Mempersoalkan ‘Content Provider’ Nakal di Bisnis Selular


Jasa content provider di bisnis selular Indonesia, sudah banyak diperbincangkan orang. Hampir setiap bulannya, ada saja surat pembaca di media cetak yang mengeluhkan bisnis ‘curang’ ini. Saya menulis posting ini lantaran anak kedua saya yang masih kelas 3 sekolah dasar menangis setiap kali menerima ‘berita sampah’ di handphonenya setiap dua hari sekali. Pulsanya terkurang Rp 2000,- setiap kali menerima sms informasi ecek-ecek yang (sebenarnya) tidak diharapkan itu. Pasalnya saya hanya membatasi beaya pulsa Rp 25.000,- per bulan untuknya. Coba anda bayangkan setiap minggu terpotong Rp 6000,- yang sebenarnya cukup untuk membeli majalah anak-anak.

Setiap kali menerima sms sampah itu, kami balas dengan unreg. Memang dijawab dinon-aktifkan layanan info game (yang awalnya sekedar iseng-iseng) yang dilanggani itu. Namun anehnya tetap saja setiap dua hari sekali dikirimi sms lagi plus potongan pulsa Rp 2000,-. Hingga hari ini, customer service operator selular XL handphone anak saya tersebut belum saya hubungi. Mungkin pembaca blog ini juga punya pengalaman senada seirama dengan kasus (yang mirip-mirip) dimaksud? HP saya juga operatornya XL. Masih kadang-kadang dikirim sms dengan iming-iming tawaran layanan ini atau layanan itu. Berhubung acap saya abaikan sms semacam itu dan langsung saya delete, lama-lama kayaknya si pengirim juga capek sendiri.

Pada Temu Pelanggan Selular harian Kompas 2 tahun lalu di JCC Jakarta –dimana saya hadir– juga mengemuka persoalan tentang jasa layanan content provider ini. Hampir sebagian besar pelanggan selular yang diberi waktu bertanya oleh moderator mempersoalkan ulah content provider ini. Dari mulai susah menghentikan layanan yang dilanggani, tarif mahal hingga tega-teganya mencuri pulsa yang kita miliki. Ada hasrat para operator handphone di acara itu untuk mentertibkan kenakalan content provider, namun nyatanya hingga hari ini belum ada kemajuan berarti. Saya juga tidak tahu sejauhmana regulasi yang ada terhadap para cukong content provider ini?

Yang terpikir pada benak saya saat ini adalah bagaimana dapat bersama-sama komponen masyarakat lain yang selama ini terganggu atau dirugikan , melakukan moratorium atau petisi atau apapun istilahnya di media massa terhadap kenakalan pengusaha content provider nakal ini. Atau kalau perlu berunjukrasa memprotes operator dan penyedia layanan sms premium yang nyata-nyata topeng dari perjudian. Di televisi masih banyak iklan atas nama ramalan, jodoh, weton dsb yang ujung-ujungnya merampok pulsa. Belum lagi yang mengatasnamakan kuis, teka-teki dsb. Gimana cara mengundinya dan berapa ratus ribu sms yang masuk tak pernah disebutkan? Beda saat masih jaman undian via kartu pos (cara mengundi dan jumlah kartu pos yang masuk bisa dilihat dengan mata telanjang di televisi.

Acara Idol-idolan di televisi, seandainya dikenai tarif sms Rp 100,- (seratus rupiah) saja barangkali penyelenggara untung besar. Kalau seperti saat ini, dengan tarif layanan sms premium Rp 2000,- (dua ribu rupiah), bukankah itu namanya mendulang harta karun?

Kembali ke awal tulisan, mungkin saja postingan saya ini akibat gaptek soal reg atau unreg pokok masalah ini.

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Gaya Hidup dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Mempersoalkan ‘Content Provider’ Nakal di Bisnis Selular

  1. Turut prihatin pak,

    Mudah-mudahan kedepannya layanan yang diberikan oleh Content Provider lebih bermanfaat bagi kita semua.

    Amin

  2. edy berkata:

    content provider bermanfaat kepala kau!!
    babi!!
    gak ada content provider yg bermanfaat sampe sekarang…
    busuk semua!!
    basi infonya!
    cuihhh!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s