Arsip Tag: Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum Raih Suara Terbanyak Munas Bersama KAHMI

KETUA Bidang Politik DPP Partai Demokrat yang juga Ketua FPD DPR-RI, Anas Urbaningrum, terpilih sebagai salah satu dari enam orang Pimpinan Kolektif Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (PMKN KAHMI). Anas meraih suara terbanyak, 413 suara dalam Munas Bersama KAHMI yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Sahid Jakarta (9-10/10). Lima Pimpinan Kolektif lainnya, berdasarkan urutan perolehan suaranya masing-masing: Viva Yoga Mauladi (326 suara), Abidinsyah Siregar (326 suara), Harry Azhar Azis (260 suara), Mubyl Handaling (250 suara), dan Tamsil Linrung (206 suara). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , , , , | 9 Komentar

Foto Teman-temanku di Top 10 Hasil Pencarian Gambar Google

MENJELANG usia satu tahun blog personal dwikisetiyawan.wordpress pada 28 Oktober mendatang, iseng-iseng saya mengetikkan nama-nama yang melintas di langit pikiran pada Pencarian Gambar Google: Chappy Hakim, Prayitno Ramelan, Linda Djalil, Pepih Nugraha, Iskandar Jet, Ichwan Kalimasada, Eko Eshape dan lain-lain. Saya gembira alang kepalang, hasil pencarian gambar dengan rujukan ke blog personal itu masuk Top 10 Google. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Petak Ide | Tag , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Misi Khusus Anas Urbaningrum Sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR

Banyak orang setelah Partai Demokrat sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2009 berspekulasi Anas Urbaingrum akan menduduki posisi sebagai menteri atau pimpinan DPR-RI. Lantas, adakah yang salah dengan penunjukan SBY kepada Anas tersebut? Mengapa ia hanya ditempatkan sebagai Ketua Fraksi DPR-RI? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Politik Nasional | Tag , , , , | 1 Komentar

Menatap Wajah Sejarah Kemerdekaan Indonesia dalam Puisi dan Lukisan (1)

Works of arts in this collection is a mirror through which we look at and contemplate on the history of Indonesian independence. In Words In Colours, a collection of poetry and painting reproductions by 50 Indonesian poets and 50 painters, is a subtle expression depicting various phases of the life of the Indonesian people from pre-Independence up to the present. (Karya seni dalam kumpulan ini merupakan cermin tempat kita menatap dan merenungkan wajah sejarah kemerdekaan Indonesia. Buku ini, Ketika Kata Ketika Warna yang merupakan kumpulan puisi dan reproduksi lukisan karya 50 penyair dan 50 pelukis tanah air, adalah ungkapan halus dan dalam yang bicara serta menggambarkan berbagai fase kehidupan manusia dan masyarakat Indonesia dari masa sebelum Proklamasi Kemerdekaan sampai kini). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bilik Sastra | Tag , , , , , , , , , | 2 Komentar

Nurcholish Madjid Memorial Pictures

NURCHOLISH MADJID, lahir di Jombang, 17 Maret 1939 (26 Muharram 1358), dari keluarga kalangan pesantren. Pendidikan yang ditempuh: Sekolah Rakyat di Mojoanyar dan Bareng (pagi) dan Madrasah Ibtidaiyah di Mojoanyar (sore); Pesantren Darul ‘Ulum di Rejoso, Jombang; KMI (Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah) Pesantren Darus Salam di Gontor, Ponorogo; IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta (Sarjana Sastra Arab, 1968), dan Universitas Chicago, Illinois, AS (Ph.D., Islamic Thought, 1984).

Cendekiawan yang acap disapa Cak Nur ini wafat pada Senin 29 Agustus 2005 Pukul 14.05 di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta. Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Meninggal dunia dalam usia 66 tahun. Pendiri Yayasan Paramadina sekaligus Rektor Universitas Paramadina ini meninggalkan seorang istri, Omi Komaria dan dua anak. Kedua anaknya, Nadia Madjid dan Ahmad Mikail Madjid , selama ini tinggal di Washinton dan Boston, AS.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , | 2 Komentar