Alamat Email Cantik Buat Politisi atau Anggota DPR dan DPRD

tangkapan-layar-aplikasi-mail-dot-com-androidEmail bagi seseorang ibaratnya paspor, sebuah identitas unik atau dokumen perjalanan  ke dunia maya. Sesuai namanya, email atau electronic mail yang dalam Bahasa Indonesia disingkat surel (surat elektronika) berfungsi sebagai surat-menyurat atau korespondensi secara instan di ranah internet.

Di samping korespondensi, email merupakan syarat wajib tatkala kita mendaftar atau registrasi di situs jejaring sosial (Facebook, Twitter, Linkedin, Google+, Instagram, Path dll). Sederet fungsi lain email, antara lain: akses dunia pendidikan, lapangan pekerjaan, atau sarana promosi barang dan jasa.

Namun demikian, pengguna layanan email di Indonesia saat ini terkonsentrasi pada 2 (dua) layanan email gratis, yakni: Gmail dan Yahoo. Hal ini berakibat mereka yang memiliki nama mirip atau kesamaan nama depan, tengah dan belakang tidak memiliki alamat email ekslusif. Istilah kerennya Alamat Email Cantik. Lanjut membaca

Peta Politik Pemilu Legislatif Tahun 2014 Daerah Pemilihan DKI Jakarta

peta-provinsi-dki-jakartaAwal mulanya, seorang teman meminta dibuatkan Peta Politik Daerah Pemilihan Jakarta Raya untuk Pemilu Legislatif Anggota DPR-RI Tahun 2014. Lengkap dengan data-data hingga tingkat Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS), yakni Panitia Pemilihan di tingkat kelurahan di Provinsi DKI Jakarta.

Dengan menganalisa data-data politik berdasarkan Pemilu 2009 dan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2012 hingga tingkat PPS, dapat diperoleh gambaran tentang kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) sang calon anggota legislatif dan partai politik yang mengusungnya. Berdasarkan analisa SWOT dimaksud, dapat diejawantahkan suatu perencanaan strategis dengan tujuan akhir ‘tingkat keterpilihan tinggi’ untuk menjadi anggota DPR-RI dari dapil idaman.

Namun demikian, peta politik hanyalah data belaka. Tergantung si pemakai (user) untuk mengimplementasikan secara cerdas dan tepat di lapangan.  Peta politik hanyalah pemandu jalan, agar si pengelana tiba dengan selamat di tempat tujuan. Bayangkan jika kita ke suatu negeri antah berantah hanya mengandalkan ‘peta buta’, maka sudah pasti rintangan akan menghadang, jarak tempuh akan melingkar-lingkar, jauh dan panjang, serta biaya besar niscaya dikeluarkan. Lanjut membaca

Salah Satu Kelebihan Anas Urbaningrum

anas_urbaningrum_ketua_umum_partai_demokratApa yang akan diungkapkan melalui tulisan ringan ini, hanyalah sekedar guratan kesan perjumpaan sejarah saya dengan Anas Urbaningrum semasa sama-sama aktif di Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dekade 1990-an. Lantaran hanya salah satu kelebihan, di satu sisi berarti memang Anas Urbaningrum memiliki kelebihan-kelebihan lainnya. Pada sisi lain –sebagaimana sekeping mata uang logam– ia sesungguhnya juga manusia biasa yang punya kelemahan-kelemahan.

Salah satu kelebihan Anas Urbaningrum semenjak ia menjabat sebagai Ketua Bidang Penelitiaan dan Pengembangan (Litbang) kemudian Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Nasional (PPN) PB HMI Periode 1995-1997 era Taufiq Hidayat, hingga akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI Petriode 1997-1999, adalah daya ingat atau kemampuan menghafal nama-nama orang yang berjumpa dengan dirinya.

