Bosan dengan Kompasiana…

Screenshot Kompasiana

Screenshot Kompasiana

Entah mengapa dan kenapa, akhir-akhir ini saya merasa bosan dengan Kompasiana. Lebih tepatnya yakni  suatu kejenuhan. Beberapa jawaban atas “kejenuhan” saya dimaksud akan pembaca temukan setelah membaca larik-larik kalimat berikut nanti. Hampir tiap hari, saya baca di surel (surat elektronika) atau email pemberitahuan otomatis dari admin Kompasiana tentang komen baru artikel yang ditulis atau pesan di dashboard. Pula goresan sapaan di akun profil. Namun itu tidak menggerakkan hati saya untuk segera bergegas login di Kompasiana. Tidak seperti awal-awal kala Kompasiana hadir dengan perwajahan baru. What’s wrong with me?

Admin saudara Nurul, barangkali jadi saksi hidup bahwa saya termasuk salah satu “kalong” (sebutan blooger yang kuat melek hingga dinihari) Kompasiana, tatkala blog ini tampil dengan perwajahan baru beberapa waktu silam. Saudara Nurul pernah komen singkat soal tersebut. Mulai ngeBlog menjelang tengah malam hingga menjelang Shubuh tiba, beberapa kompasianer sepeti Inge, Edi “Giant’ Sembiring, Katedra Rajawen dan lain-lainnya meramaikan “chating” di Kompasiana. Suatu pembicaraan lewat kolom komentar yang kadangkala tidak ada hubungannya dengan suatu postingan.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , | 17 Komentar

Support Kontes SEO Astaga.com Lifestyle on the Net

Traveling and Leisure Lifestyle (Koleksi Pribadi)

Traveling and Leisure Lifestyle (Koleksi Pribadi)

Gaya hidup internet menggambarkan gaya hidup modern yang sarat dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Di mana-mana, teknologi informasi dan komunikasi dibuat untuk memudahkan aktivitas kita. Menjadikan sesuatu yang tadinya sulit dan tidak terjangkau menjadi mudah dan terakses. Kehadirannya di sini berperan mengefisienkan segala sesuatu yang kita lakukan dengan satu tujuan: mencapai produktivitas maksimum. Dalam arti, memperoleh hasil sebesar-besarnya dengan resiko sekecil-kecilnya.

Dalam kaitan itu, kehadiran situs portal Astaga.com dengan jargon baru Astaga.com Lifestyle on the Net,  ingin menancapkan citra kepada konsumen dunia maya bahwa kehadirannya didedikasikan dalam rangka meningkatkan pemahaman, penghargaan dan adopsi gaya hidup internet. Kelahiran kembali situs portal tersebut dengan mengusung merk baru Astaga.com Lifestyle on the Net, dapat diartikan pula ia hadir untuk menjawab kehausan konsumen akan informasi lengkap tentang gaya hidup di dunia maya. Sekaligus pula Astaga.com ingin mengambil posisi utama dan berbeda dengan situs portal lain di Indonesia yang tengah menjamur saat ini.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Petak Ide | Tag , , | 3 Komentar

Hasil Kerja 27 Tahun Lenyap dalam Sekejap

ESTHER NURYADI, salah seorang nasabah Bank Century Cabang Kelapa Gading Jakarta sejak tahun 2002, kaget alang kepalang tatkala pada bulan November 2008 tidak bisa menarik dana yang tersimpan di bank tersebut. Hasil kerja selama 27 tahun berupa uang tabungan berbentuk deposito sebesar Rp 700 juta lenyap dalam sekejap.

Demikian penuturan Esther tatkala bersama beberapa nasabah Bank Century lainnya melakukan audiensi dengan Pimpinan Fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara I DPR-RI Senayan, Kamis siang (21/1). Sebanyak kurang lebih 15 orang nasabah Bank Century berasal dari Jakarta tersebut menyampaikan keluhan-keluhan dan harapannya kepada para wakil rakyat, dengan didampingi kuasa hukum nasabah Bank Century Prof DR OC. Kaligis.

