Tradisi Ikrar Halal Bi Halal Dusun Blawong Jetis Bantul


Tradisi Ikrar Halal Bi Halal Desa Blawong Jetis Bantul (dwiki dok)

Tradisi Ikrar Halal Bi Halal Desa Blawong Jetis Bantul (dwiki dok)

DUSUN Blawong I  terletak di Jalan Imogiri Timur. Dari Kota Yogyakarta, ke arah menuju tempat Pemakaman Raja-raja Jawa di Pajimatan Imogiri Bantul.  Dusun itu jaraknya kurang lebih 3 kilometer arah selatan dari Terminal Giwangan Yogyakarta. Secara administratif masuk Kelurahan Trimulyo Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul.

Menurut penuturan Kepala Dukuh Blawong I, Saryanto, ada 340 kepala keluarga yang mendiami dusun seluas kurang lebih 1,5 kilometer persegi tersebut. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian  buruh dan petani. Di Bantul, dusun ini terkenal sebagai basis Muhammadiyah. Lantaran sebagai basis, maka kegiatan-kegiatan keagamaannya cukup maju. Di dusun ini, organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiah, Pemuda Muhammadiyah, Hisbul Wathon (HW) sebagai ormas dibawah naungan Perserikatan Muhammadiyah mempunyai kegiatan yang rutin dan berkesinambungan. Malahan grup drumband Hisbul Wathon dusun Blawong termasuk yang disegani di Yogyakarta. Secara rutin, latihan-latihan dan regenerasi grup drumband ini berjalan dengan baik.

Dahulu kala, orang-orang dusun ini terkenal di Yogyakarta sebagai ahlinya menggali atau membuat sumur. Namun seiring dengan perkembangan teknik pembuatan sumur memakai pompa, profesi tersebut tergerus perlahan-lahan. Sekalipun tidak mati sama sekali. Saat ini hanya segelintir saja warga dusun Blawong yang masih setia meneruskan warisan keahlian nenek moyangnya sebagai “ahli membuat sumur”.

Yang agak lucu,  para penggali sumur dari daerah lain mencomot begitu saja dan mencantumkan papan nama promosinya di pinggir-pinggir jalan raya atau tempat strategis sebagai “asli dari Blawong”. Begitulah hukum bisnis yang berlaku.

***

Salah satu hal menarik pada setiap lebaran di dusun Blawong I ini, yakni adanya Tradisi Ikrar Halal Bi Halal. Tradisi ini digagas oleh tokoh-tokoh masyarakat dusun itu, antara lain: almarhum Muhammad Jumali, Muhammad Waridi dan Mudatsir semenjak 1995 lalu.

Ide dasar lahirnya tradisi baru ini, yakni agar masyarakat yang tinggal di dusun itu pada perayaan Idul Fitri 1 Syawal dapat bersilaturahmi bersama di suatu majelis. Selanjutnya berikrar halal bi halal. Saling maaf-memaafkan antar warga dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Sebagaimana galibnya kita ketahui, dalam pergaulan sehari-hari kadangkala ada suatu kekhilafan atau kesalahan yang barangkali tidak disengaja (atau sengaja) yang mengganjal di hati. Dengan mengucapkan ikrar, gumpalan-gumpalan kekesalan atau ganjalan di hati itu diharapkan bisa dilepaskan.

Berlangsung di Mushola Ar-Ramli, selepas shalat Dhuhur berjamaah pada 1 Syawal, peminat yang bergabung pada acara itu makin tahun makin bertambah. Dan tradisi ini juga mulai diadopsi oleh dusun-dusun sekitar. Dengan acara yang dipusatkan semacam itu, kemungkinan untuk saling bertemu antar warga terbuka lebar. Namun perlu dicatat pula, silaturahmi lebaran untuk saling maaf-memaafkan antar rumah-rumah yang saling berdekatan tetap tidak ditinggalkan. Justru dengan adanya tradisi baru ni, bisa mencakup warga yang lebih luas.

