Adab Menjenguk Orang Sakit

profesor-totok-sarsito-dosen-fisip-uns-solo

Senin (10/2) lalu saya membesuk Prof Totok Sarsito di Kamar 105 Gedung A Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jl. Diponegoro Menteng Jakarta Pusat. Prof Totok adalah dosen saya di Fisip UNS Solo. Beliau awal 1990-an mengajar mata kuliah Politik Internasional.

Hampir dua jam saya berbincang dengan Prof Totok, ditemani sang istri yang setia mendampingi dan menemani. Tak sekalipun terlontar dari mulut saya tentang penyakit yang dideritanya. Seolah tidak ada apa-apa. Seakan pertemuan layaknya seperti dulu saya pernah berkunjung ke rumah Prof Totok di Jalan Adi Sumarmo Solo. Tujuan saya hadir di senja itu adalah mendoakan. Memberi kekuatan dan semangat Prof Totok agar ia dapat sehat wal afiat seperti sediakala.

Saya sudah ratusan kali menjenguk orang sakit. Baik mereka yang terbaring di rumah sakit maupun rumah. Yang membuat saya geleng-geleng kepala, tanpa merasa bersalah para pembesuk bertanya tentang penyakit yang diderita pada si pasien. Kadangkala saya lihat si pasien menjawab dengan terbata-bata, hingga keluarga yang mendampingi ikut menambahkan keterangan. Bayangkan jika si pasien tengah sakaratul maut! Pertanyaan Anda tersebut niscaya menjengkelkan bagi si pasien. :-) Baca lebih lanjut

Jelajah Dunia Maya Super Ngebut bersama Bolt Mobile Wifi 4G

Baru tersedia di Jabodetabek dan Banten, Bolt Mobile Super Wifi 4G tipe ZTE MF90 ini sangat terekomendasi buat berselancar alias internetan ngebut Anda plus teman atau keluarga.

Kebutuhan akan akses data dan informasi yang cepat dan harga terjangkau di era sosial media saat ini merupakan suatu keniscayaan. Internet bukan hanya sekedar jendela dunia, tempat di mana kita bisa menatap realitas hidup dan kehidupan yang terhampar di hadapan kita, namun juga dapat memproyeksi arah yang akan kita tuju di masa depan. Ia bukan hanya demi meningkatkan kualitas hidup, akan tetapi juga dalam kerangka meningkatkan martabat kemanusian kita.

Kembali ke topik posting ini, pada bungkus pembelian seharga Rp 300 ribu yang saya beli di Mal Cijantung Jakarta Timur di hari Imlek 31 Januari 2014 silam, dikatakan bahwa di jaringan Bolt Super 4G ini, klaimnya 10X faster speed. Dan ternyata setelah saya pakai di rumah bersama anggota keluarga terbukti.

Nama Bolt sendiri mengingatkan saya akan sprinter kelahiran Jamaika, Usain Bolt. Bolt adalah pemegang rekor dunia lari 100m dan 200m putra saat ini, masing-masing dengan catatan waktu 9,58 detik dan 19,19 detik yang diciptakannya pada Kejuaraan Atletik Dunia 2009. Kedua rekor tersebut memecahkan rekor lama yang juga dipegangnya, 9,69 detikdan 19,30 detik yang ia ciptakan pada Olimpiade Beijing 2008. Rekor 100 meter di Olimpiade Bejiing tersebut sendiri memecahkan rekor sebelumnya yang juga ia pegang, 9,72 detik yang diciptakan di Kejuaraan Reebok New York pada 31 Mei 2008. Kecepatan lari Usain Bolt inilah barangkali yang mengilhami lahirnya produk Bolt Mobile Super Wifi. :-)

Kecepatan download  yang tinggi BOLT! Super 4G LTE memanjakan kita tatkala menyaksikan  video High Definition  yang jernih, misalnya di YouTube.  Demikian pula sewaktu menjelajah dunia maya (browsing), bermedia sosial, main games, dan video chat  dengan teman atau keluarga melalui PC, tablet atau telepon pintar (smartphone) tidak terganggu lemah sinyal. Dengan catatan posisi dan lokasi Anda terjangkau jaringan Bolt Mobile Wifi Super 4G.