Anas tidak hanya hafal nama-nama kader HMI, namun juga asal cabang, kuliahnya atau pacarnya siapa, jika saja si kader curhat padanya. Pimpinan OKP, Kelompok Cipayung pada masa kepemimpinannya di PB HMI, tokoh-tokoh di era reformasi, atau mahasiswa yang pernah mengundangnya sebagai pembicara di suatu forum pasti ia  ingat namanya —sekalipun agak lama tidak bersua dengan dirinya. Lanjut membaca

|Foto| Bahasa Indonesia Jadi Anak Tiri di Negeri Sendiri

Mas TD Asmadi, mantan wartawan Harian Kompas yang kini pengajar di Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) mengunggah sebuah foto menyentak di jejaring Facebook tatkala berlangsung acara penyerahan Anugerah Serikat Perusahaan Pers (SPS) –sebelumnya bernama Serikat Penerbit Suratkabar– di Manado Sulawesi Utara, Jum’at (8/2) lalu. Mas TD menulis, “Acara penganugerahan berbagai penghargaan oleh SPS dalam rangka Hari Pers Nasional seperti berlangsung di luar negeri. Lihat saja tulisan latar belakang panggung…”

Sumber foto yang diunggah Mas TD itu sendiri berasal dari situs Deliknews.com. Terpampang dengan jelas tulisan latar belakang panggung (backdrop) tersebut: Awarding Night SPS – Telkom IPMA & InMa 2013 The Power of Innovation. Barangkali dimaksudkan agar  terlihat seksi dan lebih berkelas ketimbang memakai Bahasa Indonesia: Malam Anugerah SPS – Telkom IPMA & InMa 2013 Menyingkap Kekuatan Inovasi.

bahasa_indonesia_anak_tiri_negeri_sendiri

Pesan yang saya tangkap dari status Facebook Mas TD Asmadi, Pertama, ia sangat galau dengan ungkapan asing dimaksud lantaran penyelenggara acaranya SPS. Sebuah organisasi yang semestinya jadi benteng pertahanan utama penggunaan Bahasa Indonesia, agar ia menjadi tuan dan bukannya anak tiri di negeri sendiri. Lanjut membaca

Pengetahuan Umum Siswa SD dan SMP Masih Rendah

pengetahuan_umum_siswa_sd_smp_rendahTahun 2012 lalu, iseng saya mengadakan riset kecil-kecilan tentang penyebab utama kegagalan siswa SD dan SMP yang berhasrat  masuk Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) di situs http://www.siap-psb.com. Sebagaimana diketahui, untuk masuk RSBI (sebelum dibubarkan Mahkamah Konstitusi), para siswa dipersyaratkan mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA). Naga-naganya, banyak siswa dengan Nilai Ujian Nasional (NUN) tinggi tersingkir lantaran hasil TPA untuk Ilmu Pengetahuan Umum di bawah standar alias masih rendah. Menyedihkan, bukan?

Untuk mengetes hasil riset di atas, cobalah sesekali Anda menanyakan anak: Siapa Ketua Mahkamah Konstitusi?, Siapa Ketua Ketua KPK?, Apa Ibukota Argentina?, Kota Bagansiapiapi terletak di provinsi mana?, dan sederet pertanyaan ilmu pengetahuan umum lainnya yang tidak diajarkan di bangku sekolah. Jika kita bertanya 10 soal, dan anak bisa menjawab separuhnya saja, bolehlah dikatakan cukup bagus.

Kebalikannya, jika Anda menanyakan kepada anak pengetahuan umum yang berkaitan dengan dunia hiburan (entertainment), misalnya: Berapa orang personil grup band SM*SH, dan sebutkan tiga orang di antaranya?, Siapa dan berasal dari negara mana Justin Bieber? Siapa pemeran utama perempuan sinetron ‘Pernikahan Dini’? Apalagi jika orang tua menanyakan info terakhir bahkan gosip teranyar menyangkut artis tanah air. Kesemuanya dengan tangkas mereka jawab tanpa banyak mengernyitkan dahi bak membalik telapak tangan sembari terkekeh….