Pada 2006 lalu, Tradisi Ikrar Halal Bi Halal ini berlangsung khusuk dengan keharuan dan kedukaan yang menyelimuti. Karena beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada Sabtu 27 Mei, dusun itu luluh lantak tertimpa musibah gempa bumi dahsyat. Hampir 90 % bangunan rumah dan gedung sekolah di dusun itu hancur rata dengan tanah. Korban jiwa yang jatuh lebih dari 20 jiwa, baik anak-anak, orang dewasa maupun orang tua. Bahkan  Mushola Ar-Ramli retak-retak dan cukup mengkhawatirkan sebagai tempat acara berlangsung.

Ikrar halal bi halal yang dipandu oleh seorang tokoh masyarakat dan ditirukan para jamaah dimaksud itu menggunakan bahasa Jawa.  Setelah ikrar dibacakan, para jamaah saling salam menyalami dengan berputar secara teratur. Kaum laki-laki sendiri, dan kaum perempuannya juga melakukan sendiri di majelis yang sama.

Selengkapnya ikrar halal bi halal saya cantumkan berikut disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia:


Bismillahirrahmannirrohim

Ashadualla Illaha Illallah Wa Asyadu Anna Muhammadan ‘Abduhu Warasuluh.

Kanthi nyadong ridhonipun Gusti Allah SWT, kito sedoyo ingkang lenggah wonten papan ingkang suci puniko samio nglenggono gadahi salah khilaf lan doso. Kanthi puniko kito ikhlas ikrar halal bi halal ingkang kaleres sepuh punopo engkang langkung anem sami-sami paring lan nyuwun pangapunten antawis satunggal dumateng sanesipun mugi Allah SWT paring ridho dateng lampah ingkang pinuji puniko kanthi kairing dongo:

Taqobblallaahu mina maminkum. Minal Aidin Wal Faidzin

Mugi kito sadoyo wangsul dateng fitroh lan Allah SWT tansah bimbing dumateng kito dateng kasaenan lan pangibadahan, sae ibadah ingkang langsung dumateng Allah SWT punopo dene srawung gesang wonten ngalam donyo.

Terjemahannya kurang lebih:

Bismillahirrahmannirrohim

Ashadualla Illaha Illallah Wa Asyadu Anna Muhammadan ‘Abduhu Warasuluh.

Dengan mengharap ridho Allah SWT semata, kita semua yang duduk di tempat suci ini berlapang dada memiliki salah, khilaf dan dosa. Dengan demikian kita ikhlas berikrar halal bi halal baik antara mereka yang tua dengan yang muda bersama memberi dan meminta maaf antara yang satu dengan yang lainnya, semoga Allah memberi ridho atas langkah terpuji ini dengan diiiringi doa:

Taqobblallaahu mina maminkum. Minal Aidin Wal Faidzin

Semoga kita semua kembali kepada fitrah dan Allah SWT senantiasa membimbing pada kita kebaikan dan ibadah, baik ibadah langsung pada Allah SWT maupun pergaulan hidup di dunia.

*****

Dwiki Setiyawan, blogger yang tiap lebaran mudik ke Blawong I Trimulyo Jetis Bantul.

About these ads

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Tulisan ini dipublikasikan di Religi dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Tradisi Ikrar Halal Bi Halal Dusun Blawong Jetis Bantul

  1. sarijo berkata:

    melu ngopy ikrar halal bihalal nya mas…matur nuwun

  2. nopi berkata:

    askum..orang blawong aslikah?kok baru dgr skrg namanya?padahal q orang blawong jg!

  3. Achmadi berkata:

    saya juga punya keluarga di Blawong entah I atau 2 yang jelas di Dusun Blawong yaitu mbah sastro dekat SD Muhammadiyah tapi sudah almarhum yang masih disitu dan setiap Syawal saya pasti bersillaturahmi yaitu pada Pak Lik Ahyar, Lik Zainal, Lik Jam, Lik Jum’an tapi neng Barongan………………salam saja salut bermuhammadiyah……..

  4. pakde moklas berkata:

    aku yo asli mblawong loh..putune mbah Mangun Blungkang…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s