Episode 2: Spirit Kekeluargaan PB HMI Era Anas Urbaningrum (tamat)


lanjutan Episode 1

Dalam Pidato Dies Natalis ke-50 HMI pada Kamis 20 Maret 1997, di Jakarta Convention Centre (JCC) Jakarta, Ketua Umum PB HMI Taufiq Hidayat dihadapan Presiden H.M. Soeharto, para menteri kabinet, pejabat-pejabat pemerintahan baik sipil maupun militer, alumni HMI, simpatisan dan ribuan kader HMI antara lain mengatakan, “…Bagi HMI, kekuasaan atau politik bukanlah wilayah yang haram. Politik justru mulia, apabila dijalankan di atas etika dan bertujuan untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Lantaran itu HMI akan mendukung kekuasaan pemerintah yang sungguh-sungguh dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilaan. Sebaliknya, HMI akan tampil ke depan menentang kekuasaan yang korup dan menyeleweng (tempik sorak hadirin bergemuruh)”.

Catatan pribadi saya atas perhelatan akbar Dies Natalis ke-50 HMI tersebut. Pertama, belum pernah sebelum dan sesudahnya HMI menyelenggarakan acara dies natalis semegah dan sespektakuler di JCC dimaksud. Kedua, momen tersebut suka atau tidak suka merupakan puncak pencapaian karier organisasi Taufiq Hidayat di HMI dalam menggelar acara akbar. Ketiga, penampilan tiga dara penyanyi AB Three (Widi, Nola dan Lusi) yang membawakan lagu hits mereka Cintailah Aku di acara tersebut, pada hemat saya cukup mengganggu ketertiban acara. Karena banyak kader HMI yang merangsek dari belakang ke bibir panggung untuk mendekati idolanya tersebut. Bahkan ada yang sempat naik panggung memberikan setangkai bunga warna putih (adakah di antara pembaca blog ini dari HMI saat itu naik ke panggung tersebut?).

Kembali ke topik posting ini. Sekalipun PB HMI era Anas Urbaningrum sebuah era yang belum menentu dalam kancah perpolitikan nasional, namun saya mencatat nuansa-nuansa humanis dalam hubungan antar kader di kepengurusan PB HMI. Dalam kepengurusan ini, tidak saya lihat adanya faksi-faksi di internal PB HMI. Riak-riak perbedaan pendapat pasti ada, namun tidak sampai menimbulkan gelombang bahkan tsunami yang menghancurkan dari dalam.

Nuansa humanis sangat terlihat dan akan senantiasa kami kenang, yakni tatkala ada salah seorang fungsionaris PB HMI melangsungkan pernikahan. Dalam era Anas, tercatat beberapa orang Pengurus PB mengakhiri masa lajangnya, antara lain: Saan Mustafa (Ketua Bidang Perguaruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan), Mokhsen Idris Sirfefa (Wasekjen Bidang Komunikasi Umat), Ramdansyah (Departemen Hubungan Internasional), Jumaddin Bona/Jumbo (Ketua Bakornas LDMI), Suratman (Departemen Pembinaan Aparat Organisasi) dan Anas Urbaningrum sendiri.  Catatan: kalau ada yang belum disebut mohon ingatan saya disegarkan kembali.

Saan Mustafa melangsungkan pernikahan di Cilegon, Mokhsen Idris Sirfefa di Cirebon, Ramdansyah di Sukabumi, Jumaddin Bona di Bandung, dan Anas di Yogyakarta.Redaktur Pelaksana Jurnal MADANI PB HMI yang juga mantan Ketua Umum Bakornas LAPMI, M Alfan Alfian melaksanakan pernikahan pula pada Oktober 1998.

Prosesi pernikahan Anas dengan Tia tentu saja yang paling meriah. Akad nikah dilangsungkan di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Diantara pejabat dan alumni HMI yang hadir di Krapyak tersebut, seingat saya antara lain: Mantan Mendagri Syarwan Hamid, Mantan Menneg Otda Ryaas Rasyid, Andi Mallarangeng, Fuad Bawazier, Mien Dahlan Ranuwihardjo, Sulastomo, Anniswati M. Kamaluddin, Ulla Nuchrawati, Fathie Siregar, Husein Soeropranoto, Hamzah Haz, Agussalim Sitompul, Sutrisno Bachir dan lain-lain. Resepsi pernikahannya dilangsungkan di sebuah hotel berbintang di Jl Raya Yogya-Solo pada hari yang sama.