Sayang seribu sayang, pengetahuan umum berkaitan dengan dunia hiburan yang diketahui anak luar kepala, tidak tercantum dalam daftar pertanyaan TPA untuk  masuk sekolah unggulan. :-) Lanjut membaca

|Galeri Foto| Gedung Baru SMP Negeri 103 Jakarta

gedung_baru_smp_negeri_103_jakartaSenin, 26 November 2012 lalu saya mengantar anak mengikuti Upacara Hari Guru bertempat di gedung baru SMP Negeri 103 Jl. R.A Fadhilah Komplek Kopassus Cijantung Jakarta Timur. Inilah hari bersejarah. Lantaran untuk pertama kalinya, siswa-siswi kelas 7, 8 dan 9 SMP ‘SEGA’ (seratus tiga), tak terkecuali para guru yang tadinya berpencar-pencar jarang bersua, dapat kembali merajut kebersamaan di komplek sekolah baru.

Hari Guru sendiri tepatnya diperingati pada 25 November. Tahun 2012 silam, tanggal tersebut jatuh pada hari Minggu, karenanya upacara memperingati Hari Guru dimundurkan satu hari kemudian.

Ada hal yang menarik berkenaan dengan Peringatan Upacara Hari Guru di gedung baru SMP Negeri 103 Jakarta tersebut. Pembangunan gedung masih menyisakan beberapa detail yang belum sepenuhnya purna. Material bangunan masih banyak yang belum digunakan. Pula ada puluhan pekerja menjadikan bangunan sekolah sebagai ‘markas’. Walau sudah ada koordinasi sebelumnya, tidak terelakkan pula para pekerja terkaget-kaget menyaksikan ratusan siswa berduyun-duyun mengikuti upacara di gedung yang sedang mereka bangun..

Pihak sekolah rupanya memafhumi kondisi serba darurat dimaksud. Itulah sebabnya, seperti Anda lihat pada foto yang tampil, tergambar jemuran pakaian para pekerja di sela-sela pelaksanaan upacara Hari Guru. Lucu.  ;-) Lanjut membaca

Prof Dr Lucky Sondakh Sosok Ayah Ideal dan Pahlawan Bagi Kita

Angelina Sondakh dan Lucky Sondakh (Foto Dany Permana Kompas.com)

Angelina Sondakh dan Lucky Sondakh (Foto Dany Permana Kompas.com)

Sebagai seorang lelaki dan ayah dari tiga anak, di alam bawah sadar saya merasa iri sekaligus hormat dengan Prof Dr Lucky Sondakh, ayah kandung Angelina Sondakh. Terlepas dari kontroversi atas kasus korupsi yang dialami putrinya, bagi saya  ia merupakan sosok ayah ideal dan pahlawan di hati kita. Sulit dicari tandingannya.

Di sini, kita tidak bicara soal sisi negatif atas penilaian suatu peristiwa menyangkut Angelina Sondakh yang tergelar  mengisi suatu babak di panggung kehidupan politik tanah air. Apabila kita mau menyelami, kadangkala di pinggiran suatu peristiwa yang banyak orang melihat aura negatifnya, masih ada secercah sinar positif yang memancar.

Angelina Sondakh boleh saja terkungkung di terowongan gelap atas cobaan hidup yang menimpanya, namun saya nilai ia bermental baja, lantaran di ujung terowongan sana sang ayah laksana secercah sinar yang memberi dan membekali dengan seribu satu harapan. Berupa pendampingan dan nasehat-nasehat yang diperlukan. Lanjut membaca

Kejanggalan Fatal Scene Film 5 Cm

film-5-cm-5-sahabat-sutradara-rizal-mantovaniSalah satu kelemahan film Indonesia yang diadaptasi dari novel, adalah kurangnya memperhatikan detail. Kejanggalan fatal scene film 5 cm juga masih berkutat pada terabaikannya detail. Begitu kita keluar dari gedung bioskop, barulah kita menyadari ada adegan-adegan film atau scene yang nyata-nyata tidak masuk akal!

