Cara Merasa Bahagia


Dengan berdasarkan hasil penelitian psikolog Sonja Lyubomirsky dari Universitas California Amerika Serikat, dikemukakan 8 (delapan) cara kongkret yang bisa dilaksanakan oleh setiap orang untuk mendapatkan kebahagiaan:

  1. Belajar memaafkan. Memaafkan terhadap orang yang melukai hati dan melakukan kekhilafan pada anda, tepis jauh-jauh kegusaran dan dendam kebencian anda dan kirim surat kepadanya sebagai tanda memaafkan. Jika tidak bisa memaafkan orang lain akan membuat diri kita berkutat pada tumpukan kebencian dan memendam lara di hati. Memaafkan bisa membuat anda terus maju ke depan.
  2. Cinta keluarga dan sahabat. Puas atau tidaknya kita terhadap hidup dan kehidupan, sesungguhnya tidak besar kaitannya dengan gelimang harta benda, gelar bahkan kesehatan. Faktor yang paling penting terhadap “kepuasan kita terhadap hidup” adalah hubungan antar manusia yang kokoh. Oleh karena itu perbanyak meluangkan waktu dan fokuskan pada keluarga, kerabat, handai taulan dan sahabat.
  3. Merasa berterima kasih. Setiap minggu catat 3-5 peristiwa yang membuat anda merasa berterima kasih. Hal ini bisa berupa peristiwa umum misalnya tanaman hias yang ditanam telah berbunga, bisa juga berupa hal yang lebih memiliki arti penting seperti menyaksikan anak kita yang mulai belajar berjalan.
  4. Selalu berbuat kebaikan. Bisa dilakukan dengan melihat keadaan misalnya saat antri, biarkan orang yang mengejar waktu antri di depan anda. Bisa juga dilakukan secara rutin misalnya, setiap minggu tetapkan mengantar makan malam pada tetangga miskin yang berusia lanjut. Berbuat baik terhadap teman atau orang tidak dikenal, bisa membuat diri kita merasa dermawan, memiliki kemampuan, sekaligus bisa mendapat balasan senyum, pujian dan kebaikan hati orang lain. Kesemua ini bisa membuat orang merasa gembira.
  5. Mencicipi kenikmatan. Perhatikan hal ihwal yang indah, misalnya merasakan manisnya buah rambutan, hangatnya sinar matahari. Psikolog menyarankan, tidak ada salahnya menjadikan hari-hari yang indah seperti foto yang “terukir dalam kalbu”, dan dikenang kembali di saat merasa sedih.
  6. Ada yang membimbing. Jika ada orang yang membimbing ketika hidup anda di persimpangan jalan (mengalami masalah), harus segera mengucapkan terima kasih. Semakin mendalam semakin baik, dan sebaiknya diri pribadi yang menyampaikan ucapan terima kasih tersebut.
  7. Merawat tubuh. Kecukupan tidur, rekreasi, olah raga, bermain dan senantiasa tersenyum bisa memperbaiki suasana hati. Jika acapkali melakukan hal seperti itu akan memberi rasa puas terhadap hidup anda.
  8. Menahan diri jika dilanda nasib buruk. Dalam kehidupan di dunia yang fana ini pasti ada kesulitan yang tak terhindarkan. Keyakinan beragama dapat membantu anda melalui masa-masa sulit dalam hidup. Dalam ajaran yang tertuang dalam agama Islam, misalnya, disebutkan bahwa “ sesudah kesulitan akan datang kemudahan”. Di ajaran agama lain pun, hampir kesemuanya mengajarkan “tentang harapan”. Jika kita tabah, intropeksi dan “bermetamorfose” niscaya setiap badai akan berlalu.

Dikutip dengan sunting seperlunya dari tabloid Era Baru Edisi No 07/Maret 2006

Diposting kami kategori Kata Mutiara blog ini tertulis,

“Sukses adalah mendapatkan apa yang anda inginkan; sedangkan

kebahagiaan adalah keinginan yang anda dapatkan.”
Ingrid Bergman (1915-1982)

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Cara Merasa Bahagia

  1. santo berkata:

    are you happy, then?

  2. dwikisetiyawan berkata:

    Ya Pak Santo. Saya teramat bahagia dengan jejak-jejak langkah hidup dan kehidupan yang pernah ditorehkan di masa silam. Dan Insya Allah juga ke depannya. Kalau boleh disimpulkan, intisari dari artikel ‘cara merasa bahagia’ di atas adalah berserah diri kepada Yang Maha Tinggi & Yang Maha Tak Terselami sembari menerima ‘takdir’ apapun apa adanya. Dalam kehidupan nyata, misalnya, mungkin kecantikan istri kita tidak seideal yang diangankan. Namun ternyata, anak-anak kita cerdas dan beriman lantaran didikan istri di rumah. Mungkin kita tidak kaya, namun kita jarang atau bahkan tidak pernah tertimpa penyakit yang membahayakan. Itu sekedar contoh. Kalau sikap hidup kita atau apapun yang kita lakukan dengan dilandasi ridha Allah semata, niscaya kita akan mencapai kebahagiaan.

    Demikian Pak Santo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s