Layanan Bolt Mobile Super Wifi 4 G ini juga tidak perlu dihubungkan ke PC/Laktop setelah teraktivikasi. Jaringan wifinya bisa dibagi (share) ke lebih 5 perangkat atau pengguna, maksimal 8 pengguna. Pun cara penggunaannya tak ribet. Sejujurnya, jaringan operator mobile konvensional yang masih 3G itu terkalahkan oleh mobile wifi ini. Pendek kata, internetan pakai Bolt Mobile Super Wifi ini laksana ngebut di jalan bebas hambatan. Bagi Anda yang bermukim di luar Jabodetabek dan Banten harap menunggu layanan yang satu ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan Bolt Mobile Super Wifi 4 G ini, sila kunjungi situs resminya http://www.boltsuper4g.com.

Kecepatan Internet Ngebut Bolt Super 4G

Bolt! Mobile Wifi ZTE MF90 Internetan Ngebut Bolt Super 4G

*****

View on Path

Berburu Buku Baru, Bekas dan Langka di Bursa Buku

Buku Gudang Ilmu Pengetahuan Berburu BukuSeringkali dikatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Lantaran dengan buku hal-hal yang tadinya tidak diketahui, kita menjadi tahu dan paham karenanya. Demikian pula terlontar pendapat bahwa buku adalah pengantar kesuksesan (books are road to success). Itupun adagium yang tak terbantahkan.

Penyair Arab Al-Jahiz yang hidup pada Abad VIII Masehi, sebagaimana dikutip Mehdi Nakosteen dalam buku History of Islamic Origins of Western Education A.D. 800-1350, menggoreskan perumpamaan pentingnya buku. “Buku akan diam selama Anda membutuhkan kesunyian, akan fasih berbicara kapan pun Anda menginginkan wacana. Ia tidak pernah menyela Anda jika Anda sedang berbicara, tetapi jika Anda merasa kesepian maka ia akan menjadi sekutu yang baik. Ia adalah teman yang tidak pernah mencurangi atau memuji Anda dan ia adalah teman (saudara) yang tidak pernah membosankan Anda.”

Pada bagian lain buku karyanya, Nekosteen juga menyitir Muhyiddin Ibnu Al-Arabi, seorang filosof dan penyair sufi kenamaan yang membandingkan sebuah buku dengan sebuah kebun buah-buahan dan kebun raya, sebuah(penyambung) lidah bagi orang yang mati, juru bicara bagi orang yang hidup- “Seorang tamu sore hari yang tidak  pernah tidur hingga Anda tidur dan tidak pernah mengucapkan kata-kata kecuali apa yang menyenangkan Anda, dan tidak pernah membuka rahasia. Ia adalah tetanggayang paling setia, teman yang pantas (adil), rekan yang patuh, guru yang rendah hati, teman yang ahli dan bermanfaat, tidak suka membantah atau menjenuhkan”. Baca lebih lanjut

Hikmah Berserakan: Disaat Daku Tua…

Kusno HP

Kusno HP (Koleksi Pribadi)

Hikmah atau kata-kata bijak yang memiliki makna mendalam berguna bagi kita sebagai penunjuk arah dikala kebingungan menentukan arah. Ia ibaratnya merupakan obat yang pahit dari nasihat berpadu dengan madu yang manis dari kata-kata bijak. Bahwa kemudian pembaca mau menerima meskipun terluka maupun menyangkal atas kebenaran yang dikandungnya, itu soal lain.

Kini marilah kita mengupas soal tema utama posting ini, yakni disaat daku tua. Sudah keniscayaan bahwa kematian akan datang kepada orang tua sebagaimana halnya buah-buahan akan jatuh dari pepohonan tatkala telah masak. Seseorang yang telah renta usia akan mengalami kemunduran dan inderanya akan melemah. Hal ini sesungguhnya merupakan sesuatu yang menguntungkan lantaran kenikmatan dalam hidup akan berkurang, dan apabila seseorang telah menjadi sumber kesulitan bagi orang lain, maka kematian adalah suatu rahmat.