Para kru film tersebut bisa saja berdalih, terabaikannya detail di film 5 cm lantaran tidak mungkin menuangkan gagasan utama dari sebuah novel 5 cm beratus-ratus halaman karya Donny Dhirgantoro ke dalam satu setengah hingga dua jam pertunjukan. Atau bisa juga mereka berkilah, adegan-adegan dari film 5 cm tersebut atau scene telah disunting sedemikian rupa. Dan masih ada seribu satu alasan yang akan mereka kemukakan menyangkut detail.

Sekurang-kurangnya saya mencatat 3 (tiga) kejanggalan fatal scene seusai menonton film 5 cm yang disutradarai Rizal Mantovani, dengan para pemeran: Herjunot Ali (Zafran), Raline Shah (Riani), Fedi Nuril (Genta),  Igor Saykoji (Ian) dan Denny Sumargo (Arial) dan Pevita Perace (Dinda) sebagai berikut: Lanjut membaca

Ikhtisar Blogku di Tahun 2012

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, The WordPress.com kali ini mengirim Laporan Tahunan (Annual Report) 2012 untuk blog yang tengah Anda baca ini. Bagi saya, ini kado istimewa, merupakan sebuah Ikhtisar Blog di Tahun 2012 yang cukup bermanfaat. Dengannya kita bisa mengevaluasi suatu perjalanan atau ziarah pemikiran dalam rentang satu tahun terakhir. Hal-hal apa saja yang telah dicapai, demikian pula pembenahan sana sini agar kehadiran blog sederhana ini mendapat tempat di hati sidang pembacanya.

Laporan tahunan yang sama saya kira juga ditujukan untuk pengguna (user) The WordPress.com lainnya. Untuk itu, sudah sepatutnya dalam kesempatan baik ini saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi buat admin The WordPress.com yang telah bersusah payah menyajikan laporan tahunan (annual report) buat pengguna loyalnya.  Lanjut membaca

Rekor Kunjungan Hari Tersibuk Blog Akhirnya Terpecahkan

meraih_kepercayaan_pembaca_truthSaya bukan dalam posisi berharap ada komentar wooow tatkala menggoreskan tajuk posting ini, Rekor Kunjungan Hari Tersibuk Blog Akhirnya Terpecahkan. Akan tetapi, apabila Anda sudi meluangkan waktu sejenak membaca posting ini, Insya Allah akan dapat sedikit pencerahan bagaimana caranya membius eh menggaet pembaca di website atau blog yang kita kelola sendiri.

Soal rekor kunjungan harian tersibuk sebenarnya bukan sesuatu yang perlu dibanggakan. Toh di luar sana  banyak blog-blog personal dengan pengunjung harian bejibun. Hanya saja, mengingat saya sedang dalam taraf akan bertransformasi ke pengelolaan blog agak serius dengan tema tertentu dan memiliki domain unik berbayar, maka apa yang sudah direguk selama mengelola blog gratisan WordPress ini, tentunya akan menjadi pijakan yang kuat  untuk melangkah lebih baik dan lebih maju.

Sabtu (8/12) dinihari, saya terkaget-kaget manakala mengetahui rekor kunjungan pembaca terbanyak di blog ini yang bertahan selama 3 (tiga) tahun akhirnya terpecahkan. Lewat dasbor WordPress dan screenshot statistik yang rutin saya simpan, jumlah kunjungan sebanyak 2.353 pada Rabu 8 April 2009 terlampaui sudah oleh kunjungan pada Jum’at 7 Desember 2012 kemarin sebanyak 2.446 kunjungan. Kurang lebih selisih seratusan. Lanjut membaca