Episode 1: Spirit Kekeluargaan PB HMI Era Anas Urbaningrum


Tulisan ini hanya sekedar selingan, sekaligus dimaksudkan hanya untuk menyegarkan kembali ingatan saya sendiri (monitor komputer saja perlu refresh apalagi orang). Karena sifatnya yang hanya intermezzo, mudah-mudahan bisa sebagai obat pelepas ketegangan. Namun mohon maaf, bila catatan ini kurang runtut.

Kita mulai saja memoir ringan humaniora ini dengan kisah saat saya di PB HMI era Anas Urbaningrum….

PB HMI Periode 1997 – 1999 di masa Anas Urbaningrum, saya istilahkan sebagai periode pancaroba reformasi. Karena dalam periode ini, terjadi momen besar peralihan kekuasaan dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Sebuah era penjungkirbalikan secara dramatis dalam segala lini hal. Sesungguhnya yang terjadi bukan hanya sekedar reformasi namun sebuah revolusi terkendali.

Kisah-kisah seputar peralihan kekuasaan tersebut sudah banyak dibukukan oleh para aktivis pergerakan mahasiswa jaman itu. Rentetannya meliuk-liuk panjang dan topiknya. melingkar-lingkar tak keruan. Tentang harga susu melambung tinggi, antrian sembako, kejatuhan rupiah, program nasi bungkus warteg Mbak Tutut, likuidasi bank, demonstrasi dan tertembaknya mahasiswa, pembakaran dan lautan api Jakarta, penjarahan, rencana aksi demo Amien Rais di Monas, pembentukan komite reformasi, pendudukan gedung DPR oleh mahasiswa, ultimatum Harmoko, surat pengunduran diri beberapa menteri, berhentinya Pak Harto, naiknya Pak B.J. Habibie dan sebagainya. Saya sendiri melalui catatan intermezzo ini, berharap Saudara Anas Urbaningrum berkenan dan sudi serta meluangkan waktu menulis buku kenang-kenangan versi HMI di seputar momen akbar tersebut.

Oya, masih segar dalam ingatan saya, setahun sebelum kejatuhan Pak Harto, HMI rasanya baru saja melangsungkan dies natalis-nya ke-50 yang megah dan spektakuler di JCC Senayan Jakarta. Banyak alumni HMI yang hadir (dan tentunya turut menyumbang dana). Ribuan kader HMI dari berbagai cabang dikerahkan hadir ke Jakarta. Transportasi bus pulang pergi dan penginapan ditanggung PB HMI. Dan yang juga penting, semua kader HMI mendapatkan baju batik berwarna hijau tua (catatan: baju batik bersejarah milik saya masih tersimpan di rumah mertua di Bantul Yogya). Tidak kalah penting pula, hampir semua fungsionaris PB HMI saat itu mendapat ‘proyek’ pengadaan bus, baju batik, akomodasi penginapan dan tetek bengek lainnya. Saya masih ingat beberapa nama fungsinaris PB HMI ini yang mendapat ‘proyek’ Dies Natalis HMI ke-50 ini. Namun menyebut hanya beberapa saja, dan yang lain tidak disebut rasa-rasanya hal tersebut kurang elok. Soal cipratan rezeki proyek dies ini, ada Wasekjen PB HMI saat itu, selepas acara dies natalis HMI ke-50 membeli komputer lengkap dan lemari es/kulkas untuk digunakan bersama pada kontrakan di daerah Menteng Sukabumi. Ha..ha..ha.

[catatan tambahan: kalau bicara lemari es/kulkas di kantor PB HMI Diponegoro jaman itu. Boleh percaya atau tidak: kadang kalau sedang kehabisan air putih dingin, pengurus PB HMI Kelas Bis 213 (maksudnya kemana-mana naik bis nomor 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol) yang baru saja hunting alumni dan bermandikan peluh, air yang baru saja mendidih pun dituang dalam gelas/cangkir langsung dimasukkan lemari es. Maksudnya biar cepat dingin dan segera diminum. Glegek, glegek … mak nyes. He..he..he.]

Di perhelatan akbar Tahun Emas kelahiran HMI tersebut, Pak Harto hadir memberi sambutan. Dan, Ketua Umum PB HMI saat itu Taufiq Hidayat (kini anggota Komisi XI FPG DPR-RI) membacakan pidato politik dengan statement cukup keras pada masa itu menyentil pemerintahan Orde Baru.

bersambung ke Episode 2

DWIKI SETIYAWAN

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Episode 1: Spirit Kekeluargaan PB HMI Era Anas Urbaningrum

  1. yudi badriani berkata:

    ass.wr.wb.salam sejahtera semoga kiprah HMI dlm memajukan bangsa dan negara ini dapat diterima masyarakat tanpa mengurangi semangat utk mengkritisi pemerintah agar tetap berjalan dalam koridor konstitusi. Buat mas anas urbaningrum mudah2an dpt membawa gerbong partai demokrat sebagai wadah aspirasi rakyat dan peka terhadap segala penderitaan rakyat..selamat berjuang!..jazakallahu khoir..sukron.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s