Prestasi Akademis Anakku


Dua anak saya dalam hal prestasi akademis di sekolahnya termasuk lumayan baik. Kalau boleh sedikit berbangga, prestasi akademisnya sangat memuaskan. Keduanya bersekolah di Sekolah Dasar Islam Teladan PB Soedirman Cijantung Jakarta Timur.

SD Islam PB Soedirman ini termasuk sekolah ‘elite’ di kawasan Jakarta Timur, dan peringkatnya tidak jauh dari SD Lab School Rawamangun Jaktim. Saya mengatakan sekolah elite, dilihat dari tolok ukur sebagai berikut: 1. Alumni SD ini, banyak yang diterima di SMP-SMP Favorit; 2. Uang SPP-nya mahal; 3. Kalau berangkat dan pulang sekolah, banyak murid diantar jemput mobil pribadi. Untuk poin kedua, demi anak ya dicari-carikan dananya. Sedangkan poin terakhir, anak saya cukup diantar jemput ojek langganan.

Tatkala dulu masih mencari-cari sekolah dasar macam apa yang akan dimasuki anak, pertimbangan utama saya (dan istri) ada beberapa hal. Pertama, kedekatan dengan tempat tinggal. Kedua, sekolah tersebut punya track record (lulusan, kurikulum dan staf pengajar) bagus. Ketiga, sekolah tersebut memberi nilai tambah pendidikan agama anak. Keempat, lingkungan sosial sekitar sekolah sangat educated orientation.

Pilihan jatuh ke SD Islam PB Soedirman Cijantung. Karena 4 (empat) pertimbangan di atas masuk semuanya. Di SD ini, ada konvensi yang mensyaratkan setelah lulus anak khatam Al-Qur’an. Oleh karenanya porsi pelajaran agama termasuk lumayan banyak ketimbang SD Negeri dekat rumah. Demikian pula dalam hal porsi pelajaran Bahasa Inggris, 70 % lebih banyak ketimbang SD Negeri. Disamping juga ada kegiatan ekstra kurikuler setiap hari Sabtu yang bebas dipilih anak. Diantaranya: ekstra kurikuler Bahasa Inggris, Bela Diri, Paduan Suara, Musik & Marching Band, Pramuka, Seni Lukis dsb.

Kembali ke topik bahasan. Anak pertama, Chiara Sabrina Ayurani, ranking di kelasnya (Kelas V-B) tahun 2008 ini nomor 1. Anak kedua, Kevin Rizki Mohammad, juga ranking 1 di kelasnya (Kelas III-A).

Saya dan istri tidak pernah sekalipun meminta dan mengharuskan anak menjadi nomor 1 (satu). Yang sering saya ingatkan: kuasai pelajaran dengan sebaik-baiknya, dan di sekolah banyak berteman (kalau istilah populer sekarang ‘membangun jaringan’). Apalah artinya menjadi yang terbaik dan nomor satu kalau jaringan sosial (social networking) lemah? Karena saat sekarang dan di masa depan, yang menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam karier dan kehidupan bukanlah genius atau tidaknya dalam intelektual, namun seberapa kuat dan berdayaguna jaringan sosial yang dimilikinya. Di samping itu, bekal ketrampilan tertentu bagi seorang anak sudah sedari awal ditumbuhkembangkan. Memang yang ideal bagi seorang anak: prestasi akademis nomor 1, jaringan sosial kuat, dan si anak punya ketrampilan tertentu.

Walaupun sejak masuk SD para staf pengajar menganjurkan anak-anak saya masuk Kelas Khusus (sebagai persiapan nantinya masuk Kelas Akselerasi), saya berpendirian biarlah mereka tetap di Kelas Reguler. Pertimbangannya: pada usia-usia tersebut anak masih membutuhkan porsi bermain lebih banyak ketimbang berkutat-kutat pada buku pelajaran dan pekerjaan rumah yang menumpuk. Bayangkan kalau duduk di Kelas Khusus, masuk sekolah pukul 06.45 wib dan baru pulang sampai rumah pukul 16.30 wib. Kapan waktu untuk bermainnya?

Di rumah pun, hingga sekarang kedua anak saya tersebut tidak ikut les-lesan atau privat atau kursus ini-itu untuk mendongkrak prestasi akademisnya. Cukup di privat sendiri oleh kedua orang tuanya. Istri saya punya kemampuan lebih dalam hal pelajaran matematika, bahasa Inggris, fisika, kimia dan biologi (yang serba ilmu pasti). Sedangkan saya, kemampuan dan wawasannya agak lumayan di bahasa (dan sastra) Indonesia, bahasa Inggris, geografi, sejarah, serta pengetahuan umum (yang serba ilmu sosial). Disela-sela kesibukan kerja, harus tetap ada waktu untuk mengecek hasil pelajaran di sekolah anak-anak. Kalau ada yang salah-salah diberi tahu pemecahannya. Satu-satunya tambahan kegiatan anak saya selepas pulang sekolah, pada pukul 16.00 belajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) As-Sa’adah Kalisari Pasar Rebo Jaktim yang berjarak hanya 250 meter dari rumah.

Yang membedakan dengan teman-temannya di sekitar lingkungan tempat tinggal, hobby kedua anak saya membaca. Sejak mulai balita, saya acap mengajak anak-anak ke toko buku. Beberapa seri buku eksiklopedi khusus anak, saya beli dengan cara kredit (karena harganya mahal). Sebuah buku amat tebal, Kamus Visual Bahasa Inggris, sampai diganti sampul mukanya lantaran sobek dan kumal karena sering dibaca. Di rumah pun karena saya juga hobby membaca, lama kelamaan anak juga ikut-ikutan.

Klik gambar berikut…


Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

19 Balasan ke Prestasi Akademis Anakku

  1. semprul berkata:

    pak puyeng banget si tugasnya?

  2. astga berkata:

    hebat Sekali ceritanya

  3. merasika berkata:

    alhamduliah postingan bagus

  4. Chiara Sabrina berkata:

    uwaaa foto-fotonya diatas waktu aku masih kelas 5 SD, sekarang udah kelas 2 SMP haha 🙂

  5. Ikka Lusiana berkata:

    alhamdulillah jd mantap sekolahin anak2 ke sudirman,makasih infonya

  6. rahmi berkata:

    kalau SD Sudirman sama Nurul fikri bagusan mana ya? fokus saya agamanya bagus dan juga kualitas lulusannya bisa ke SMP yang bagus.mohon info yah…

  7. Anhari berkata:

    Katanya untuk di kawasan Jakarta Timur paling bagus SD Islam PB Sudirman…..Saya baru mau daftarkan anak saya disitu sih, tapi kata kawan saya yang sudah lama menetap di Dukuh, katanya swasta paling bagus SD PB Sudirman, Saya menetap di Dukuh baru 3 tahun. Sebenarnya saya juga mau daftarkan anak saya di Dukuh 09, tapi katanya masuk situ agak susah, makanya sy juga daftrakan anak saya di PB Soedirman sbg alternative.

    • dwikis berkata:

      recommended pak anhari untuk sd islam pb soedirman. kualitas bagus. saya mengikuti perkembangan didik anak-anak di situ, semasa mereka bersekolah di soedirman. saya merasakan, pendidikan umum dan agamanya untuk sekolah ini bagus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s