Oleh karenanya, pada masa tua tinggalkanlah kegiatan sebagaimana yang dilakukan anak muda. Demikianlah yang seharusnya dilakukan apabila matahari sore Anda dalam kehidupan telah sampai di cakrawala barat. Apabila Anda masih muda, berkasih sayanglah kepada orang-orang tua, lantaran orang-orang tua jarang dihibur dengan silaturahmi dan ia musti menahan penderitaan disebabkan usianya yang telah lanjut. Setiap penyakit tentu disertai harapan akan sembuh, kecuali usia renta, yang semakin hari penderitaannya akan bertambah karena umurnya yang terus bertambah. Baca lebih lanjut

Penulis Baik dan Penulis Buruk

Edward Elbee - The Zoo Story and The Sandbox

Edward ElbeeThe Zoo Story and The Sandbox

#HikmahPagi: Penulis-penulis yang baik menggambarkan kenyataan, sedangkan para penulis yang buruk mengaburkannya. Penulis yang baik mengarahkan kenyataan menuju kebenaran, sementara penulis buruk melakukan hal sebaliknya. |Edward Albee – Dramawan Amerika. Peraih Pulitzer Prize untuk Drama 1967, 1975 dan 1994. Karyanya antara lain: The Zoo Story (1958) dan The Sandbox (1959)| – at Pondok Kidang Alit

Sumber Gambar: http://www.amazon.com

View on Path

Suasana dan Aroma Mistis Religius Rumah Pergerakan Anas Urbaningrum

dari kiri ke kanan: Abdul Kholiq, Muhlis Ali, Anas Urbaningrum dan Dwiki Setiyawan

dari kiri ke kanan: Abdul Kholiq, Muhlis Ali, Anas Urbaningrum dan Dwiki Setiyawan

Sebelum ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jum’at 22 Februari 2013 silam, saya belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di rumah Anas Urbaningrum Jalan Teluk Langsa Duren Sawit Jakarta Timur. Barulah Jum’at malam di hari naas itu, bersama ratusan Sahabat Anas Urbaningrum, untuk kali pertama saya hadir memberi dia dukungan moral dan simpati atas musibah yang menimpanya.

Keesokan harinya, Sabtu tanggal 23 Februari 2013 sebelum Anas Urbaningrum menyampaikan pidato berhenti sebagai Ketua Umum di Kantor DPP Partai Demokrat, saya datang bersama Saudara Abdul Kholiq Muhammad sedari pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB. Di sana sudah hadir pula rekan Muhlis Ali, sesama fungsionaris PB HMI Periode 1997-1999. Selama lebih dari tiga jam kami berempat berdiskusi di ruang tamu. Baca lebih lanjut

Tips Memecahkan Rekor Kunjungan Hari Tersibuk Blog

dwiki-setiyawan-perhimpunan-pergerakan-indonesia-ppiSetelah satu satu bertahan, akhirnya rekor kunjungan tersibuk blog sebanyak 2.446 hits/hari, Sabtu (11/1) terpecahkan. Kemarin, blog ini mendapat anugerah kunjungan 2.545 views. Sebuah kejutan indah bagi saya di awal tahun 2014. Alhamdulillah.

Yang cukup membanggakan dan layak disyukuri, posting-posting blog ini banyak ditelusuri para pengguna internet luar negeri. Netter Amerika Serikat adalah juaranya. Disusul Inggris, dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Perujuk para pengguna internet di seantero dunia mengintip posting-posting yang ada di blog, tentu saja urutan teratas dari mesin pencari (search engine). Mencapai lebih dari 98% dari total pengguna. Sisanya yang 2% berasal dari media-media sosial (Facebook, Twitter, Google+, Path, Linkedin dan lain-lain). Baca lebih lanjut

Catatan Ringan Rapat Tim Sukses Anas Urbaningrum di Cariu Bogor

cinda-musyida-arifin-solong-dan-dwiki-setiyawan-munas-kahmi-hotel-sahidCatatan Ringan Rapat Tim Sukses Anas Urbaningrum di Cariu Bogor. Dalam hal memproduksi wacana, sepanjang yang saya kenal lima belas tahun lampau, Anas Urbaningrum adalah jagonya. Gerak-geriknya semenjak muda senantiasa diperhatikan kawan maupun lawan politik sejak ia memutuskan pencalonan sebagai kandidat Ketua Umum PB HMI Periode 1997-1999 pada 1997 silam.