Spirit kekeluargaan PB HMI era Anas nampak tatkala para pengurus PB HMI ramai-ramai menghadiri acara pernikahan tersebut. Dengan mencarter bus atau kendaraan pribadi. Saat menghadiri acara pernikahan Saan Mustafa, setelah puas santap makan, pamitan lalu dilanjutkan rekreasi ke Pantai Carita. Sedangkan setelah menghadiri pernikahan Ramdansyah di Sukabumi, dalam perjalanan pulang ke Jakarta juga menyempatkan makan ikan bakar ramai-ramai dan seterusnya.

Forum-forum informal dan keluarga semacam di atas, pada hemat saya cukup efektif untuk mencairkan kebekuan (ice breaking) hirarki posisi atau jabatan di PB HMI. Karena dalam forum informal semacam itu antara Ketua Umum, Sekjen, Ketua Bidang, Wasekjen, Departemen dan Bakornas batasnya tipis dan cair.

Dalam forum informal itu, karena suasananya penuh dengan senda gurau, canda, dan yang easy going serta hapy-hapy maka walau diantara person-person ada perbedaan pendapat bahkan terkadang jurang perbedaan itu menganga tajam, namun sekat-sekatnya dilampaui oleh suasana santai di atas.

Kongkow-kongkow beramai-ramai diantara Fungsionaris PB HMI tidak sebatas saat menghadiri acara pernikahan saja, saya mencatat pula misalnya ‘pesta ikan bakar’ di Muara Angke tatkala Ulang Tahun Anas di bulan Juli. Atau acara-acara khusus di Ruang Rapat lantai II Diponegoro 16-A dalam rangka ulang tahun fungsionaris PB HMI era itu. Meriah, lucu, dan terkenang-kenang selalu…

Akhirnya saya sudahi catatan ringan yang melintas di langit pikiran ini. Kurang runtut, namun semoga ada sedikit hikmahnya. (tamat)

Foto-foto PB HMI Periode 1997-1999 berikut kami ambil dari koleksi pribadi. Silakan lihat dan dapat dikoleksi. Adakah foto anda didalamnya?



Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

20 Balasan ke Episode 2: Spirit Kekeluargaan PB HMI Era Anas Urbaningrum (tamat)

  1. syamsul qomar berkata:

    Dwiki, itu staf pengurus pb jaman anas banyak yg salah, yg disebut wkl sekjen sebenarnya ketua bidang, seperti ocen, ramdan itu ketua bidang hi bukan derpartemen, dan lebih salah lagi dwiki nggak nyebut2 nama yg paling keren dan perannya lumayan lah dibanding dg yang lain, he….ya itu qomar. ngak sahih cerita yg disampaikan pak dwiki ini…
    foto peluncuran jurnal madani yg pak sby pembicaranya kok ndak ada….?

  2. edi berkata:

    salam Bung!

    Alhamdulillah pada periode itu saya aktif di HMI Bulaksumur.

    Beberapa kenangan yang masih kuat di ingatan saya adalah:

    1. perayaan Dies Natalis ke 50 HMI

    2. Saya menjadi moderator ketika Bung Anas, ketum PB HMI menjadi pembicara di pembukaan LK II.

    Salam sukses!

  3. MESSIBIMA berkata:

    Wah, saya br ktmu blog ini. Ctatanx ingatkn saya akn ms lalu. Saya hdr saat hut emas itu, dr Malang Jatim, rame2 naik bus, mampr istrht d Islamic center bekasi. Suasana saat itu d ruangan kental politsnya, maklum ujung era orba, HMI hrs sdkt taktis. Salam kenal.

  4. abdullah mansur berkata:

    dokuemnnya lura biasa, tapi saya protes kenapa Ketum Badko Jabagbar tidak di tampilkan?..he he

  5. ZULFIKOR (IPIK) berkata:

    Assalamu’alaikum salam buat kawan-kawan semua, kangen saya untuk berkomunikasi dengan kawan-kawan

  6. wirdanengsih berkata:

    ass. mas dwiki, kok kenangan kohati di kongres jambi kagak ada, kalau punya di lampirkan juga, ngak ada foto nining, wirda, anik…..

  7. dek nik berkata:

    wah.. senengnya bisa liat dokumentasi ini…. jaman segitu masih SDakunya.
    jadi bisa tau para senior2 terdahulu… seru bgt,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s