mau mencari novel pengganti yang sama. Akhirnya saya temukan di Toko Buku Kharisma Cijantung Jakarta Timur, dan semua novel Jilid 1 hingga 3 “Kane and Abel” itu sudah dimasukkan dalam gudang. Untung saja pramuniaga mau bersusah-susah mencarikannya. Jadi memang novel itu sudah agak susah dicari saat ini.

      Oya, terima kasih atas komennya di postingan Klatinski. Ia baru berusia 4,5 tahun namun boleh dicoba bermain catur dengan anda. Hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s