Bukan hanya wacana, namun kadangkala menjadi isyu besar tak terkendali di luar gerakan-gerakan dan langkah politik yang diambilnya. Siap menjadi bola salju liar menggelinding, yang makin membesar melindas aral-rintangan yang dilaluinya. Itulah ciri kehebatan manuver politik Anas Urbaningrum semenjak dulu. Catatan tepi ini akan menggambarkan kisah Rapat Tim Sukses Anas Urbaningrum di Cariu Bogor pada 1997. Kebetulan saya sendiri saat itu tuan rumah pertemuan atau rapat tim sukses Anas Urbaningrum. Sebuah tonggak kecil di perjalanan karier Anas Urbaningrum. Berikut catatannya:

Menjelang Kongres HMI XXI di Yogyakarta, sebagai Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Nasional (PPN) PB HMI Periode 1995-1997, Anas Urbaningrum mencalonkan diri (lebih tepatnya dicalonkan) sebagai kandidat Ketua Umum. Tim sukses pun segera dibentuk, diketua Saan Mustopa (saat itu Wakil Sekretaris Jenderal Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan). Rapat Tim Sukses perdana diselenggarakan di rumah kontrakan Anas Urbaningrum di Jalan Sukabumi (depan Pasar Rumput). Diputuskan membuat sebuah buku hasil hasil kumpulan artikel media massa yang ditulis Anas Urbaningrum. Baca lebih lanjut

Cerita Ringan Sutan Sjahrir Terlibat Tabrakan Mobil

Cover Buku Perjuangan Kita Sutan Sjahrir

Cover Buku Perjuangan Kita Sutan Sjahrir

Setelah tidak menjadi Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada Juni 1947, suatu hari Sutan Sjahrir berlibur ke Puncak Bogor. Seorang diri ia mengendarai mobilnya. Di daerah Gadok, tiba-tiba mobilnya menabrak bemper belakang mobil di depannya. Penyok.

Dua orang suami istri –yang kebetulan saja dari etnis China– yang ditabrak mobilnya itupun turun. Begitu juga Sjahrir. Melihat sosok ceking berperawakan pendek di depannya, sang suami itu segera menyemprot Sjajrir dengan kata-kata pedas. Ia tak tahu bahwa lelaki yang dihadapinya itu adalah mantan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri. Sjahrir tak melakukan perlawanan apa-apa, kecuali mukanya tertunduk. Merasa bersalah. Baca lebih lanjut

#StatusFacebook: Ada Grup Anti Jokowi di Facebook?

Status Facebook Grup Anti Jokowi Facebook

Status Facebook Grup Anti Jokowi Facebook (Kredit Foto: Koleksi Pribadi)

Meraih lima belas orang menyukai (like) dan memanen tiga puluh komentar. Demikianlah status Facebook yang saya goreskan di kronologi akun https://www.facebook.com/dwiki.setiyawan, yang tayang pada awal Tahun Baru 2014 lalu.

Saya terus terang tidak akan menarikan jari-jemari status ‘cukup keras’ (apalagi pada teman sendiri), jika saja tidak dianggap keterlaluan. Ini semua bermula tatkala saya membagi (sharing) undangan bedah buku Mozaik Kepemimpinan Jokowi dari sudut pandang rakyat pada Sabtu (4/1) lalu, di sebuah grup Facebook.

Kemudian terjadilah interaksi antara saya selaku produsen konten dengan pembaca. Di sinilah sebenarnya hakikat media sosial.  Suatu medium di ranah maya agar para penghuninya melakukan komunikasi tanpa keharusan bertatap muka di dunia nyata. Lantas terjadi titik temu. Yang ini tidak, entah karena suatu alasan yang hingga kini saya tidak tahu, sekonyong-konyong keanggotaan saya di grup tersebut dihapus. Baca lebih lanjut