Secuil Memori tentang Forum Indonesia Muda (FIM) –Part 1


Terakhir kali saya mengikuti diskusi Forum Indonesia Muda (FIM), sebuah forum kajian kerjasama Yayasan Wakaf Paramadina dan harian KOMPAS pada 13 atau 14 Mei 1998 (tanggal persisnya lupa). Yang jelas diskusinya dibatalkan dikarenakan saat itu dibanyak titik pusat ekonomi disegala penjuru Jakarta terjadi kerusuhan dan pembakaran oleh massa. Termasuk juga pembakaran dan penjarahan oleh massa di Pasar Palmerah yang hanya beberapa puluh meter saja dari Gedung Kompas Gramedia. Situasinya betul-betul mencekam, termasuk juga ‘petinggi-petinggi’ KOMPAS yang khawatir Gedung Kompas Gramedia turut juga jadi sasaran amuk massa.

Akhirnya, beberapa peserta diskusi FIM dan narasumber yang sudah telanjur datang bubar sendiri-sendiri. Yang saya ingat, seorang sohib waktu sama-sama di kepengurusan Badko HMI Jabateng, Hidayat Nur Sardini yang juga dosen di Undip (sekarang Ketua Bawaslu Pusat Periode 2008-2013) amat kecewa karena jauh-jauh datang dari Semarang diskusinya gagal.

Saya pulang jalan kaki melewati kerumunan massa di depan Pasar Palmerah yang sorak-sorak tatkala letupan-letupan api yang mulai membakar pasar itu menimbulkan bunyi keras gemeretak, dan diselingi hilir-mudik padagang-pedagang yang berusaha menyelamatkan barang-barangnya. Serta juga hilir-mudik beberapa oknum yang memanfaatkan situasi tak terkendali itu untuk menjarah barang yang bukan haknya.

Saya berhenti di sebuah halte beberapa puluh meter utara Pasar Palmerah, membeli rokok di halte itu pada pedagang asongan dan bertanya padanya,”Mengapa bapak tidak ikut orang-orang di pasar itu ambil beberapa barang elektronika?” Jawabnya,”Saya tidak mau ikutan. Sudah cukup dan bersyukur, kalau keluarga saya makan dari hasil kerja keringat sendiri!”

Yang jelas sudah gagal ikut diskusi FIM (otomatis gak dapat pengganti transport dari Kompas he..he..he… Adat kebiasaan diskusi FIM, setiap undangan mendapatkan uang transport). Akhirnya, dalam perjalanan pulang ke daerah Cijantung, dari Gedung Kompas Gramedia hingga depan Pasar Kramatjati saya jalan kaki. Dan mungkin anda termasuk yang juga mengalami pengalaman ‘jalan kaki’ tersebut.

Bersambung Part 2

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s