“Bukti-bukti bahwasannya saya nasabah Bank Century lengkap. Ada buku tabungan, bilyet dan hasil print out tentang kemana larinya uang tersebut dari Bank Century yang dikeluarkan pada 24 November 2008. Namun saya  sia-sia mendapatkan kembali hak-hak saya. Dana hasil kerja selama 27 tahun. Saya bahkan di ping-pong untuk pengurusan dana milik sendiri tersebut mulai dari menemui pimpinan cabang, Bapepam dan Bank Indonesia. Lantas, kemana lagi saya musti mengadukan soal ini?” ujar Esther dengan nada tanya seraya menyerahkan bukti-bukti dimaksud kepada Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Setya Novanto.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Politik Nasional | Tag , , , , , , , | 2 Komentar

Susunan Pengurus Harian Pimpinan Kolektif Majelis Nasional KAHMI Periode 2009-2012

Munas Bersama KAHMI 2009 (Koleksi Pribadi)

Munas Bersama KAHMI 2009 (Koleksi Pribadi)

APABILA tidak ada aral rintangan, hari Rabu  ini (20/1) bertempat di Flores Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Pengurus Pimpinan Kolektif Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Periode 2009-2012 akan dikukuhkan. Kepengurusan baru yang akan dikukuhkan ini merupakan hasil dari Munas Bersama KAHMI yang diselenggarakan di  Hotel Sahid Jakarta pada Oktober 2009 lalu. Menurut rencana Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono berkenan hadir pada acara tersebut.

Salah satu hasil dari Munas Bersama KAHMI tahun lalu dimaksud, yakni terpilihnya enam orang Pimpinan Kolektif  Nasional (PKN) berbentuk Presidium, masing-masing Anas Urbaningrum, Viva Yoga Mauladi, Abidinsyah Siregar, Harry Azhar Azis, Mubyl Handaling , dan Tamsil Linrung.  Berdasarkan  musyawarah enam orang pimpinan kolektif yang ada, telah disepakati untuk putaran pertama enam bulan mendatang bertindak sebagai Ketua PKN adalah dr.  Abidinsyah Siregar, DHSM,M.Kes. Sesuai term waktu yang disepakati, selanjutnya roda kepemimpinan digilir kepada lima pimpinan kolektif lainnya.

Susunan Lengkap Pengurus Harian Pimpinan Kolektif Majelis Nasional KAHMI Periode 2009-2012, sebagai berikut:

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , , | 39 Komentar

Sekelumit Kisah Gus Dur dan Paspampres

Gus Dur dan Dwiki Setiyawan

Gus Dur dan Dwiki Setiyawan

IRING-iringan mobil kepresidenan yang tengah membawa Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur  melaju dengan kecepatan penuh dan membelah ruas jalan  di Provinsi Banten. Formasi standar. Terdepan dua motor gede Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dengan sirene meraung-raung. Berikutnya dua jip terbuka Paspampres bersenjata lengkap, mobil presiden RI-1, ambulance dan diikuti mobil-mobil pengiring.  Awal tahun 2001 itu, Gus Dur akan menghadiri suatu acara di  Provinsi Banten.

Selama perjalanan dari Jakarta menuju Banten, Gus Dur nampak tertidur.  Tidak terasa iring-iringan mobil kepresidenan tersebut telah memasuki provinsi hasil pemekaran Provinsi Jawa Barat yang diresmikan pada 17 Oktober 2000 itu. Begitu bangun, ia menanyakan pada sang sopir telah sampai mana dan dijawab si sopir di daerah x. Sekonyong-konyong, Gus Dur memerintahkan sang sopir berbalik arah. “Sudah lama sekali saya tidak silaturahmi pada Abuya Cidahu (sesosok kyai NU kharismatik Banten). Pesantrennya barusan kita lewati. Balik dulu. Kita mampir sejenak!”

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Politik Nasional | Tag , , , | 7 Komentar